Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 232


__ADS_3

Tania menghentikan langkahnya, menoleh dan bertanya, "Apa maksudmu?"


"Tidak ada apa-apa." Veronica berkata dengan setengah senyum, "Cari tahu saja sendiri!" lalu dia berbalik dan pergi.


Tania mengingat perkataannya barusan dan suasana hatinya menjadi rumit.


Stanley, Frank, dan Kety, semuanya mengisyaratkan jika kematian ayahnya terkait dengan Daniel, sekarang Veronica juga mengatakan hal ini padanya...


Memangnya...


Hati Tania merasa tidak nyaman, tapi... Jangan percaya pada orang semacam ini. Semuanya memang menginginkan dia mati.


Dalam perjalanan pulang dari taman hiburan, Tania berdiskusi dengan anak-anaknya untuk kembali ke taman kanak-kanak.


Dia sudah membuat janji bertemu dengan ibu Desy untuk mengungkapkan pikirannya dan berharap anak-anaknya bisa diperlakukan secara adil disana, tumbuh dengan sehat dan bahagia. Mulai pada hari senin dia akan mengantarkan anak-anaknya sekolah.


Akhir pekan yang bahagia berlalu dengan cepat. Pada hari senin pagi, kehidupan yang sibuk dimulai lagi.


Setelah sarapan, Tania dan bibi Juli mengantarkan mereka sampai di bus sekolah dan bergegas ke kantor.


Terakhir kali, Tania diberhentikan sementara karena Alisia pergi ke kantor dan membuat onar disana. Keributan dikantor pada waktu itu dan desas desus mungkin telah menyebar.


Ketika Tania tiba dikantor, dia masih merasa gugup. Dia menyadari tidak ada yang peduli padanya dan rekan-rekannya dengan cemas memadati lift dikarenakan takut terlambat dan bonus berkurang.


Lift naik lantai demi lantai, menyisakan beberapa orang yang mulai keluar dari lift itu. Akhirnya, hanya beberapa orang yang bisa naik ke kantor presdir di lantai 68.


Termasuk Wina!


"Pagi, Kak Wina!" Tania menyapa Wina dengan hati-hati.


"Pagi!" Wina menjawab dengan sopan, "Setelah istirahat begitu lama, kamu tidak lupa tentang bisnis perusahaan, kan?"


"Tidak, tidak, tadi malam aku meninjau kembali." Tania menjawab dengan cepat.


"Baguslah, semangat!" Wina tersenyum padanya, dan berjalan keluar dari lift.

__ADS_1


Tania menghela napas lega, keluar dan pergi ketempat duduknya yaitu meja resepsionis kantor presdir.


Begitu tiba, dia menerima setumpuk dokumen di mejanya. Wina sengaja memperingatkan: "Hari ini, ada rapat penting dan beberapa eksekutif senior dari perusahaan yang bekerja sama dengan kita akan datang. Kamu harus hati-hati periksa daftar nama dan jangan membuat kesalahan."


"Ok, aku mengerti!"


Seketika, beberapa tamu penting datang satu persatu, Wina sendiri yang menyambut mereka di pintu masuk lift dan mengantar mereka ke ruang rapat.


Saat membaca dokumen, Tania ingat bahwa masih ada orang yang terpenting yang belum datang.


Saat mendongak, sosok tinggi keluar dari lift.


Terlihat sosok presdir wanita yang masih muda seperti berusia dua puluhan, sosok tinggi kurus seperti model, serta pembawaannya elegan dan lembut.


Wajah keturunan campuran yang sangat cantik, sehingga tidak ada yang berani menyinggungnya!


"Anda adalah Presdir Lea dari Grup Top Sky, kan?" Tania segera mengenalinya dan menyapa dengan hormat, "Silahkan lewat sini!"


Gadis itu bahkan tidak melihat Tania, matanya langsung melewatinya, dan saat melihat Daniel yang ada dibelakangnya, dia tersenyum gembira, "Daniel!"


"Lea!" Daniel keluar untuk menyambutnya secara langsung dan merentangkan tangannya dengan sangat natural.


Tania menatap kosong adegan ini dan sekujur tubuhnya membeku...


"Kenapa kamu tidak memberitahuku jika akan datang ke Kota Bunaken?" Daniel memegang bahu Lea dan membawanya ke ruang rapat.


"Aku ingin memberimu kejutan!"


Ketika Lea berbicara dengannya, suaranya selembut permen kapas dan matanya bersinar terang.


"Iya, ini benar-benar kejutan."


Punggung Daniel berangsur-angsur menghilang dari pandangan Tania.


Apakah ini ilusi?

__ADS_1


Atau halusinasi?


Daniel yang selalu sombong dan sulit diatur serta bermartabat. Dia tidak pernah keluar untuk menyambut orang secara langsung. Ini begitu akrab dan lembut terhadapnya, bahkan dihadapan banyak orang yang ada dikantor...


Ada hubungan apa yang dimiliki Daniel kepada Lea? Bukankah dia bilang


"Tania, Tania, Tania!!"


"Hah?"


"Kenapa kamu terpana? Jangan seperti ini, baru saja kembali kekantor setelah istirahat lama, cepat beres-beres lalu ke ruang rapat."


"Baik."


Tania meminum segelas air dan menarik napas dalam-dalam mengikuti Wina.


Wina memintanya bersama beberapa sekretaris lain menyiapkan dokumen.


Hari ini, semua pemegang saham utama Grup Sky Well hadir, ditambah manajemen senior dari empat perusahaan lainnya, semua orang berkuasa hadir.


Dan bahkan dalam suasana seperti ini, semua orang dengan antusias memuji Lea...


"Presdir Lea benar-benar luar biasa, sifatnya mirip seperti ayahnya!"


"Benar, mengambil alih perusahaan di usia muda, masa depan yang menjanjikan!"


"Presdir Lea dan Presdir Daniel tumbuh sebagai kekasih sejak muda dan sekarang mereka berjalan beriringan. Benar-benar pasangan yang serasi!"


"Benar, terakhir kali aku bertemu dengan Presdir Lea dan Tuan Besar, mereka sedang membicarakan hal ini.... "


Perkataan ini terucap oleh direktur Grup Top Sky dengan nada penuh harapan.


Lea tampak malu dan menatap Daniel dengan canggung.


Tania memegang setumpuk dokumen. Mendengar hal ini, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap Daniel...

__ADS_1


"Hari ini membahas tentang bisnis!" jawab Daniel dengan santai.


Lea segera berkata sambil tersenyum, "Jangan membahas lelucon. Grup Top Sky dan Grup Sky Well bekerja sama untuk pertama kalinya, aku baru menjabat, tolong bimbingannya!"


__ADS_2