
"...... "
Daniel terdiam.
"Ini gawat... " Tania Tiba-tiba gugup, "Karena dia terpesona akan kecantikanku, bukankah sangat berbahaya kalau aku disini? Apakah tengah malam dia akan menyelinap masuk ke kamarku?"
"Mungkin saja!" Daniel sengaja menakutinya.
"Hei! Cepat selamatkan aku... " Tania berkata dengan menyedihkan, "Tidak ada yang bisa dimintai tolong lagi selain kamu."
"Kamu bicara, seakan-akan bos mu akan memakanmu.... " Daniel berkata dengan dingin, "Bahkan jika dia benar-benar menyukaimu, itu adalah keberuntunganmu, harusnya kamu bersyukur!"
"Dasar, kamu ini sebenarnya memihak siapa?" Tania berkata dengan marah.
"Baiklah, jaga diri kamu baik-baik."
Daniel mematikan telepon, teringat akan wanita bodoh yang ada dikamar sebelah, senyum jahat muncul dibibirnya.
Ia berencana menggoda Tania sekali lagi.
Daniel bangun mengenakan jubah mandinya, keluar kamar mandi tanpa alas kaki.
Tania sedang berbaring diatas ranjang, tidak berhenti berpikir, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Bayangan tubuh Daniel yang tegap dan tinggi memenuhi ranjang, dipenuhi dengan rasa agresif yang besar dan kuat.
Rambutnya yang masih basah, jubah mandi putih yang melilit ditubuhnya tidak dapat menutupi dada yang seksi dan liar itu, tubuhnya memancarkan pesona yang mampu memikat semua orang.
__ADS_1
Tania menatapnya dengan tatapan kosong, menelan ludahnya, kemudian dengan cepat mengalihkan pandangannya, lalu bertanya dengan gugup, "Anda, kenapa tidak mengetuk pintu?"
"Ini rumahku!"
Daniel berjalan pelan menghampiri Tania, napas seorang pria maskulin perlahan mendekat, membawa suasana yang tidak dapat ditolak oleh wanita.
Jantung Tania berdegup sangat kencang, seluruh tubuhnya tegang, ia tidak berani menatap Daniel, "Ada apa?"
Daniel tidak mengatakan sepatah kata pun, ia terus berjalan sampai ke pinggir ranjang seperti seseorang yang kerasukan setan....
"Halo, kamu, kamu... " Tania sangat gugup sampai seluruh tubuhnya bergetar, mukanya memerah, "Apa yang akan kamu lakukan?"
Daniel menyipitkan matanya, menatap Tania dengan dalam, tubuhnya menekan ke bawah secara perlahan...
Postur tubuh Daniel yang tinggi besar seperti binatang buas, dan hembusan napas panasnya sseolah-olah ingin melelehkan nya.
Tania ingin menghindar, namun luka-lukanya membuat tubuhnya kaku, tidak bisa bergerak.
Wajah tampan Daniel perlahan-lahan mendekatinya, tatapan mata yang sedalam laut, dengan penuh ketertarikan bertanya kepada Tania, "Kamu takut aku?"
"Jangan mendekat...." Suara Tania bergetar, "Meskipun kamu adalah bos, tapi aku juga bukan orang sembarangan... "
Tania belum selesai berbicara, namun bibir tipis Daniel yang dingin tiba-tiba mendekatinya...
Tania membuka lebar matanya, ia terkejut, seluruh tubuhnya kaku, terbaring dengan tubuh yang tidak dapat di gerakkan.
Di dalam pikirannya hanya ada beberapa kata, selesai sudah, selesai sudah, selesai sudah...
__ADS_1
Bibir Daniel yang ringan seringan bulu, menyapu pipinya, mengusap daun telinganya, dan mengulurkan tangannya...
Tania tanpa sadar menutup matanya, dadanya sesak.
Daniel tersenyum, ia mengambil sebuah buku disamping bantal Tania, lalu beranjak pergi.....
Tania yang merasa sudah tidak ada orang lagi disebelahnya, mulai membuka mata secara perlahan. Di dalam hatinya, ia merasa ada sesuatu yang hilang.
Ternyata Daniel bukan mau mencium dia, tapi hanya ingin mengambil buku.
Keparat, Daniel jelas-jelas ingin menakutinya!
Tania menatap Daniel dengan marah, namun ia saat melihat punggung Daniel yang tinggi dan tetap, ia tercengang.....
Punggung itu, tidak asing!
Benar-benar tidak asing....
Pikirannya kembali ke malam itu, empat tahun yang lalu...
Saat itu, pria itu mengenakan handuk, membelakanginya berganti pakaian.
Sekarang, meskipun dia sedang tidak mengenakan handuk, tapi mengenakan jubah mandi. Dengan pemandangan dan suasana yang mirip, membuat Tania dapat merasakan keakraban yang kuat...
Jangan-jangan, dia adalah.....
Tidak, tidak mungkin.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia?
Tania menatap pinggang Daniel, asalkan dia membuka jubah mandinya, memperlihatkan tato di pinggangnya, maka Tania akan mendapatkan jawabannya!