Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 114


__ADS_3

"Tenang saja, tidak perlu kamu katakan pun, kami pasti akan melayani wanita cantik ini dengan baik, hahahaha."


Mereka bertiga meneteskan air liur. Melihat Tania yang terbaring diatas sofa, mereka tidak bisa menahan kegembiraan.


Yuni berjalan ke luar dari ruangan. Kemudian ia mengunci ruangan itu. Memandang Tania dengan pandangan dingin, sudut bibirnya terangkat menyunggingkan senyuman sinis.....


"Tania, jangan takut. Sekarang juga aku akan pergi mencari pacarmu.Biar ia bisa melihat tingkah nakalmu, mungkin ia akan semakin mencintaimu! Hahaha."


.......


"Wanita cantik, kami datang!" Seorang pria berambut flattop memgulurkan tangan kotornya kepada Tania.


"Tunggu." Seorang pria botak lainnya mengeluarkan ponsel, "Wanita seseksi ini, mana cukup main sekali saja? Seharusnya kita merekamnya. Dengan begitu, kedepannya dia masih bisa kita gunakan."


"Kakak, kamu pintar sekali." Kedua pria lainnya memuji.


Pria botak itu meletakkan ponsel dan menyalakan mode rekaman. Kemudian mengeluarkan tiga topeng dan dibagikan kepada dua teman lainnya. "Pakai topeng, jika videonya tersebar, tidak ada yang tahu kita yang melakukannya."


"Kakak, kamu memang bisa diandalkan!"


"Cepat, kalian berdua minggir. Aku duluan!"


"Ah... ok. Cepat sedikit!"


"Aku sangat menantikannya!" Pria berkepala botak mendekati Tania dengan cabul, "Wanita cantik, aku datang!"

__ADS_1


.......


Yuni hendak kembali ke ruang VIP nya, tapi malah bertemu Daniel ditengah jalan!


Kelap-kelip lampu tidak bisa menyembunyikan aura neraka ditubuhnya. Mata hitam dengan aura binatang buas mendekatinya langkah demi langkah. "Dimana Tania?"


"Presdir Daniel... " Yuni tersenyum kaku. Ia memaksa dirinya untuk bersikap tenang, namun suaranya malah gemetar. "Tania... ia minum banyak. Aku ingin membawanya keluar menghirup udara segar. Tetapi, saat aku mengambil air untuknya, ia malah hilang dari pandanganku... Aah... "


Ucapan Yuni belum selesai, lehernya sudah langsung dicekik oleh Daniel!


Tangan itu bagikan cakar binatang buas. Seketika membuat Yuni sulit bernapas.


Yuni membuka mulutnya, matanya penuh dengan ketakutan....


Pria dihadapannya ini seperti bukanlah manusia, melainkan dewa kematian penentu takdir. Jika ia menggunakan tenaga lebih besar lagi, hidup Yuni pasti berakhir!


"Ah... " Tangan Yuni gemetar, ia menunjuk sebuah ruangan yang terkunci.


Dua orang pengawal berbaju hitam memimpin yang lain menuju ruangan itu.


Daniel tidak melepaskan Yuni, malahan menarik rambutnya, menyeretnya kearah ruangan terbengkalai itu.


"Ahh_ _"


Sepanjang jalan, beberapa tamu yang melihat ini sangat ketakutan. Ada yang berteriak dan melarikan diri.

__ADS_1


"Kumohon padamu, lepaskan aku. Aku tidak tahu apa-apa_ _"


Yuni menendang-nendangkan kakinya, matanya membelalak penuh ketakutan. Ia tidak berhenti memohon.


"Ah... "


Terdengar suara ketakutan dari dalam ruangan. Para pria itu belum sempat bereaksi, tapi sudah terlebih dahulu ditendang jauh oleh Ryan.


Tubuh gemuk itu menabrak dinding dan jatuh ke lantai. Terdengar suara keras 'brak' lalu kemudian hening.


Kedua pria lainnya ingin melarikan diri, namun mereka langsung dibekuk oleh pengawal, lalu berlutut dilantai.


Daniel berjalan masuk dan melempar Yuni kedalam.


Kedua pria itu langsung menunjuk Yuni, "Dia, dia yang membayar kami untuk melakukannya... "


"Bukan, aku tidak.... " Yuni menggelengkan kepala dengan ketakutan.


Daniel mengabaikan mereka, kemudian ia melepaskan mantelnya menutupi tubuh Tania. Ia menggendong Tania meninggalkan ruangan itu. Tak lupa, ia memerintah tanpa menolehkan kepala sedikitpun, "Kalian, layani wanita itu sesuai yang dia perintahkan sebelumnya!"


Kedua pria itu bengong, lalu menganggukkan kepala, "Baik, baik!"


"Jangan, jangan.... jangan.... "


Teriakan ketakutan Yuni terdengar dari dalam ruangan, tetapi tidak ada yang menghiraukan....

__ADS_1


"Manusia berdosa ini tidak boleh hidup!" Ryan mengucapkan perkataannya lalu pergi dengan bawahan lainnya.


__ADS_2