Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 133


__ADS_3

Setelah menandatangani surat kesepakatan, Kety dan Alisia pergi dengan angkuh sambil membawa kalung batu ruby.


Ibu Desy dan juga Ibu Brenda pergi ke ruang kamera pengawas untuk menanyakan situasi.


Tania juga bersiap untuk pergi mencari anak-anak, tiba-tiba terdengar suara familiar dari belakang, "Mengapa tidak mencari ku?"


Tania tersentak seketika, berbalik, terlihat wajah Stanley yang tampan. Akhir-akhir ini terlihat dia menjadi lebih kurus, raut wajahnya juga sedikit kelelahan.


Saat sore hari di Grup Sky Well, kepalanya dilukai Daniel, sekarang sudah di perban, juga sudah berganti pakaian baru, tetapi kesedihan itu masih ada....


"Kamu tahu, aku bisa membantumu menyelesaikan masalah ini, mengapa kamu harus selalu menanggungnya seorang diri?" Stanley bertanya sambil mengerutkan kening.


"Terkadang, orang harus selalu mengandalkan diri sendiri." Tania melirik Stanley sambil tersenyum pahit.


Stanley sangat sedih, mengulurkan tangan untuk memeluknya.


Tania mundur tanpa sadar, tangan Stanley kaku, menariknya kembali dengan kecewa, mencela diri sendiri dan tersenyum pahit, "Aku lupa, kamu sudah bukan milikku... "


Ucapan Stanley begitu pilu, tindakan yang begitu menyedihkan, menyentuh lubuk hati Tania.


Kalau dia masih mendekati dan mengganggunya seperti sebelumnya, maka Tania pasti akan menolak dan membencinya.

__ADS_1


Namun, dia yang begitu menahan diri dan kecewa, itu malah membuat Tania sedih.


Tania teringat saat mereka berpelukan untuk pertama kali di usia 16 tahun, Stanley seperti ini, ingin mendekat, tapi juga menahan diri dengan hati-hati....


Itu seperti hubungan mereka yang ditakdirkan untuk tidak bisa bersama, pada akhirnya, hanya tersisa kehampaan.


"Aku bisa menyelesaikan urusanku sendiri. Sebaliknya, untuk apa kamu mempersulit diri sendiri seperti itu? Bidang bisnis begitu besar, selain Grup Sky Well, masih ada banyak pelanggan lainnya."


"Kamu tidak perlu khawatir soal ini, jangan melawan Daniel demi aku, jangan membuat diri sendiri berada dalam bahaya." Stanley tidak ingin membahas hal ini.


"Kamu berpikir terlalu banyak, aku tidak akan seperti itu." Tania menjaga jarak, "Presdir Stanley, seharusnya istri dan ibu mertuamu belum pergi jauh, cepatlah pergi, jangan membuat orang lain salah paham."


"Kristian lah yang memberikan gelang pada Carla, kamu tidak perlu ganti rugi, aku akan menangani masalah ini... "


Saat mendengar hal ini, Stanley cukup terdiam. Dalam waktu yang lama, kemudian dia berbalik dan pergi.


Tania menghela napas panjang, dia juga merasa menyesal, tetapi hal-hal yang disesalkan tidak akan pernah kembali lagi...


"Mami.... "


Saat bersiap untuk pergi, tiba-tiba terdengar suara ketiga anaknya.

__ADS_1


Carla langsung memeluk, dan bertanya dengan mata berair, "Mami, kami tidak bisa menemukan gelang itu, bagaimana ini?"


"Mami, Mamanya Kristian bilang harga gelang itu sekitar 60 Milyar, apakah benar?" Carlos bertanya.


"60 Milyar itu berapa?" Carla bertanya sambil memiringkan kepalanya, melihat kakaknya dengan tidak tenang.


"Bodoh, itu adalah uang yang tidak mungkin Mami dapatkan seumur hidupnya." Carles berkata tanpa berpikir.


Selesai bicara, Carles langsung menutup mulut kecilnya, melihat Tania dengan raut wajah bersalah.


"Mami jangan khawatir, Carles bisa mendapatkan uang setelah besar nanti."


"Anak bodoh!" Tania mengusap kepala Carles, mengelus wajah Carlos, memeluk Carla dan berkata, "Tenang saja, Mami sudah memberikan kompensasi pada mereka, masalah sementara sudah terselesaikan dengan baik."


"Benarkah?" Ketiga anaknya sangat terkejut.


"Benar! Akhir-akhir ini, Mami bekerja dengan sangat baik, mendapatkan banyak uang. Jadi uang gelang itu sudah Mami berikan pada mereka." Tania sengaja bersikap santai.


"Hore, bagus sekali!" Ketiga anaknya bersorak.


"Baiklah, kalian pulang bersama bibi Juli dulu ya, Mami masih ada urusan, jadi pulang nanti akan terlambat!"

__ADS_1


"Ya, ya. Carlos, Carles dan Carla akan patuh."


__ADS_2