
Jika kelak kamu berkesempatan melihatnya, tolong bantu ayah mengatakan padanya bahwa ayah mencintainya seumur hidup. Jika ada reinkarnasi, ayah tetap ingin bersamanya, dan mohon padanya berikan ayah kesempatan sekali lagi!
Sayangnya... sekarang ayah bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah meninggal, mungkin dia sudah lama pergi ke surga, menunggu di dunia lain...
Sekarang, aku paling khawatir tentangmu. Selama 19 tahun ini, ayah sekuat tenaga mencoba memberikan kasih sayang yang terbaik untukmu, tapi ayah lupa mengajarimu kemampuan untuk melindungi diri sendiri! Meninggalkanmu sendirian, dan menghadapi badai yang dahsyat...
Ayah bisa membayangkan betapa sulitnya hidupmu setelah kepergianku. Akan ada banyak orang yang mengincar mu, dan menggunakan segala cara untuk merebut properti mu. Mungkin kamu akan bisa hidup damai saat kamu tidak punya apa-apa. Jika mereka ingin merebut, biarkan saja. Namun, ayah sudah menyiapkannya....
Di dalam map perak ada kartu bank dari rekening pribadi ayah di Swiss untukmu. Ayah menabung 140 Milyar Dollar US setiap tahun sejak kamu berusia 13 tahun. Lima tahun kemudian, ketika kamu menerima surat ini, uang di akun tersebut seharusnya menjadi minimal ada 1,4 Triliun. Jumlah uang ini cukup untuk makan dan pakaian selama sisa hidupmu. Hiduplah dengan sederhana, tapi ayah tidak tahu apakah hidupmu akan berjalan semulus yang ayah pikir? Selain rekening bank, ada juga kartu hitam.
Ada nomor telepon di kartu itu, dan ketika kamu benar-benar putus asa, hubungi orang ini dan beritahu dia nama ibumu.
Dia akan segera muncul.
Tidak peduli seberapa besar masalahnya, dia akan menyelesaikannya!
Tapi Tania, ingatlah, jangan menelepon dia, kecuali kamu tidak punya pilihan lain. Karena, begitu kamu meneleponnya, kamu akan memulai kehidupan lain...
Harap ingatlah baik-baik!'
Setelah membaca surat ini, hati Tania menjadi rumit, ternyata ayahnya memiliki banyak rahasia...
Keluarga siapa yang tidak dapat dihadapi oleh ayah?
Apakah keluarga itu terlibat kematian dengan ayah?
Siapa orang misterius di balik nomor telepon itu?
__ADS_1
Kenapa begitu meneleponnya, maka akan memulai kehidupan lain?
Kenapa masalah sebesar apa pun, bisa diselesaikan olehnya?
Dalam kartu hitam itu, Tania melihat serangkaian nomor telepon yang di tulis tangan dengan huruf berwarna emas.
Ternyata nomor telepon luar negeri.
Tania memeriksa di ponselnya dan nomor itu adalah nomor telepon Negara Maple, tapi malah mudah diingat. Angka sembilan lima kali, setelah beberapa kali dilihat, dia sudah ingat.
Tania memikirkan, siapa sebenarnya orang itu?
Ketika hendak membuka album foto, tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata Daniel yang menelepon...
Tania panik, bahkan terjadi konflik batin. Tapi, dia tetap mengangkatnya, "Halo."
"Aku ingin bertemu denganmu." Daniel selalu mendominasi, "Sekarang, segera!"
"Katakan alamatnya dan aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu." Daniel tidak memberi ruang untuk menolak.
Tania menarik napas dalam, "Tidak perlu menjemput ku, kamu ada di rumah?"
"Diluar, alamatnya akan ku kirim ke ponselmu."
"Ok." Tania hendak menjawab dan menutup telepon.
"Setengah jam!" Daniel menambahkan lagi.
__ADS_1
"Dari sini jauh sekali... " Telepon sudah ditutup sebelum Tania selesai bicara.
Tania menjadi sangat marah, Daniel tidak peduli seberapa jauh dia dari sana.
Tania tiba di lokasi, tapi dia tetap terlambat sebelas menit. Turun dari taksi dan Lily menyapanya dengan payung dan mengingatkannya, "Nona Tania, hari ini adalah hari yang spesial. Suasana hati Tuan Daniel sedang tidak baik, Anda harus berhati-hati!"
"Hah? Hari ini hari apa memangnya?" Tania merasa tidak nyaman setelah mendengar perkataan darinya.
"Nanti Anda akan tahu." Lily berkata dengan lembut, "Tidak peduli apa pun, tolong jangan buat dia marah."
"Baiklah... " Tania mengerutkan kening dan berjalan dengan cepat.
Daniel duduk di dekat jendela, memperhatikan hujan di luar jendela dengan tenang.
"Maaf, aku terlambat... " Tania meminta maaf dengan lembut, "Jaraknya agak jauh, jadi... "
Daniel membalas tatapannya dengan ekspresi tenang.
"Kamu tidak marah, kan?" Tania menatapnya dengan takut.
"Kamu pergi kemana?" Daniel menatapnya.
"Makam..., pergi untuk mengunjungi ayahku."
Begitu mendengar perkataannya, Daniel menurunkan mata dan terdiam, lalu memberi isyarat agar dia memesan.
Tania memesan makanan lalu berkata kepada Daniel, "Hari ini, kenapa kamu begitu santai dan mengundangku makan malam diluar?"
__ADS_1
"Hari ini adalah hari ulang tahunku!"
Tania tercengang, dia sama sekali tidak menyiapkan apa pun untuk ulang tahunnya.