Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 124


__ADS_3

Tania tertegun sejenak, lalu bertanya dengan hati-hati, "Bayaran per jam sebesar 5,6 juta? Apakah saya tidak salah dengar?"


"Jika kamu merasa bayarannya sangat rendah, itu bisa dirundingkan... "


"Tidak perlu, tidak perlu, itu sudah lebih dari cukup." Tania sangat gembira. "Saya kira, saya perlu memperlihatkan beberapa sertifikat penghargaan, baru Anda akan menambah bayaran saya. Tidak disangka.... "


"Tidak perlu sertifikat. Sekali dengar, aku sudah tahu levelmu." Pemilik bar berkata sambil tersenyum, "Sudah, kamu bersiaplah di belakang panggung."


"Iya, terima kasih."


Tania sangat gembira, dia berjalan mengikuti pelayan kebelakang panggung.


Billy menggoyangkan gelas bir nya, tatapannya terus mengikuti Tania.


"Siapa orang yang duduk bersama bos?" Tania bertanya dengan suara kecil kepada pelayan itu.


"Tuan Billy!" Pelayan itu menjawab, "Teman bos, juga merupakan pemegang saham bar ini."


"Apa pekerjaannya?" Tania bertanya lagi.


"Sepertinya anak orang kaya, keluarganya kaya raya, selebihnya aku tidak tahu jelas." Pelayan itu berkata dengan penuh makna.


"Dik, aku lihat sepertinya kamu gadis yang sederhana. Aku hanya ingin mengingatkan, Tuan Billy memang tampan, tetapi dia suka bermain wanita. Mengganti pasangan seperti mengganti baju. Jika kamu mencintai uang, kamu boleh bermain-main. Jika tidak, maka jangan berpikir terlalu banyak. Tuan muda dari keluarga kaya seperti ini tidak akan serius denganmu, alangkah lebih baiknya kamu jangan terlalu dekat dengannya."


"Aku bertanya hanya karena penasaran, tidak ada maksud apa-apa... "


Sepertinya pria itu bukan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG', bagaimana mungkin dia adalah orang kaya?


Baru saja Tania pergi, sekelompok wanita seksi datang berbondong-bondong. Mereka bagaikan kupu-kupu yang menari, dengan antusias menghampiri Billy.


"Tuan Billy, aku sangat merindukanmu... "

__ADS_1


"Tuan Billy, kenapa hari ini bisa datang kemari? Sungguh sepi."


"Benar, Tuan Billy. Kenapa hari ini tidak pergi ke bar kaisar?"


"Diam!!" Billy berteriak dengan nada dingin sambil mengerutkan kening, "Sungguh berisik."


Entah kenapa, tiba-tiba dia merasa sekelompok wanita ini tidak bisa dibandingkan dengan Tania.


Yang satunya bidadari, yang satunya burung warna warni.... sungguh berbeda jauh!


"Hari ini nafsu makan Tuan Billy cukup bagus, memesan begitu banyak. Apakah bisa menghabiskannya?" Pemilik bar mengejek dengan suara rendah.


"Terlalu membosankan." Billy memerintahkan sekelompok wanita itu, "Tunggulah aku diluar."


"Ha? Mengapa?" Sekelompok wanita itu merasa hari ini Billy sedikit berbeda, sepertinya tidak terlalu gembira.


"Enyahlah!!" Billy meraung marah.


Pandangan para pria rakus yang berada di dua meja yang lain terus menjelajah tubuh wanita-wanita itu.


"Ada apa denganmu hari ini?" Pemilik bar bertanya.


"Aku pergi dulu." Billy berdiri dan menggunakan mantelnya, "Jagalah wanita yang melamar tadi dengan baik."


"Mengerti."


"..... "


Saat Tania keluar dari belakang panggung, pemuda yang mirip 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' itu sudah menghilang.


Dia tidak banyak berpikir, hanya mengambil kontrak dan menanyakan hal-hal detail kepada pemilik bar, "Bos, bolehkah saya tidak memakai baju kalian? Saya merasa baju-baju itu terlalu terbuka."

__ADS_1


"Boleh, pakailah apapun yang kamu suka."


"Terima kasih, bos. Ada lagi, saya rasa pukul 9 terlalu malam, bolehkah ganti menjadi pukul setengah 9? Dengan begitu, saya masih bisa pulang naik MRT."


"Boleh, kalau begitu diganti menjadi pukul setengah 9."


"Terima kasih, terima kasih. Bos sungguh orang yang lugas dan tidak berbelit-belit."


"Haha, sudah seharusnya."


Dalam hati pemilik bar berpikir, Dewa kekayaannya menyuruhnya untuk menjaga dia dengan baik, ia tentu harus menjalankan perintahnya dengan baik.


Pukul setengah 9, Tania bersiap naik keatas panggung untuk tampil. Pada saat ini, dari luar tiba-tiba ada sesosok bayangan yang familiar masuk....


Tinggi menjulang, tegap dan misterius, dan dibawah sinar lampu yang remang-remang, dia tetap memancarkan aura raja yang membuat gentar hati orang.


Tempat yang dilewatinya langsung menjadi tenang.


Daniel!!!


Mengapa dia bisa datang kemari?


Tania sangat terkejut, dia pun berbalik badan dengan panik.


Gawat, jika dia tahu ia kerja sampingan disini, apakah dia akan memecatnya?


"Sudah waktunya mulai, kamu sudah seharusnya naik keatas panggung." Pelayan mengingatkan.


"Tunggu sebentar!"


Tania berlari kembali keruang ganti dengan cepat, lalu mengambil sebuah topeng renda berwarna hitam dari tumpukan topeng dan memakainya. Kemudian dia pelan-pelan naik keatas panggung.

__ADS_1


__ADS_2