Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 63


__ADS_3

Setelah menutup telepon, Tania sangat bosan berbaring sendiri diatas ranjang, ia kemudian mengirimkan pesan ke 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'.


"Beberapa hari ini, kenapa tidak melaporkan hasil kerja? Apa kamu tidak bisa menjadi aktif sendiri? Kenapa kamu begitu tidak profesional?"


Di depan iblis Daniel ia tunduk patuh, sedangkan di depan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' ia dapat memainkan perannya sebagai bos, ada rasa senang ia dapat melampiaskan emosinya.


"Tidak ada pelanggan." GIGOLO PELUNAS HUTANG membalas pesan itu.


"Sudah beberapa hari, bagaimana mungkin satu pelanggan pun tidak ada? Kamu tidak pergi ke bar? Apa yang kamu lakukan setiap hari?"


Ia tidak membalas pesannya.


Tania menelponnya langsung, setelah beberapa saat, ia baru menjawab teleponnya, "Kenapa?"


"Apakah kamu akhir-akhir ini sedang menemani wanita kaya yang merawatmu?" Tania langsung ke intinya.


Di kamar sebelah, Daniel sedang berendam di bak mandi sambil menikmati segelas anggur, kulit kuning langsat memancarkan aura menawan dibawah cahaya lampu, postur tubuh kuatnya yang berotot dan juga seksi membawa aura liar yang misterius.....


"Aku sedang menemani wanita bodoh yang tidak punya otak." Daniel menjawab dengan cuek.


"Apanya yang seorang wanita bodoh yang tidak punya otak? Dia yang memberimu makan!!" Tania memarahinya, "Kamu harus perbaiki sikapmu, layani bos dengan baik, jika tidak..... bagaimana kamu bisa punya masa depan yang baik?"


"Jadi GIGOLO juga harus punya masa depan yang baik?" Tanya Daniel sambil menyeka air di wajahnya.

__ADS_1


"Suara apa itu?" Tania mendengar suara percikan air, "Kamu sedang berenang?"


"Sedang mandi busa." Daniel menyeruput segelas anggur dingin.


"Kenapa kamu mandi sambil telepon aku..... "


Tanpa sadar, Tania membayangkan adegan dia mandi, postur tubuh seksi dan juga liar, garis dada yang sempurna, kulit kuning langsat yang indah....


Seperti makanan yang lezat, memancarkan aroma yang mampu menggoda semua orang.


"Mau lihat?" Daniel sengaja menggodanya.


"Bajingan!" Wajah Tania seketika memerah, jantungnya berdegup kencang.


Daniel mengingat adegan panas saat itu, perasaannya sedikit gelisah.


"Saat itu, aku ingin memancing ketiga wanita kaya itu." Tania menjelaskan dengan terburu-buru "Pemikiran pintar ini harusnya kamu gunakan ke pelanggan, bukan pada bos mu, aku tidak akan membayarmu sedikit pun!"


"Tidak apa-apa, kamu bisa ngutang..... "


"Tidak bisa, kamu berhentilah mencari perhatianku." Tania memotong kata-kata GIGOLO itu, yang tak lain adalah Daniel. "Bos tidak akan pernah punya perasaan dengan bawahannya, mengerti!"


"Lalu bos mu?" Daniel sengaja menanyakan hal tersebut.

__ADS_1


"Bos ku sangat hebat, tinggi, tampan, kaya, hanya sedikit cabul. Dia selalu mengusik ku tanpa alasan, namun akhir-akhir ini dia sedikit bersikap lebih baik, mungkin dia terkejut dengan temperamenku yang keras..... "


"..... "


Daniel menggerakkan bola matanya, tampaknya ia harus terus mengusiknya.


"Sejujurnya, bos ku adalah orang yang aneh, biasanya dia dingin dan kejam, dia tidak pernah menatapku, tapi hari ini aku terluka, tanpa disangka dia membawaku kerumah nya untuk diobati. Mengutus seorang dokter pribadi yang profesional untuk mengobati ku...... "


"Bos mu begitu baik terhadapmu, seharusnya kamu berterima kasih padanya."


"Apanya yang terima kasih, aku bagaikan domba yang menunggu untuk di sembelih!"


"Umm?"


"Coba kamu pikirkan, seorang karyawan terluka di kantor, bos seharusnya menyuruh orang untuk membawa dia kerumah sakit, kenapa malah membawanya ke rumahnya sendiri? Ini kan sangat aneh!"


"Mungkin dia...... menganggapmu spesial?"


"Ini dia masalahnya!" Tania sedikit bersemangat, "Di kantor aku selalu bisa bertemu dia secara misterius, di kantin, di kolam renang, di lift, di tempat parkir..... Apakah mungkin semuanya kebetulan?


Aku dengar dari rekan kerja lainnya, mereka sudah bekerja setengah tahun di perusahaan ini, tidak pernah sekalipun bertemu dengan bos, tapi kenapa aku sering sekali bertemu dengannya? Aku pikir, dia sengaja melakukannya."


"Kenapa dia harus melakukan itu?" Daniel penasaran.

__ADS_1


"Sudah jelas, dia naksir padaku!"


__ADS_2