
"Bagaimana menurutmu?" Daniel mencubit dagunya dan mengangkat wajahnya, membiarkannya melihat tatapan matanya yang dingin, "Tidak ada yang berani memberikan barangku kepada orang lain, kamu yang pertama!"
"Tidak, aku... " Tania baru mengerti, tapi dia tidak tahu harus mulai menjelaskan dari mana.
"Sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan." Daniel mengejeknya dengan senyum dingin, "Jadi, bagaimana kamu menjelaskannya kepadaku?"
"Maaf... " Tania menundukkan kepalanya, "Sebenarnya, aku harus memberikan kompensasi pada orang lain, tapi biaya kompensasinya sejumlah 200 Milyar. Bahkan jika aku menjual diriku, juga tidak dapat menggantinya... "
"Baik, lakukan seperti yang sudah kamu katakan."
Daniel memotong perkataannya, berbalik badan dan kembali ke kursi, dia mengambil kertas dan pena kemudian menulis sesuatu.
"Uh... " Tania bingung, "Apa yang kamu lakukan?"
"Seperti yang kamu katakan, menjualmu untuk melunasi utang." Daniel dengan cepat menyusun perjanjian pembayaran utang dan menyerahkannya kepadanya, "Tanda tangani, dan berikan sidik jarimu!"
".... "
Tania mengambilnya dan seketika tercengang.
Perjanjian pelunasan utang: Tania berutang kepada Daniel 200 Milyar, dikurangi bonus 4 Milyar, total utang sebesar 196 Milyar, dan secara sukarela menjual dirinya kepada Daniel. Mulai saat ini, Tania harus mematuhi perintah Daniel, selalu siap siaga setiap saat....
__ADS_1
"Lunasi 196 Milyar ku, atau berikan kalung rubi ku sekarang, atau kamu tanda tangani surat perjanjian ini, kamu pilih sendiri!"
Daniel menunjuk-nunjuk surat perjanjian itu dengan ujung pena, seperti seorang hakim yang sedang mengumumkan nasibnya.
Tania tiba-tiba merasakan guntur yang menggelegar, langit berputar dan dia hampir pingsan....
Bagaimana dia bisa lupa bahwa iblis memakan daging, dan juga tulangnya!
Beraninya dia mengusiknya?
Bukankah ini namanya cari mati?
"Hmm?" Kesabaran Daniel hilang sedikit demi sedikit.
"Kalung itu kamu yang memberikannya kepadaku, banyak saksinya. Oleh sebab itu, kalung itu sudah menjadi milikku, terserah aku mau aku apakan, atas dasar apa kamu memintaku membayar uang kompensasi? Bahkan jika kamu membawanya melalui proses hukum, kamu tidak akan menang."
"Bagus." Daniel mengangkat sudut bibirnya, "Kamu membicarakan hukum denganku?"
"Memang begitu kan... " Tania berpura-pura tenang.
"Aku memang memberikannya kepadamu, tapi kamu mengembalikannya lagi padaku." Daniel mengatakan kata-kata yang masuk akal, "Karena kamu sudah mengembalikannya kepadaku, itu berarti bukan milikmu lagi. Aku membuang kalung itu, itu urusanku, tapi kamu memungutnya kembali, dan tanpa seizin ku kamu memberikannya kepada orang lain... "
__ADS_1
Setelah selesai bicara, dia langsung menelpon Ryan, "Panggil pengacara Joey kesini."
"Baik."
"Tunggu, tunggu sebentar." Tania panik seketika, "Presdir Daniel, mari kita bicarakan baik-baik."
"Bukankah kamu tadi penuh percaya diri?" Daniel mengangkat alisnya.
"Aku tidak mengerti.... " Tania terasa lemas, dan dia ingin menangis, "Kamu membuang kalung seharga 2 Milyar, itu berarti kamu tidak peduli sama sekali. Kenapa aku harus menggantinya?"
"Aku bisa memberikan kamu kalung seharga 2 Milyar, dan aku juga bisa membuangnya sesuka hatiku. Tapi aku tidak mengizinkan kalung itu dipakai oleh wanita lain, itu sama saja seperti penghinaan bagiku!"
Daniel memperingatkan dengan sungguh-sungguh, "Kamu harus membayar atas tindakan bodohmu itu!"
Tania tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak seharusnya meremehkannya.
Terlebih lagi, ia tidak seharusnya mempercayai Alisia!
Wanita bodoh itu malah mengenakan kalung rubi untuk pamer, hal itu tidak hanya melukai Daniel, tapi juga melukai dirinya sendiri....
"Aku tidak punya waktu banyak." Daniel melihat jam tangan, "Jika kamu tidak menandatanganinya, aku akan menyerahkannya kepada pengacara."
__ADS_1
"Aku.... " Tania bingung dan berpikir sejenak, lalu dia berkata dengan ragu, "Beri aku sedikit waktu, aku akan mengembalikan kalung itu, oke?"
"Ok, aku berikan satu kesempatan lagi." Daniel dengan santai mengangguk dan berkata lagi, "Berapa lama?"