Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 117


__ADS_3

"Ternyata benar!" Amarah Tania memuncak, "Benar-benar menjijikkan. Setiap hari kamu menemani tante-tante girang. Sekarang malah menyentuhku di mobil milik mereka... "


Ekspresi Daniel tidak menyenangkan, kedua tangannya mengepal erat.


Langit tahu! Selain Tania, ia tidak pernah menyentuh wanita lain. Dan hanya Tania lah yang membuat dia tidak perjaka lagi.


Tania malah takut ia kotor?


Menyebutnya menjijikkan? Daniel benar-benar ingin mencekiknya.


Tetapi, siapa suruh ia menggunakan identitas ini dan bermain dengan Tania. Sekarang belum waktunya untuk diungkapkan.


Lebih baik bertahan dulu!


"Sudah disentuh, ya sudahlah!"


Daniel meletakkan air mineral disamping, menyalakan mobil dan menyetir nya.


"Siapa yang tahu kamu ber penyakitan atau tidak." Tania memelototinya dengan marah, "Saat kamu melayani pelanggan, memangnya kamu tidak memakai pengaman?"


"Kalau kamu terus bawel, sekarang juga aku akan melemparmu keluar!!"


Amarah Daniel berapi-api, tetapi ia hanya bisa menggertakkan giginya dan bertahan. Kalau orang lain yang merepet kepadanya, ia sudah kehilangan kesabarannya dari tadi.


Wanita menyebalkan ini benar-benar tidak tahu diuntung.


Ia benar-benar menahan diri hingg kedua tangannya berasa terbakar.


Mata Tania dipenuhi air mata, mulutnya mengerucut, tubuh lemahnya gemeteran.


Tania tahu, apa yang dikatakan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' sungguh-sungguh akan dilakukannya.

__ADS_1


Saat ini tak ada sehelai baju yang menutupi tubuhnya. Jika ia di buang ke hutan belantara, maka habislah dia. Jadi dia hanya bisa mematuhinya....


Daniel melirik Tania sekilas, melihat Tania yang penurut dan kasihan. Hatinya melunak lagi, kemudian ia memberi air mineral kepada Tania lagi.


Tania menerima air botol itu dan meminumnya perlahan-lahan. Tenggorokannya sakit seperti api terbakar, kepalanya sakit, tubuhnya juga sakit, seluruh tubuhnya sakit...


Mengingat semua ini, ia mulai menangis.


Empat tahun lalu ia membuat kesalahan bodoh, empat tahun kemudian terjadi lagi.


Lagi-lagi ia tidur dengan gigolo ini!


Kenapa ia selalu melakukan kesalahan?


"Kenapa menangis?" Daniel gelisah, "Seolah-olah aku memperkosamu!"


"Jelas-jelas kamu tahu aku diberi obat, seharusnya kamu mengantarku kerumah sakit... " Tania berkata sambil terisak, "Kenapa harus memanfaatkan ku dalam kesempitan?"


"..... "


Tania terdiam! Memang benar, jika insiden semalam tersebar keluar, lagi-lagi ia akan menjadi bahan tertawaan seluruh dunia.


"Sudah tidur, ya sudah. Bukan tidak pernah, kan? Untuk apa menangis juga."


Daniel mendidih, etika wanita menyebalkan ini, seolah tidur dengan dirinya adalah sebuah hal yang memalukan.


"Benar katamu!" Tania menarik napas dalam, "Anggap saja aku ditindih setan!"


"....... "


Amarah Daniel memuncak, satu pukulan menghancurkan kaca jendela mobil.

__ADS_1


'Bam' terdengar suara keras. Pecahan kaca beterbangan ke mana-mana.


Tania sangat ketakutan hingga memejamkan matanya. Tubuhnya meringkuk ketakutan.


Ekspresi Daniel suram, pandangannya dingin, sama sekali tidak berbicara.


Mobil berjalan dengan cepat, beberapa lama kemudian berhenti di sebuah apotek tengah kota.


Daniel melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil.


Tania tidak tahu apa yang ingin dilakukan Daniel. Tania hanya ingin pergi, tetapi ia yang seperti ini sama sekali tidak bisa ke mana-mana.


Orang lalu lalang melihatnya dengan aneh. Tania bergegas menggunakan mantel menutupi wajahnya.


Tak lama kemudian, Daniel sudah kembali. Ia memberi Tania sebuah pil putih, "Minum ini."


"Apa ini?" Tanya Tania bingung.


"Pil KB." Jawab Daniel dingin. "Memangnya kamu ingin mengalami keguguran lagi?"


Tania mengambil pil itu dengan cepat, menelannya dalam satu teguk lalu meneguk air.


Daniel menelpon, lalu menyetir mobil ke pintu belakang Hotel Phoenix.


Manajer hotel sudah lama menunggu. Begitu melihat Daniel, ia bergegas membungkukkan pinggang memberi hormat.


"Tidak usah, pimpin jalan saja!" Gumam Daniel.


"Baik!" Manajer langsung memimpin jalan didepan.


Daniel membungkus Tania erat-erat dengan mantel. Menggendongnya masuk ke hotel. Langsung menuju presidential suite dilantai 39!

__ADS_1


Kamar dimana mereka pernah tidur bersama empat tahun yang lalu...


__ADS_2