Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 60


__ADS_3

Dari pintu terdengar suara seseorang yang diseret, dan suara langkah kaki....


Ryan dengan kasar, menyeret Alex keluar.


Alex masih memohon, "Presdir Daniel, aku mohon lepaskan aku, asalkan Anda bersedia memberikanku kesempatan, aku berjanji akan menjadi anj***mu yang paling setia..... "


Langkah kaki terdengar makin dekat, Tania buru-buru melarikan diri, pada saat yang bersamaan, Yuni berjalan mendekat, "Tania, kenapa kamu bisa disini?"


Tania tidak sempat menjawab, ia buru-buru kabur menggandeng tangan Yuni. Namun, pintu ruangan Presdir sudah terbuka.........


"Bagaimana kalian bisa ada disini?" Terdengar suara Ryan yang terkejut.


Tania berpaling melihat Alex berlutut diatas lantai, kerahnya ditarik oleh Ryan, ia mengenakan seragam satpam, rambutnya begitu berantakan, penampilannya sangat memalukan.


"Tania!!!" Alex menatap Tania sambil menggertakkan giginya, "Kamu membuatku jadi seperti ini, masih berani menertawakanku???"


"Manajer Alex?" Yuni melihat Alex, awalnya terkejut, lalu bertanya pada Ryan, "Pak Ryan, apa yang sedang Anda lakukan? Kenapa memperlakukan Manajer Alex seperti ini?"


"Bukan urusan kalian, minggir." Ryan tidak ingin banyak bicara, ia menyeret Alex pergi.


"Tania, aku bunuh kamu..... "

__ADS_1


Alex tiba-tiba melepaskan diri dari Ryan, mengeluarkan pisau belati, berlari kearah Tania seperti orang gila.


Tania secara refleks menghindar, namun sepasang tangan dibelakang mendorongnya dengan keras.


Tania jatuh ke lantai, dan Alex menahannya dari belakang, pisau belati itu dengan keras menusuk ke bahunya....


"Ahh!!" Tania berteriak kencang, darah segar mengalir.


Ryan hendak melangkah maju, Alex langsung menodongkan pisau ke leher Tania dan berkata dengan nada mengancam, "Jangan mendekat, jika berani maju selangkah lagi, akan ku bunuh dia!!"


"Alex, tenanglah." Ryan mengayunkan tangannya ke bawah, mencoba menstabilkan emosinya, "Yang kamu perbuat hanya dosa ringan, jangan buat jadi dosa besar, kamu bisa merusak masa depanmu!"


"Betul Manajer Alex, kamu tenang sedikit." Yuni ikut meyakinkan.


Aku ingin balas dendam padanya, jadi aku sengaja mendorong kotak-kotak itu, namun kotak itu bahkan tidak mengenainya, tapi kalian menyerahkan ku ke polisi. Kenapa? Kenapa mempermalukan ku seperti itu?"


"Karena kamu, seharusnya mati!!" Suara yang mendominasi tiba-tiba terdengar, aura kuat hadir melawan kesombongan Alex.


Daniel keluar membelakangi cahaya, seperti seorang dewa!


Kesombongan Alex lenyap, dengan suara pelan Alex memohon. "Presdir Daniel, aku mohon jangan serahkan aku pada polisi, asalkan Anda melepaskan aku, aku akan langsung menghilang, tidak akan muncul kembali!!"

__ADS_1


"Presdir Daniel, lepaskan saja dia." Yuni langsung melanjutkan, "Tania terluka begitu parah, jika dibiarkan terus, dia bisa mati."


Daniel menyipitkan matanya, dan menatap Tania dengan tatapan dingin.


Tania kesakitan sampai seluruh tubuhnya gemetar, wajahnya pucat, ia menggigit bibir bawahnya dengan keras, tidak bersuara sedikitpun.


Luka di bahunya terus menerus mengeluarkan darah, seragam satpam hitam yang dikenakan sudah basah berlumuran darah. Ditambah sekarang Alex menodongkan pisau di lehernya, leher yang tadinya halus dan putih, kini tergores dan berdarah.....


"Ah aku tahu, kenapa Anda memperlakukan aku seperti ini, Anda tertarik pada wanita ini." Alex tertawa dingin, "Jangan khawatir, aku belum menyentuhnya, asalkan Anda melepaskan aku, dia akan jadi milikmu."


Mendengar perkataan ini, Tania mengangkat kepalanya menatap Daniel, tidak mungkin.....


"Atas dasar apa kamu mengancamku?" Daniel akhirnya buka suara, nada bicaranya sangat dingin. "Tidak ada orang yang bisa mengancamku!"


"..... "


Semua orang tertegun, tidak ada yang menyangka ia akan berbicara seperti itu.


"Jadi, Anda ingin dia mati?"


Alex sangat marah, menekan kembali pisau yang ada dileher Tania, darah segar langsung mengalir dari leher Tania.

__ADS_1


Tania mengangkat kepalanya, tidak peduli seberapa banyak ia memberontak, ia sudah dapat merasakan nafas kematian.....


__ADS_2