
"Cukup Kety,... " Frank menghela nafas, "Jangan mengatakan hal seperti itu kepada Tania."
"Kenapa tidak boleh?" Kety menjadi kesal, "Bukankah yang ku katakan itu benar? Kenapa kamu terus membelanya??"
"Kamu... "
"Pa, jangan ikut campur, naiklah keatas." Alisia mendorong Frank, ayahnya. "Biarkan ibu memberikan pelajaran kepada perempuan jala** ini."
"Siapa yang wanita jala**? Siapa pula yang tidak tahu malu?" Tania bertanya, "Apakah kalian tidak ingat kejadian 4 tahun lalu?"
"Kamu, kamu bicara omong kosong apa? Kebenaran apa?" Alisia tiba-tiba panik, "Jelas-jelas kamu perempuan murahan yang mencari Gigolo pada malam hari, dan melahirkan anak dengan Gigolo itu. Kamu masih ingin memfitnah ku... "
"Siapa yang menyeret ku ke bar? Siapa yang bilang aku harus berpura-pura mencari pria lain agar Stanley panik, kemudian bisa membelaku di depan keluarganya? Itu kamu, Alisia! Kamu sengaja menyingkirkan aku, agar bisa menikah dengan Stanley. Masih berani mengatakan tidak ada persekongkolan disini. Ckck, dasar wanita penjilat, sama ibumu... "
"Diam!" Kety segera menampar Tania.
Tania ditampar sehingga darah menetes dari sudut mulutnya.
Dia menundukkan kepalanya, rambutnya berantakan, dan matanya di penuhi dengan tatapan api kebencian yang dalam....
"Haha... tamparan yang bagus, Ma!" Alisia berteriak dengan menggertakkan giginya.
__ADS_1
Kety masih belum puas dan ingin menampar nya lagi...
"Kety!" Frank segera menahannya, "Apa yang kamu lakukan? Bicara baik-baik, jangan main pukul."
"Enyahlah." Kety mendorong Frank, kemudian menunjuk Tania sambil memaki__ __
"Kamu sendiri adalah pembuat onar, kamu telah melakukan hal yang tidak tahu malu, dan masih ingin menyalahkan Alisia? Dengar, aku mengundangmu kesini, hari ini untuk membuatmu menyadari kenyataan bahwa Alisia dan Stanley sudah menikah dan punya anak. Jika berani merayu Stanley, akan ku beri pelajaran!"
"Kety.... " Tania menggertakkan giginya dan berkata-kata demi kata, "Kamu akan membayar semua yang kau lakukan hari ini, ingat!!"
"Hah, lucu sekali. Beraninya kau mengancamku... " Kety ingin melawan Tania.
"Berhenti!" Terdengar teriakan marah.
Stanley menatap dalam-dalam Tania dengan perasaan iba, tapi alih-alih berjalan ke arah Tania, dia malah mengintruksikan Dani, "Dani, antar Tania pulang."
"Baik." Dani mendorong kursi roda Tania.
Frank mengikuti Dani, dan mengantar Tania keluar.
Tersisa Kety, Alisia, dan Stanley.
__ADS_1
Suasana menjadi canggung.
Alisia meraih tangan Stanley, kemudian berkata dengan lembut, "Stanley, dengarkan aku. Apa yang dikatakan Tania itu tidak benar."
"Alisia!" Kety dengan cepat menegurnya.
Alisia segera menutup mulutnya.
"Stanley, aku tidak bermaksud sengaja mempermalukan Tania." Kety menjelaskan, "Paman dan bibi itu peduli padanya dan bertanya tentang kondisinya. Dia menjadi marah, memecahkan gelas, dan melukai tanganku."
Kety mengangkat tangannya yang terluka untuk menunjukan kepada Stanley, "Sebagai seorang penatua, aku hanya ingin mengajarinya... "
"Tidak seperti ini mengajari yang lebih muda, kan? Kamu mengajari Alisia dengan hormat dan sabar, tapi setiap kata yang kamu katakan kepada Tania, itu seperti pisau yang menikam tepat di jantungnya!" Stanley membalas dengan sopan.
"Stanley, apa yang kamu lakukan?" Alisia menjadi cemas, "Apakah kamu menyalahkan ibuku karena Tania?"
"Aku hanya beradu argumen dengan mertuaku." Stanley berkata dengan sangat sopan, "Ibu mertua, apakah menurutmu aku benar?"
"Kamu benar." Kety adalah orang yang sangat pintar, dia segera mengubah sikapnya, "Tadi aku agak panik, terutama karena dia memecahkan gelas, mengacaukan makan malam, dan memfitnah Alisia, jadi aku.... "
"Apakah itu benar-benar fitnah?" Stanley menatap Alisia dalam-dalam.
__ADS_1
"Apa maksudmu? Apa kamu meragukanku?" Alisia gemetar, "Aku istrimu dan ibu dari anakmu, kenapa kamu selalu percaya orang lain dan tidak percaya padaku?"