Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 138


__ADS_3

Ya, Billy menjemput Tania dengan sebuah mobil yang berbeda. Tentunya itu adalah mobilnya sendiri.


"Berhenti disini saja, aku tidak ingin rekan kerja lain melihatnya." Tania sangat serius.


"Baik." Billy memberhentikan mobilnya ditepi jalan. Saat Tania bersiap untuk turun, tiba-tiba Billy menariknya mendekat dengan sikap mencurigakan, "Goodbye kiss."


Wajah Tania memerah, sejenak dia berpikir. Jika performanya baik, mungkin itu bisa dipertimbangkan untuk bertemu bibi Juli dan ketiga anaknya.


Bagaimanapun juga anak-anak butuh seorang ayah...


Dengan gugup Tania menutup matanya, Billy mengangkat sudut bibirnya. Ia hendak mencium keningnya, tiba-tiba sebuah mobil Rolls Royce berjalan melewati mobilnya...


Billy buru-buru melepaskannya dengan humoris dan berkata, "Tahan dulu, kita ketemu di malam hari!"


Dengan malu Tania membuka matanya, dan buru-buru turun dari mobil.


Saat Tania berjalan masuk ke gedung dengan wajah malu, dia malah melihat semua rekan kerjanya telah berbaris, membungkuk memberi salam kepadanya, "Presdir!"


Tania kaget dan membeku ditempat.


Ely yang disampingnya tidak berhenti mengedipkan mata berkali-kali, Tania buru-buru berbalik dan bergabung di barisan mereka.


Daniel yang tinggi dan tegap dengan sinar paginya berjalan masuk, membuat orang enggan bergerak dan sulit bernapas!


Tania dengan gugup buru-buru mundur kesamping dan menundukkan kepalanya, Daniel menatap ke depan dengan mantap. Saat berjalan disamping Tania, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan mengingatkannya dengan dingin, "Terlambat 35 detik, kau dihukum membersihkan kolam renang."


"Saya... " Awalnya Tania ingin menjelaskan, malah dengan takut dia justru menganggukkan kepalanya, "Baik Presdir!"


Wanita bodoh!!

__ADS_1


Langkah kakinya perlahan menjauh, dengan pelan Tania mengangkat kepalanya, dan dengan marah Tania menatap punggung yang galak itu. Meski dia sangat mirip dengan pacarnya, tetapi dia tetap sangat kesal saat melihatnya.


Ingin sekali menendangnya!!


Daniel berjalan masuk lift, saat berbalik, Daniel memandang kearahnya...


Tania segera mengubah ekspresi wajahnya, dengan sekejap wajah marah itu berubah menjadi wajah senyum yang penuh hormat!


Saat pintu lift tertutup, Daniel menyunggingkan bibirnya!!


"Tania, Tania... "


Tania membalikan badan melihat sumber suara, "Ely."


"Kamu baik-baik saja, kan?" Ely menariknya dan berkata lagi, "Aku lihat raut wajahmu kurang baik."


"Tidak apa-apa, mungkin semalam aku kurang tidur." Tania menggelengkan kepala.


"Jangan bercanda.... " Tania menjelaskan dengan suara pelan, "Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Presdir."


"Mana mungkin? Hari itu Presdir memelukmu dengan erat, dan terlihat sangat panik... "


"Tidak mungkin, kamu salah lihat..." Tania menyela. "Lift nya sudah terbuka, cepat masuk."


Tania ke lantai 68 dengan hati gelisah, bersiap untuk bekerja. Wina datang dan memberi tahu, "Jangan bekerja dulu, serahkan saja pada Ossy. Kamu bersihkan kolam renang, setelah selesai, melapor lagi."


"Oh." Dengan perasaan tidak adil, Tania menuju kolam renang.


Dengan pengalaman sebelumnya, kali ini Tania jauh sudah mahir membersihkan kolam itu.

__ADS_1


Tania melepas sepatu dan kaos kakinya, bahkan ketika dia membalikan badan dan ada orang disampingnya, dia juga tidak kaget.


Dengan hormat dia segera menyapa, "Halo Presdir!"


Daniel duduk di kursi santai, tangannya menggerakkan ponsel ultra tipis.


"Saat ini berapa gaji bulananmu?" Tiba-tiba Daniel bertanya.


Tania yang sedang mengepel lantai pun, dia segera berhenti, berbalik dan melihat padanya, "Awalnya di Departemen Administrasi dan Keamanan, gajiku 16 juta. Setelah pindah kantor Presdir, gajiku 40 juta... "


"Apa kamu mau mendapatkan uang?" Tampang Daniel seperti penuh dengan hadiah.


"Mau." Tania menganggukkan kepala.


Daniel menjentikkan jarinya. Tania dengan hati-hati berjalan kearahnya.


Daniel menyodorkan sebuah hasil rontgen, "Pergilah ke rumah sakit, bujuk Direktur Toni minum obat untuk mengeluarkan chipnya, aku berikan 2 Milyar."


Tania kaget, dia sudah hampir melupakan hal ini, buru-buru bertanya: "Chipnya masih belum dikeluarkan?"


"Belum, sudah minum obat dua kali, tapi tidak ada gunanya." Daniel sedikit mengernyitkan dahi.


"Oh, baik, baik!" Tania penuh semangat, "Aku langsung pergi setelah membersihkan ini."


"Tidak perlu dibersihkan lagi, pergilah sekarang juga." Daniel menunjukkan gaya mengusir, "Tugasmu hari ini adalah mendapatkan chip!"



Maaf readers jarang up🙏 dikarenakan waktu dan kondisi yang belum stabil. Doakan othor yah, next inshAllah bakal double up tiap hari.

__ADS_1



Ramadhan ya marhaban🙏😇 semoga diawal puasa ini kita diberikan selalu kesehatan, rahmat serta hidayah. Aamiin ya robbal alamin....


__ADS_2