
Viktor membawa Tania ke restoran hot pot khas Thailand di tepi laut. Ketika Tania melihat kata 'Thailand' ini, ia merasa tidak nyaman...
Walaupun ia yakin Mario bukanlah pria dimalam itu, tetapi foto mesra yang dipotret itu membuatnya jijik.
Apalagi, foto-foto itu sudah menjadi kartu AS Kety dan Alisia.
Begitu foto itu terekspos, tidak hanya reputasinya yang rusak bahkan ini akan mempengaruhi anak-anaknya.
"Kenapa?" Viktor melihat raut wajah Tania kurang baik, "Apa kamu tidak ingin makan hot pot Thailand? Kalau begitu kita ganti restoran lain." Tanya Viktor dengan perhatian.
"Tidak apa, tidak usah ganti."
Tania memikirkan Viktor yang telah mempersiapkan segalanya dengan tulus, ia tidak ingin membuatnya sedih. Selain itu, tempat ini jauh, jika ganti restoran akan membutuhkan waktu lebih lama lagi.
"Kalau begitu, ayo kita masuk."
Viktor menarik Tania masuk ke ruang VIP yang sudah di pesannya. Ia memesan seluruh makanan kesukaan Tania.
Setelah pelayan keluar dari ruangan, mereka berdua mulai mengenang masa lalu. Membicarakan masa-masa kuliah. Keduanya mengobrol dengan senang. Bagaimanapun, saat itu adalah kenangan masa muda bahagia dan sederhana....
Kemudian Viktor menanyakan keadaan Tania sekarang.
Senyuman Tania langsung menghilang, wajahnya menegang. Ia menundukkan kepala sambil minum teh. Tidak bicara sepatah kata pun.
__ADS_1
"Aku dengar dari Garcia, hubunganmu dengan Presdir Daniel dari Grup Sky Well... sangat baik?" Tanya Viktor dengan ragu-ragu.
"Ia adalah bos ku." Jawab Tania santai.
"Tania... " Viktor mengingatkannya dengan nada serius, "Jangan menyinggung Daniel!"
Tania menatapnya dan bertanya dengan bingung, "Kenapa kamu bicara seperti itu?"
"Bagaimana menjelaskannya kepadamu... " Viktor berpikir, lalu menjelaskan dengan sederhana, "Ada legenda dalam dunia bisnis. Bagian selatan ada Daniel. Bagian utara ada Moore. Kedua keluarga ini adalah pemimpin terkemuka di lingkaran bisnis negara kita. Mereka sangat berbahaya, sangat-sangat kompleks. Kamu terlalu polos, tidak cocok dengan keluarga itu!"
"Oh... " Tania mengangguk-angguk kepala, "Aku kira kamu tahu sesuatu."
"Apa?" Viktor kebingungan.
Viktor berbeda dengan Stanley, Daniel bahkan Billy....
Dari kecil ia menyukai seni, tidak menyukai bisnis, dan tidak menyukai kehidupan yang kompetitif. Ia dan para pebisnis yang menyusun strategi adalah dua dunia yang berbeda.
Ia juga tidak secerdas dan selincah Billy atau suka bersenang-senang.
Ia tidak ada hubungannya dengan strategi perebutan kekuasaan. Ia memperlakukan hal-hal itu murni seperti kertas kosong. Ia tidak tamak seperti peri yang menginginkan hal duniawi. Ia benar-benar polos dan sederhana...
Tania tidak ingin ia masuk ke dalam lingkaran itu!
__ADS_1
Dengan cepat pelayan menyajikan makanan, lalu keduanya makan hot pot sambil mengobrol.
Viktor masih sama seperti dulu begitu perhatian menjaga Tania, Tania juga sudah terbiasa dengan perlakuannya.
Saat sedang makan, telepon Tania berdering. Bibi Juli yang menelepon, dan ia keluar mengangkat telepon.
Bibi Juli bilang kalau Carla flu dan demam, sekarang sudah diantar ke rumah sakit untuk pengobatan.
Tania panik begitu mendengarnya, ia bergegas menanyakan kondisi detailnya.
Bibi Juli menenangkannya bahwa hanyalah flu dan demam biasa, bukan hal yang besar. Ia meminta Tania jangan cemas. Hanya saja, Carla rindu dengan maminya, ia terus memanggil 'Mami'.
Tania ingin sekali melesat terbang ke sisi anaknya, tetapi mengingat masalahnya belum selesai. Ia tidak berani ke desa untuk mencarinya. Ia hanya bisa meminta bibi Juli menjaganya dengan baik. Setelah masalahnya selesai, ia akan segera mencari mereka.
Setelah menutup telepon, Tania bersiap kembali ke ruangannya. Tiba-tiba, ia melihat pintu ruangan di seberangnya terbuka. Melalui celah 2 inci, ia melihat dua sosok orang familiar...
Stanley dan Garcia!
Semestinya Stanley telah minum banyak alkohol, suasana hatinya sangatlah terpuruk. Ia minum alkohol sambil berbicara dengan sedih.
Garcia sangat sedih melihatnya, ia tak bisa menahan diri untuk memeluknya...
Stanley tidak mendorong Garcia, malahan menangkup wajahnya dan menciumnya...
__ADS_1