
Daniel menatap Tania dengan ekspresi jijik yang membuatnya terdiam, menggertakkan giginya dan berteriak dengan marah, "Apakah kamu babi?"
"Aku, aku... "
Leher Tania yang baru saja sembuh sekarang ditusuk dengan pisau lagi dan dia sangat ketakutan, sehingga dia tidak dapat berkata-kata dengan jelas.
"Hei... Nona Tania, kenapa di saat seperti ini kamu malah kesini?"
Ryan menghela napas, jika hanya ada dia dan Presdir, mereka berdua lebih dari cukup untuk membereskan sampah ini. Tapi tiba-tiba muncul orang yang sengaja mengantarkan nyawanya sendiri.
"Kalian cepat hancurkan sistem X, atau aku akan membunuhnya." Gangster itu memerintahkan dengan arogan.
Tania ingin menangis dan berkata dalam hatinya, habislah, habislah...
Sistem yang begitu penting dan terkait dengan nasib masa depan Grup Sky Well dan bahkan seluruh kota... Dihancurkan olehnya?
Mungkin ia juga akan menghancurkan bumi. Kali ini, Daniel pasti tidak akan menyelamatkannya.
"Bunuh saja wanita bodoh seperti itu, hidup juga tidak ada gunanya!"
Daniel memelototi Tania dengan dingin, mengepalkan tinjunya yang berapi-api, berbalik dan berjalan menuju ruangannya.
"Eh... " Ryan tercengang, apa ini sungguhan atau pura-pura?
"Uh, uh... " Tania menangis sedih, "Aku hanya orang kecil, sekretariat tingkat terendah dilantai 68, tidak ada gunanya bagimu untuk menyandera ku... "
__ADS_1
"Diam!" Gangster itu menggertakkan giginya dengan marah, dalam hati memarahi dirinya sendiri karena merasa seperti orang yang sial, kenapa dia harus menyandera sekretaris tingkat rendah?
"Ok, karena kalian tidak mau menyelamaykannya, akan ku bunuh sekarang__"
Sambil berbicara, gangster itu melambaikan pisaunya dan bersiap untuk membunuhnya...
"Jangan.... " Tania spontan menutup matanya dan berkata, "Gigolo, selamatkan aku!!!"
"Shhhh__"
Terdengar suara angin ditelinganya dan tangan gangster yang memegang lehernya terlepas, kemudian hanya terdengar suara "Dorrrr."
Tania perlahan membuka matanya dan pria dibelakangnya sudah jatuh ke lantai. Pisau ditangannya telah diambil oleh Daniel.
Tania membeku ditempat, melihat punggungnya yang familiar, mengingat adegan barusan di benaknya, jika dia tidak salah ingat, dia baru saja memanggil "Gigolo, selamatkan aku!!", Jadi....
Dia pasti si Gigolo!!!
"Nona Tania, jangan melamun." Ryan mengulurkan tangannya dan menjabat Tania, "Disini berbahaya, ikut kami!"
"Kamu berdarah... "
Pada saat ini Tania menyadari jika Ryan terluka, ada luka di bahu, lengan, dan kakinya, darah menetes ke seluruh tubuhnya.
Tapi, dia sepertinya tidak merasa sakit dan dia tidak bereaksi sama sekali.
__ADS_1
"Hanya tergores, tidak apa-apa." Ryan tidak peduli, tapi dengan ramah mengingatkan, "Konferensi pers telah dimulai, masalah peretas belum terpecahkan, dan sekarang Direktur Toni sedang mengulur waktu, Presdir Daniel sedang berusaha keras, jangan mengganggunya."
"Paham." Tania melihat sekeliling dan tidak bisa menahan perasaan takut....
Disini semuanya hancur berkeping-keping, ada kekacauan di mana-mana, dan sekelompok orang berpakaian hitam tergeletak dilantai, entah apakah mereka mati atau tidak...
Hanya ruang Presdir yang tidak tersentuh sama sekali, seolah seperti lantai suci terakhir.
Bisa dibayangkan apa yang baru saja terjadi__
Daniel berada di ruangannya untuk menjinakkan sistem peretas dan Ryan bertarung sendirian diluar...
Di dalam adalah surga yang tenang, dan diluar adalah neraka.
Hanya dipisahkan oleh sebuah pintu, tapi seperti surga dan neraka.
Pada akhirnya, Ryan bukan tandingannya dan Daniel sendiri yang harus keluar membasmi gerombolan yang tidak tahu diri itu.
Awalnya pertarungan akan segera berakhir, tapi Tania, orang yang sangat bodoh naik keatas....
Tania benar-benar ingin menemukan celah dilantai dan merangkak masuk ke dalamnya, ia benar-benar malu.
"Kenapa babi ini ikut masuk?" Suara dingin Daniel datang dengan nada yang kasar.
Tania mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan kesal, "Aku mengkhawatirkan mu, jadi aku datang untuk melihat situasinya, tidak disangka malah menimbulkan masalah... "
__ADS_1