
"Kamu mau bagaimana?" Tania melihatnya sambil mengerutkan kening, "Paling tidak, aku hanya perlu mengembalikan uangmu, kan. Sebelumnya, total uang yang kamu berikan sekitar 200 juta lebih, aku kembalikan semuanya padamu!"
"Cukup mengembalikan uang saja? Bagaimana dengan diriku?" Daniel berjalan mendekatinya secara perlahan, tatapannya sangat dingin.
"Kamu memukulku seenaknya, memakiku seenaknya, meniduriku seenaknya. Lalu setelah meniduriku, kamu langsung mengatakan putus hubungan begitu saja?"
"Kamu jangan macam-macam ya!" Tania mundur dengan panik, "Jika kamu menyentuhku lagi, aku akan lapor polisi!"
"Seharusnya aku yang lapor polisi." Daniel berkata dengan nada suara yang dingin, "Siapapun yang melihat video kemarin malam, pasti akan percaya bahwa aku lah korbannya!"
"Dasar bajingan!!" Tania sangat murka, "Kamu sengaja merekam ku untuk mengancamku?"
"..... " Daniel kehabisan kata-kata menghadapi jalan pikirannya itu. "Menurutmu apa yang bisa kudapatkan dengan mengancammu?"
"Kamu... " Tania tidak bisa berkata-kata, sepertinya perkataan ini benar juga. Pria ini sudah mendapatkan tubuhnya. Jika mau mengincar hartanya, siapapun tahu bahwa dia miskin, tidak ada uang yang bisa diperas.
'Ting tong... '
Pada saat ini, dari luar terdengar suara bel pintu, membuat Tania sangat terkejut.
Daniel berjalan mendekat untuk membuka pintu, tetapi Tania mengira Daniel ingin menyentuh dirinya, maka dia langsung mundur dengan panik ke sudut ruangan.
__ADS_1
Sebelah tangan Daniel menekan kepala Tania, tidak membiarkannya kabur, sedangkan tangannya yang lain membuka pintu kamar.
"Tuan... " Dokter wanita yang ada didepan pintu hampir memanggilnya dengan sebutan "Tuan Daniel." Saat melihat isyarat yang Daniel berikan melalui matanya, dokter wanita itupun sibuk mengubah perkataannya, "Halo, Pak. Saya adalah dokter pribadi yang dipanggil oleh Mananer hotel."
"Masuklah!" Daniel menunjuk kearah Tania, lalu berkata, "Coba kamu periksa dan tangani luka dileher dan bahu kirinya."
"Baik." Kelihatannya dokter wanita itu berusia 40 tahun. Dia memakai jubah dokter, membawa kotak obat, dan sikapnya lebih hormat.
"Ada apa ini?"
Tania yang kebingungan, sudah langsung didorong oleh Daniel ke sofa. "Duduk dengan tenang. Setelah dokter menangani lukamu, aku akan mengantarmu pulang."
Mendengar perkataannya, Tania langsung duduk dengan patuh.
"Saya mengerti, terima kasih." Tania mengangguk dan berterima kasih.
Dokter wanita itu meninggalkan beberapa obat radang, memberi hormat kepada Daniel, kemudian pergi.
"Aneh, mengapa sikapnya kepadamu begitu hormat?" Tania merasa bingung.
"Jika memberikan uang, siapapun adalah tuan besar." Daniel memakai baju di depannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan? Tidak bisakah lebih sensitif?" Tania berbalik badan merasakan malu dan panik.
"Bajumu ada dilemari, ambil lah sendiri." Daniel mengingatkan, "Tapi jika kamu ingin pulang dengan memakai jubah mandi hotel, itu juga boleh."
Tania memelototinya, lalu mengambil baju dilemari dan menggantinya dikamar mandi.
Baju terusan berwarna putih yang sangat nyaman, serta sebuah pakaian dalam baru yang sudah diseterilkan. Saat dia coba memakainya, tidak disangka sangat pas dengan tubuhnya, seolah-olah pakaian itu memang dibuat khusus sesuai ukurannya.
Pakaiannya nyaman saat dikenakan, membuatnya sangat leluasa.
"Sudah selesai?" Daniel yang ada didepan pintu bertanya.
"Sudah." Tania membuka pintu dan keluar, "Pakaian ini milik siapa? Sangat pas di tubuhku. Selain itu, bahannya sangat nyaman dan lembut."
"Omong kosong, tentu saja aku membelinya untukmu!"
Daniel mengelus rambut Tania yang masih basah, membawanya untuk duduk di depan meja rias, lalu mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut.
Tania duduk dengan patuh. Melihat dirinya yang ada dicermin, lalu melihat pria yang ada dibelakangnya, sebuah kehangatan pun mengalir didalam hatinya.
Sebenarnya, jika berpikir dari sudut pandang lain, gigolo ini juga cukup baik....
__ADS_1
Patuh membayar utang kepadanya. Setiap kali dirinya menghadapi masalah, dia selalu datang kapanpun dibutuhkan. Saat tahu bahwa kondisi lukanya memburuk, dia diam-diam memanggil dokter untuknya, bahkan pakaian ganti pun sudah disiapkan...
Jika dia tidak bekerja sebagai gigolo, mungkin sekeluarga berkumpul bersama juga merupakan pilihan yang bagus.