
Tania termenung, dia tidak mengira orang yang lembut dan anggun seperti Stanley, rupanya bisa memukul orang juga.
"Dani, antarkan Nyonya pulang." Perintah Stanley dengan dingin.
"Baik." Dani segera maju dan membujuk Alisia, "Nyonya, tenanglah. Mari bicarakan hal ini dirumah, banyak orang melihat kita."
Orang yang lewat semua berhenti untuk menonton, dan beberapa orang juga mengambil poto mereka.
Drama perselisihan orang kaya semacam ini merupakan favorit banyak orang, begitu tersebar di internet pasti akan menjadi berita utama.
"Kenapa aku harus pergi? Orang yang di permalukan itu aku." Alisia marah sampai tubuhnya gemetar, "Stanley sampai sekarang kamu masih melindunginya? Sebenarnya siapa istrimu."
"Cukup." Stanley memotong pembicaraannya, dan berteriak kepada Dani, "Kenapa kamu bengong? Bawa dia ke dalam mobil."
"Baik."
"Nyonya, ayo kita pergi... "
"Tidak, kenapa aku harus pergi?" Alisia tidak mau mengalah, dan melemparkan tas nya untuk memukul Tania. "Dasar wanita ******, kamu ingin merebut suamiku, aku tidak akan membiarkannya." Stanley melindungi Tania dari belakang.
Melihat hal ini, Alisia semakin marah. Mengelilinginya dan memukuli Tania.
"Wanita ******, jangan pergi kamu.... "
__ADS_1
Alisia masih ingin mengejar Tania, tapi dia tidak sengaja malah memukul lengan Stanley yang terluka.
Stanley mengerang, wajahnya memucat kesakitan, dan keringat terus bercucuran di tubuhnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Alisia baru menyadari Stanley terluka,dia panik dan bertanya, "Kamu terluka? Bagaimana kamu bisa terluka?"
"Lengan Presdir Stanley terluka, karena tertimpa benda berat, ayo kita periksa dulu... " Kata Dani.
Alisia segera memapah Stanley kedalam rumah sakit.
Tania melihat kejadian ini dari dalam taksi, hatinya di penuhi perasaan campur aduk......
Dulu dia tidak mengerti makna dari sebuah pernikahan, tetapi sekarang tampaknya dia mengerti. Pernikahan adalah: Tidak peduli seberapa banyak perselisihan yang terjadi, pada akhirnya ikatan suami istri masih akan tetap berjalan berdampingan.
Sedangkan dia, seharusnya menjauh.....
Tania memikirkan masalah Stanley, tanpa disadari dia sudah sampai perusahaan.
Ketika turun dari mobil, dia baru menyadari bahwa dia tidak membawa ponselnya. Untung di kantongnya ada uang tunai yang bisa digunakan untuk membayar taksi. Ponselnya seharusnya terjatuh ditempat parkir saat ia bertugas, Tania segera ke departemen keamanan mencari David.
David memberikan ponsel itu kepadanya, "Kamu ceroboh sekali, pergi tidak membawa ponsel. Jika terjadi sesuatu, kamu tidak bisa menghubungi siapapun."
"Terimakasih, aku kira ponselku hilang."
__ADS_1
Tania mengambil ponselnya, dan menyadari bahwa ponselnya tidak ada baterai, dan segera pergi untuk mengisi daya. Tanpa disadari, karena masalah ini, dia melewatkan sebuah masalah besar.
**********
Di taman kanak-kanak di ruang kepala sekolah.
Carlos terlihat serius memandangi orang-orang yang ber jas hitam dan sepatu kulit, tanpa rasa takut sedikitpun, dia mengangkat dagunya, berkata dengan wajah dingin dan arogan, "Menculik anak-anak itu sebuah pelanggaran Hukum."
"Hah!" Ryan tidak bisa menahan tawanya, dan berkata kepada Daniel yang ada dibalik layar. "Presdir, anak kecil ini benar-benar mirip denganmu."
"Lakukan dengan benar." Daniel menurunkan matanya dan menyesap teh dengan elegan.
"Baik." Ryan berkata dengan lembut kepada Carlos, "Anak kecil, jangan takut, kami bukan orang jahat. Kalau kami jahat, mana mungkin Kepala sekolah dan gurumu membawa kamu menemui kami, iyakan?"
Carlos melirik Kepala sekolah baru dan guru baru yang gemetar yang ada di sampingnya, mengangkat alisnya dan berkata dengan dingin, "Katakan kepadaku, apa yang kalian inginkan?"
"Jadi begini.... " Ryan berpikir bahwa dia harus berkomunikasi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, kemudian Ryan berkata dengan suara yang pelan banget dan lembut, "Minggu lalu, apakah papa mama mu mengajakmu ke Mall Central Park?"
"Apa yang ingin kamu coba katakan?" Carlos mengerutkan keningnya, wajahnya yang tampan penuh dengan ketidaksabaran, "Aku bukan anak berusia satu atau dua tahun, tidak perlu berbicara dengan nada seperti itu, itu tidak enak di dengar!"
"Uh.... " Ryan tercengang, sudut bibirnya berkedut.
Dan pengawal di sebelah Ryan tertawa terbahak-bahak, karena melihat Ryan yang tercengang dan mulutnya yang mengangap, anak ini sangat pintar.
__ADS_1
Daniel yang berada di belakang layar, akhirnya mengangkat kepalanya dan melihatnya.......