Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 20


__ADS_3

Keesokan paginya, Tania mengantar Carla naik bus sekolah dan bergegas pergi ke kantor.


Karena ia akan terlambat, ia terus berlari menuju lobby kantor sambil menenteng sepatu hak tingginya. Saat itu juga mobil Rolls Royce tiba-tiba melaju dari sampingnya, tanpa ada niat sedikitpun untuk melambat.


Tania terkejut dan tidak bisa menghindarinya, ia pun jatuh ke tanah. Dan mobil itu berhenti tepat dengan jarak hanya satu inci darinya.


Hanya satu inci! Dan Tania akan bertemu dengan dewa kematian.


Jantungnya hampir copot karena terkejut, namun orang yang ada di mobil tidak terlalu mempedulikannya.


Penjaga keamanan melangkah maju ke arah Tania untuk membantunya, tetapi ia malah menegurnya.


"Lain kali jalan yang benar, kamu hampir menabrak mobil Pak Presdir."


"Jelas-jelas mereka lah yang hampir menabrakku." Tania sangat marah dan menoleh untuk melihat orang di dalam mobil.


Pengawal balas menatapnya dengan wajah datar, tanpa ekspresi sedikitpun.


Daniel yang di kursi belakang, menatap Tania dengan tatapan dingin!


Tania tertegun, apa-apaan ini! Jelas-jelas aku lah korbannya!!!


Daniel memberi isyarat dengan tangannya, dan mobil itu langsung melaju meninggalkan Tania.


Tania sangat marah, tetapi dia hanya bisa mengelus pergelangan tangannya yang memar dan bokongnya yang sakit, lalu dengan perlahan berjalan masuk ke gedung perusahaan.

__ADS_1


Di dalam lift tiba-tiba dia teringat sorot mata Daniel tadi, dan bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya apa yang membuat iblis itu begitu Tersinggung?


Sejak dia bergabung dengan perusahaan hingga saat ini, dia terus bekerja keras, melakukan tugasnya dengan baik, dan tidak melakukan kesalahan apa pun.


Pertama kalinya berpapasan dengan iblis itu adalah ketika di kantin waktu itu, ia lah yang menabraknya, sehingga dia menumpahkan spaghetti ke wajah Alex.


Tania pikir saat itu dia sengaja membantunya, memberi pelajaran pada Alex, sepertinya dia salah.


Tadi dia hampir menabraknya, membuatnya jatuh dan memar, dia bahkan tidak mengatakan apa-apa, malah menatapnya dengan tatapan mengerikan itu.


Sungguh aneh!


Mungkin saja, dia memang terlahir sebagai iblis yang murung!


Jika di pikirkan kembali, Tania malah sedikit lebih lega, luka di kulit adalah masalah sepele, selama ia tidak menyinggung si iblis itu. Jika tidak, hari-hari yang akan datang di perusahaan ini akan lebih sulit.


Sesampainya di lantai 13, Noah manajer departemen administrasi, memarahinya dengan keras.


"Kamu baru beberapa hari bekerja, tapi sudah berani terlambat? Kamu pikir kamu siapa, Nona kaya raya?"


"Aku..... "


"Hari ini, Pak Presdir kemari untuk memeriksa kehadiran karyawan dari masing-masing departemen, dan departemen kita di kritik habis-habisan karena kamu terlambat. Bonus departemen di kuartal ini jadi sia-sia karena ulahmu."


"Maap manajer, ini semua karena..."

__ADS_1


"Jangan banyak alasan!" Noah memotongnya dan berteriak dengan marah.


"Tinggalkan pekerjaanmu sekarang, dan pergi ke lantai 68 bersihkan kolam renang!"


"Hah? Pergi ke kolam renang? Mengapa?" Tania tertegun.


"Mengapa??" Noah berkata dengan wajah tegas.


"Ini adalah hukuman untukmu, apa kamu ingin gajimu dipotong?"


"Tidak, tidak mau!" Begitu mendengar tentang pemotongan gaji, ia langsung berubah menjadi lunak dan mengalah.


"Aku akan membersihkan kolam renang segera."


__ __


Di lantai 68, rooftop gedung, ada kolam renang yang sangat mewah. Berenang disini seperti berenang diatas langit, berenang bermandikan langit biru dan awan putih.


Bisa dilihat, kolam renang ini pasti dibuat khusus untuk si iblis itu!


Kolam ini sudah bersih, bahkan ubin lantainya pun bisa digunakan sebagai cermin. Tania sungguh tidak mengerti, mengapa dia masih harus membersihkannya?


Namun, bagi Tania, selama tidak ada pemotongan gaji, dia rela melakukannya.


Tidak terasa tiga jam berlalu, ubin lantai sudah dibersihkan. Dan air kolam pun sudah di ganti dengan air bersih.

__ADS_1


Tania bersiap mengemasi barang-barangnya dan hendak turun, tapi ketika dia berbalik, tiba-tiba ada orang yang sedang duduk di kursi santai kolam renang, ia terkejut.


"Pak Presdir, sejak kapan anda disana?"


__ADS_2