Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 267


__ADS_3

"Mami...." Carlos tercengang melihatnya. Setelah beberapa saat, ia baru tersadar kembali, lalu mengucek matanya dengan kuat, "Aku sedang tidak bermimpi, kan?"


"Tidak..." Tania menangkup wajahnya dan berkata dengan lembut, "Carlos, Mami sudah pulang!"


"Mami!" Carlos menerjang ke pelukan Tania dalam seketika dan berkata dengan antusias, "Mami, aku rindu sekali padamu. Aku takut tidak bisa bertemu dengan Mami lagi."


"Dasar bodoh, Mami masih ingin melindungi kalian hingga tumbuh dewasa." Tania memeluk Carlos dengan erat, menepuk-nepuk ringan punggungnya dan menenangkannya dengan lembut, "Kedepannya Mami tidak akan meninggalkan kalian lagi."


"Mami...."


Carlos tidak sanggup menahan diri lagi setelah berusaha kuat beberapa hari. Ia menangis dalam pelukan Tania.


Beberapa hari ini juga Carla selalu menangis. Carles sedang menerima pengobatan. Carlos sebagai anak sulung selalu menjaga mereka berdua disaat bersamaan harus mengkhawatirkan nenek dan mami. Selain itu juga, harus bersikap waspada terhadap orang jahat yang ingin menyakiti adik-adiknya...


Anak berusia tiga setengah tahun memiliki kedewasaan dan kebijaksanaan yang langka.


Entah apa pun yang terjadi, ia tidak pernah menangis. Sekalipun matanya merah dan suaranya tercekik, ia akan mengontrol suasana hatinya dengan cepat.


Tetapi sekarang, begitu melihat maminya, ia tidak sanggup menahan diri lagi...

__ADS_1


Semua sikap berpura-pura kuatnya runtuh dalam seketika. Akhirnya, dapat menjadi anak yang sesungguhnya, ia menangis dengan bebas melepaskan emosi dalam pelukan maminya. Menangis sekuat-kuatnya....


Hati Tania terasa pilu, ia tidak berhenti mencium rambut Carlos, "Carlos, jangan takut, Mami sudah pulang. Mami tidak akan pergi lagi!" Tania menenangkannya.


Beberapa lama kemudian, suasana hati Carlos baru stabil. Ia menarik napas dalam, lalu mendongak melihat Tania, "Mami, apa yang terjadi? Dua hari ini Mami kemana? Kenapa aku tidak bisa menghubungi Mami? Apa Mami terluka? Apa Mami ditindas orang?"


"Tidak, tidak, Mami baik-baik saja!"


Tania menggunakan tisu mengusap air mata Carlos sembari menjelaskan....


"Waktu itu, Mami masih kerja. Mami menerima telepon bahwa Nenek sakit dan pingsan, jadi Mami lekas ke rumah sakit menjaga Nenek. Saat Mami menjemput kalian, Mami sudah telat 20 menit. Begitu tiba di persimpangan Jalan Bahagia, kalian sudah tidak ada.... Beberapa hari ini, Mami selalu mencari kalian kemana-mana."


"Nenek sakit, teman dokter Mami telah mengobatinya, kamu tidak perlu cemas!" Tania menangkup wajah tampan Carlos, "Carlos, tidurlah. Mami keluar dulu berbicara dengan guru dan polisi. Besok pagi Mami akan membuatkan sarapan untuk kalian."


"Iya." Carlos menganggukkan kepala dengan patuh, "Mami pergi sibuk dulu. Setelah selesai cepat istirahat."


"Oke." Tania menciumnya lagi, lalu meninggalkan kamar dengan pelan.


Setelah menutup pintu, Tania menarik Bu Desy dan Bu Brenda ke kamarnya. Ia ingin mengetahui situasi detilnya.

__ADS_1


Bu Desy menjelaskan, setelah anak hilang, pihak sekolah sangat cemas.


Mereka juga mencari anak-anak kemana-mana, tetapi tidak ada petunjuk. Akhirnya pergi melapor polisi dan baru tahu bahwa Tania juga telah melapor polisi. Awalnya ingin menghubunginya, namun telepon tidak dijawab. Jadi hanya bisa menunggu kabar dari pihak polisi.


Ia menerima telepon dari pihak polisi pukul enam sore tadi. Katanya anak sudah ditemukan dan meminta dirinya ke Rumah Sakit Prima. Setelah mereka kesana, mereka juga baru tahu kebenarannya yang menyatakan Carles mengejar seekor kucing sampai masuk ke sebuah hutan dan tertabrak diujung jalan.


Selanjutnya, Ryan muncul dan memberi mereka segepok uang, meminta mereka menjaga anak-anak untuk satu malam...


Saat mengucapkan hal ini, Bu Desy bergegas menyatakan pendapat, "Sebenarnya menjaga anak-anak adalah kewajiban kami. Meskipun tidak diberi uang, kami pasti tetap menjaganya. Tetapi orang dari Grup Sky Well memaksa kami menerimanya, jadi...."


"Tidak apa. Grup Sky Well punya banyak uang, jangan menyia-nyiakannya." Tania malah merasa sangat puas, "Mereka yang memberikannya kepada kalian, maka terimalah, toh bukan uangku. Tetapi siapa pelaku tabrakan itu, apakah kalian tahu?"


"Saat perjalanan pulang, kami baru tahu setelah berbicara dengan beberapa paramedis. Pelakunya adalah kakek dari Presdir Grup Sky Well...." jawab Bu Brenda.


Tania terkejut. Ternyata, Tuan Besar yang menabrak Carles, lalu mengantarkan mereka ke rumah sakit?


Apakah ini benar?


Atau adakah hal lain yang disembunyikan?

__ADS_1


"Kakek itu sangat baik pada anak-anak, sekarang anak-anak pun sayang dengannya. Saat pergi pun masih bersikap tidak rela...." ucap Bu Desy.


__ADS_2