
Ini... masih tidak cukup?
Sebenarnya seberapa besar ia menyukaiku?
Tania panik, gawat. Pria ini sudah jatuh terlalu dalam. Jika aku menolaknya lagi, bukankah akan menimbulkan kebencian?
Daniel benar-benar kehilangan kesabaran, ia langsung mendekati Tania. Tubuhnya yang tinggi dan tegap bagaikan binatang buas yang sedang menatap Tania yang berada dibawahnya.
"Presdir Daniel, tenangkan dirimu, tenangkan dirimu!"
Jantung Tania berdegup kencang, hampir saja melompat keluar. Tetapi ia tetap berani berkata, "Anda begitu hebat, aku bukannya tidak menyukaimu. Aku hanya tidak berani menyukaimu, karena aku, aku.... "
"Kalau kamu bertele-tele lagi, aku akan melemparmu keluar." Daniel memegang dagunya, "Kenapa alasannya begitu dibuat-buat!"
Setelah berbicara, ia menundukkan kepala ingin menciumnya...
"Aku sudah punya pacar!"
Tania memejamkan matanya, bicaranya asal ceplas ceplos.
Bibir Daniel sudah menempel di bibir Tania. Tiba-tiba ia berhenti, tidak ada pergerakan apa pun, hanya berhenti disana.
Rasa dingin memancar dari tubuhnya, sudah cukup membuat Tania membeku.
Tania bagaikan mangsa dibawah tubuh binatang buas, ia ketakutan hingga gemeteran.
Beberapa saat kemudian, Daniel mundur dan kembali ke posisi duduknya.
Meskipun rasa agresif itu sudah menjauh, tetapi masih belum menghilang. Satu mobil itu dipenuhi aura yang dingin...
__ADS_1
Tania pelan-pelan membuka matanya, menatapnya dengan takut....
Ingin menjelaskan, ingin menghiburnya, ingin mencari jalan keluar untuk dirinya. Tetapi bibir tidak berani bicara.
"Pacar?" Daniel menatapnya dengan dingin, "Sejak kapan?"
"Sudah agak lama." Suara Tania seperti nyamuk.
Daniel tidak berbicara, ia mengambil gelas anggur dimeja dan menyesapnya.
Setelah meletakkan gelas itu, ekspresi nya berubah lagi menjadi dingin. Di matanya tidak ada kehangatan, "Tampaknya kamu salah paham."
"Hah?" Tania melongo, apakah Daniel syok berat?
"Pertama!" Daniel menggerakkan jarinya, "Aku membawamu pulang kerumah hanya untuk pemulihan, itu karena kamu dilukai oleh staf perusahaan di hadapanku. Jika hal ini tersebar keluar, ini akan merusak reputasi perusahaan!"
"Kedua, aku memberimu kalung hanya sebuah kesenangan. Meskipun 200 Milyar bagi orang sepertimu adalah jumlah yang banyak. Tapi bagiku ini adalah sebuah angka."
"Uh... "
Tania melongo, penjelasan ini tampaknya sangat masuk akal.
Jadi, ia sendiri yang membuat ekspektasi sendiri?
"Jadi, kamu hanya membuat ekspektasi sendiri. Melakukan pembenaran sendiri yang memalukan diri sendiri!"
Daniel seperti tahu apa yang ia pikirkan, langsung memberinya jawaban.
"Berani sekali kamu berpikir aku menyukaimu?" Daniel menyunggingkan senyuman yang mengejek, "Huh, konyol. Memangnya mataku buta?"
__ADS_1
Tania terdiam, menundukkan kepala, dan memainkan jari tangannya. Rasanya benar-benar ingin mencari celah bersembunyi.
"Untuk terakhir kalinya, lihatlah sekali lagi!"
Daniel mengambil dan menggoyangkan kalung rubi dihadapan Tania. Belum sempat ia merespon, Daniel langsung membuka jendela mobil dan membuang keluar kalung itu....
"Ah!!" Mata Tania terbelalak, berteriak keheranan, "Kamu, kamu gila? Itu seharga 200 Milyar!!"
"Berhenti!!" Perintah Daniel.
Mobil pun berhenti!
"Turun." Perintah Daniel dengan marah.
Tania tidak berani berkata sepatah kata pun, ia langsung menarik gaunnya untuk turun dari mobil.
Daniel dongkol melihatnya, ia menendang pantat Tania dengan kasar.
"Ah." Tania jatuh seketika, mirip seperti katak yang terlentang diatas trotoar. Sungguh sakit!!
Melihat hal itu, Lily dan Ryan tercengang, tetapi mereka tidak berani banyak bertanya.
"Jalan." Perintah Daniel dengan dingin.
"Baik!"
Rolls Royce melesat pergi.
Tania bangkit dari trotoar, menepuk-nepuk kedua tangannya yang memar, menyentuh bagian lukanya. Lalu mengangkat gaunnya keatas dan berjalan kebelakang.
__ADS_1
Kalung tadi, seharusnya belum hilang terlalu jauh....
Semoga dapat menemukannya kembali!