Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 146


__ADS_3

"Tidak banyak, hanya satu botol bir." Billy merasa dirinya agak aneh malam ini, "Aneh, biasanya aku tidak pernah merasakan apa pun malam ini."


"Sebaiknya kamu berhenti dipinggir dan panggil sopir pengganti." Tania buru-buru mengingatkannya, "Kamu tidak boleh melanggar peraturan lalu lintas."


"Jika berhenti sekarang akan ada orang yang bisa mengejar kita." Billy menatap kaca spion dengan waspada.


"Kenapa aku merasa, kamu lebih takut kepada bos ku, ya?" Tania bertanya dengan santai.


Mata Billy berkedip, tapi dia dengan cepat merubah raut wajahnya dan berkata: "Bukankah kamu yang takut dengannya? Aku hanya tidak ingin membuat kamu berada dalam kesusahan."


"Tidak usah dibahas lagi, ayo panggil sopir pengganti." Desak Tania.


"Jangan khawatir, aku tahu batas kemampuanku."


Billy mengendarai mobilnya ke pinggir kota dengan sangat cepat, seperti mobil balap. Billy sudah kehilangan kesadarannya!


"Apa yang kamu lakukan? Tidak boleh melajukan mobil dengan cepat dikota, cepat berhenti!"


Tania menoleh dan melihat kearah Billy.


Sekarang wajah dan telinganya merah, mengeluarkan banyak keringat, benar-benar ada yang tidak beres dengannya.


"Kamu yang seperti ini, sama seperti aku yang waktu itu.... " Tania tiba-tiba menyadari sesuatu, dia heran dan berkata: "Kamu tidak mungkin diberikan obat, kan?"


"Tidak mungkin.... " Billy mengingat-ingat kembali dengan seksama.

__ADS_1


Ketika wanita-wanita itu mengelilingi dan menghampirinya, ada seorang wanita yang menciumnya. Tapi dengan cepat, Billy mendorong wanita itu, kemudian mengambil bir di depannya dan meminumnya.


Apakah saat itu, ada yang menaruh obat?


"Cepat berhenti." Tania panik, dan dua bisa merasakan getaran dari badan Billy.


"Sayang, jangan takut.... " Billy memegang tangannya, kemudian mencium punggung tangannya, dan berkata sambil terengah-engah: "Aku akan bertanggung jawab terhadapmu."


"Kamu.... " Tania menjadi lebih panik ketika mendengar dia mengatakan kata-kata itu, "Kamu jangan main-main, ayo kita kerumah sakit."


"Bodoh, hal semacam ini pergi kerumah sakit, apa gunanya." Billy memandang Tania dengan lembut, "Aku butuh obat penawar, dan kamulah obat penawar ku.... "


Bar Downtown.


Meskipun raut wajahnya masih terlihat dingin, tapi alisnya yang sedikit mengerut sudah mengungkapkan pemikirannya...


Setelah Ryan memeriksa, dia buru-buru datang untuk melapor, "Nona Tania memang bernyanyi disini, dan belakangan ini Tuan Billy sering kesini, 15 menit yang lalu keduanya sudah pergi melalui pintu belakang."


Daniel mengangkat matanya dan menatap dingin ke arah Danny.


Danny menundukkan kepalanya dan dengan penuh ketakutan dia berkata: "Aku tidak tahu, jika Nona Tania itu orang Anda, aku pikir... aku pikir... "


"Kamu pikir? Menurutmu, berapa banyak orang yang mati karena dua kata ini!"


Suara Daniel di penuhi dengan aura pembunuh.

__ADS_1


"Tuan Daniel, tenanglah." Tiba-tiba terdengar suara 'Buk', Danny berlutut dilantai.


Daniel tidak menyentuhnya, dia malah bangun dan pergi meninggalkannya, kemudian dia berbalik dan memberikan perintah: "Jangan buka bar lagi, ini membahayakan orang lain!"


"Baik." Danny menundukkan kepala sampai tidak berani bernapas.


Billy memberhentikan mobilnya di pinggiran kota, di sebelah danau.


Membuka atap mobilnya, angin sejuk bertiup masuk, dan dia merasakan rasa sejuk dan nyaman.


Tapi Tania malah dalam suasana hati yang buruk, dia melihat Billy yang kejang-kejang karena obat, hatinya sangat kacau dan berkata: "Aku akan pergi mencari dokter.... "


Setelah mengatakan itu, saat dia ingin membuka pintu mobil dan pergi, Billy malah meraih tangannya....


"Sayang, jangan pergi.... " Billy memasang muka memelas.


Tubuh Tania perlahan jatuh di sandaran mobil, dia berjuang untuk bangun, tapi Billy menindih tubuhnya...


"Jangan sentuh aku!" Tania berteriak takut.


"Kenapa kamu begitu menentangku? Dari awal kamu itu milikku... "


Billy membelai rambutnya dengan lembut, mencoba untuk menahan keinginannya, tidak ingin menakutinya....


"Jangan.... " Tania menggelengkan kepalanya dengan panik, meskipun dia dan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' sudah bersama sejak lama dan memiliki tiga orang anak. Tapi, tidak tahu kenapa, Tania tetap tidak menyukainya saat ia mendekatinya seperti ini, dan selalu melawannya.

__ADS_1


__ADS_2