Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 91


__ADS_3

"Justru karena malam ini terjadi banyak hal, makanya aku ingin membeli barang untuk menghadiahi diriku sendiri." Alisia menyatakan tidak setuju.


"Jarang-jarang Stanley bermurah hati membiarkanku merebut cincin itu sendiri. Tentu saja aku ingin menunjukkan diriku disini. Jika tidak, setiap kali ada perkumpulan figur-figur terkenal, para nyonya-nyonya itu selalu merendahkanku!" Tambahnya lagi.


Mendengar Alisia berbicara seperti itu, Kety tak lagi memaksanya....


Ia memahami perasaan putrinya. Walaupun putrinya berstatus tinggi dalam keluarga Stanley,


tapi Alisia selalu tak disukai dikalangan nyonya-nyonya besar. Setiap kali pulang dari perjamuan, Alisia selalu menangis mengeluh....


Di kesempatan ini, putrinya dapat menunjukkan siapa dirinya. Dengan begitu, mereka tidak lagi merendahkan putrinya.


"Sekarang kita mulai lelangnya. Harga mulai 18 Milyar, setiap kenaikan minimum 1 Milyar." Pembawa acara mengumumkan.


Orang-orang dibawah panggung melihat Daniel tidak ada niat merebut barang itu. Satu per satu mulai merebut.


Alisia juga berpartisipasi, demi menunjukkan kekayaan keluarga Stanley. Setiap kali dia langsung menambah 2 Milyar, dengan cepat ia menarik perhatian semua orang.


Alisia diam-diam senang. Ia merasa akhirnya dirinya diketahui banyak orang.


Tania sama sekali tidak fokus dengan acara pelelangan. Ia bersiap-siap mengatakan kepada Daniel untuk pulang dulu...


Namun sebelum ia bicara, Daniel sudah terlebih dahulu berdiri. Mengulurkan tangan kepada Tania, "Kita keluar jalan-jalan."


"Iya." Tania meletakkan tangannya dalam genggaman Daniel. Lalu menuju halaman belakang dibawah tuntunan Daniel.


Tiba-tiba fokus para penonton jatuh kepada mereka berdua lagi. Bahkan lelang pun berhenti sementara....

__ADS_1


Hingga mereka jalan keluar, lelang baru dilanjutkan.


Alisia sangat tidak senang, ia mengeluarkan uang begitu banyak demi merebut barang lelang. Tania yang tidak melakukan apa-apa malah dengan mudah menjadi fokus perhatian semua orang!


Ini benar-benar tidak adil!


"Jangan terganggu oleh wanita jala** itu." Kety bergumam, "Setelah mendapat cincin itu, kita pergi."


"Keluarga besar Garcia membuka harga, 26 Milyar... "


"60 Milyar!"


Alisia mengangkat papan angkanya, dalam sekejap ia menjadi fokus perhatian semua orang.


Biasanya setiap kali penawaran hanya sedikit penambahan harga, sedangkan Alisia langsung menaikan 1 kali lipat, benar-benar mewah!


Alisia tidak berani menyinggung Daniel, tapi ia tidak boleh kalah dari Garcia.


"Nyonya Alisia telah menawar. Panggilan pertama 60 Milyar, panggilan kedua 60 Milyar, panggilan ketiga 60 Milyar... "


Alisia memperlihatkan senyuman bangganya, mengira dirinya akan menang.


"100 Milyar!" Garcia tiba-tiba berteriak sebuah harga.


"Kau... " Alisia berkobar-kobar ia mengangkat papan angka nomornya...


"Nyonya." Dani bergegas menghentikannya, "Presdir Stanley berpesan, minimal 100 Milyar. Tidak boleh lewat dari itu."

__ADS_1


"Kenapa? Kita mampu membayarnya." Alisia bergumam dengan marah.


"Bukan masalah uang." Dani menjelaskan dengan bisik-bisik, "Presdir Stanley sudah memikirkan, jika ada yang berani membuka 100 Milyar keatas, berarti orang itu sangat menginginkan barang itu. Lebih baik kita tidak berebutan karena akan mempengaruhi hubungan bisnis."


"Tapi.... "


"Panggilan pertama 100 Milyar, panggilan kedua 100 Milyar, panggilan ketiga... "


Melihat pembawa acara yang bersiap mengetuk palu, Alisia panik. Ia bergegas mengangkat papan angka, Dani dengan cepat menarik tangannya kembali, "Nyonya, tidak boleh... "


"Pergi dari hadapanku!" Alisia mendorong Dani dengan marah, "Brengsek, berani mengaturku?"


Setelah berbicara, ia mengangkat papan nya lagi....


"Penawaran ditutup!" Host mengetuk palu.


Tangan Alisia membeku disana, lagi-lagi ia menjadi bahan tertawaan....


Sekali lagi semua orang bertepuk tangan dengan meriah, mereka bertepuk tangan untuk Garcia.


Garcia tersenyum menerima berkah semua orang. Di saat bersamaan, ia menolehkan kepalanya, membuat ekspresi provokatif kepada Alisia.


Seluruh tubuh Alisia bergetar hebat. Malam ini, ia menjadi bahan tertawaan begitu masuk ketempat ini, kemudian ia dipermalukan oleh bawahan Daniel dibelakang panggung. Lalu sekarang, ia hanya ingin merebut cincin itu untuk mengembalikan martabatnya...


Tak disangka, Lagi-lagi ia dipermalukan oleh orang lain.


Ia melihat sekeliling, para nyonya dan wanita sosialita sedang melihatnya. Mereka tersenyum dingin mengejek Alisia. Seolah mengatakan, benar-benar seorang badut idiot!

__ADS_1


__ADS_2