Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 40


__ADS_3

"Bagaimanapun, Nona sekarang memiliki tiga anak yang lucu-lucu, ini semua hadiah yang diberikan Tuhan." Bibi Juli menghiburnya, "Jika di kemudian hari Nona bisa menemukan seorang laki-laki yang baik, kehidupan Nona akan jadi lebih sempurna."


"Di dunia ini mana ada.... "


Tania belum selesai berbicara, tiba-tiba dia menerima pesan di ponselnya, dan rupanya transferan 10 juta dari 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'.


"Pria yang baik." Tania berseru sambil tersenyum.


"Hah? Nona sudah menemukannya?" Bibi Juli bertanya dengan buru-buru.


"Bibi Juli tidurlah lebih awal, aku kembali ke kamarku, ya." Tania berpamitan kepada bibi Juli, mengambil ponselnya dan kembali ke kamarnya, lalu mengirim pesan kepada 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'.


"Hari ini kau bekerja?"


"Iya."


"Kamu dapat orderan satu malam?"


"Iya."


"Bagus, bagus, tidak perlu diminta, kau bisa mengirimkan uang sendiri kepadaku." Tania tersenyum bahagia. "Terus semangat ya, ini sudah lewat beberapa hari, dan kau baru mengirimi ku uang dua kali, uang ini tidak cukup untuk membeli susu..... "


Tania hampir saja mengatakan, dan segera mengubahnya, "Tidak cukup untuk beli susu, dan tidak cukup untuk makan."


"Kamu juga harus bekerja dengan baik." Jawab GIGOLO PELUNAS HUTANG.


"Tidak usah di ungkit lagi, aku sudah mengundurkan diri di hadapan bos hari ini."

__ADS_1


"...... ?"


"Dia hidung belang, dia sengaja mempermainkanku, aku bahkan tidak tahu bagaimana aku menyinggungnya."


Memikirkan iblis itu, Tania pun menjadi sangat emosi. Hari ini dia membuatku mondar-mandir kesana kemari, menaiki tangga hingga kedua kakinya sakit sampai sekarang, mungkin karena tubuhnya berkeringat, jadi flu nya mulai membaik.


"Jadi kamu mengharapkan ku untuk menghidupimu di masa depan?"


"Tentu saja tidak, kemampuan kerjamu sangat buruk, uang yang kamu hasilkan pun sedikit, bagaimana mungkin uang itu cukup untukku? Besok aku akan cari pekerjaan, tidak perlu khawatir."


"Sekarang, mencari kerja itu tidak mudah.... "


"Benar."


Tania teringat bahwa sebelumnya dia sudah memasukan lebih 30 lembar surat lamaran kerja dan telah melakukan wawancara di 17 perusahaan, tapi hanya Grup Sky Well yang mau menerima dia, itu pun karena Alex yang memintanya secara pribadi.


Tidak dapat di pungkiri, dia memiliki keraguan dalam hatinya. Apakah dia bisa menemukan pekerjaan?


"Boleh dicoba."


"Tapi sebelum pergi, aku memaki bos, dia tidak mungkin membiarkan aku kembali!"


Tania khawatir dan memegang dagunya, dia sekarang sangat menyesal, tidak seharusnya dia tergesa-gesa berhenti dari pekerjaannya hari ini.


Walaupun menjadi satpam tidak menjanjikan dan tidak melelahkan, tapi gaji tetap berjalan dan tidak ada pemotongan.


Selain itu, apa ada perusahaan lain di luar sana yang lebih baik dari Grup Sky Well?

__ADS_1


"Memarahi bos adalaha kesalahan besar, matipun tidak akan dapat menebusnya!"


"Kamu ngerti apa? Kamu tahu betapa kurang ajarnya bos itu?"


"Kurang ajar seperti kamu?"


"..... "


Tania terdiam membisu karena pertanyaan dari 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' dia memikirkan tindakannya sendiri, sepertinya juga kejam.


Memaksanya untuk melayani tiga orang wanita kaya itu dengan berat total hampir 350 kg, memintanya untuk mencari beberapa wanita kaya lagi untuk memeliharanya, memaksanya memberikan uang, bahkan membeli obat stamina pun hanya satu botol.....


Kasar dan ganas, perilaku seperti ini bahkan lebih buruk dari iblis itu!


Memikirkan hal ini, Tania tiba-tiba merasa bahwa iblis itu sebenarnya tidak seburuk itu...


Namun, dia tidak dapat menarik kembali kata-kata yang sudah diucapkan, setelah mengucapkan 'Aku berhenti kerja' dia tidak mungkin bisa kembali bekerja lagi.


Dia tidak percaya, tidak ada tempat di kota Bunaken yang besar ini!


Tapi nyatanya, benar-benar tidak ada tempat untuk Tania di kota Bunaken ini lagi.


Keesokan harinya, Tania mengirimkan surat lamaran kerja ke semua perusahaan di kota Bunaken, tapi setelah menunggu tiga hari, tidak ada satupun panggilan wawancara.


Dia sangat khawatir, dia menelpon satu per satu perusahaan di kota Bunaken.


Hasilnya adalah, perusahaan sedang tidak kekurangan orang, dan ada yang berkata bahwa dia tidak memenuhi syarat.

__ADS_1


Pada akhirnya, dia mulai menyerah dan mencoba mencari pekerjaan lainnya. Dia pergi ke pusat perbelanjaan dan toko untuk melamar pekerjaan, tapi tetap saja tidak ada yang mau menerimanya, bahkan posisi untuk pelayan restoran pun tidak mau menerimanya.


Seolah-olah mereka semua sudah sepakat sebelumnya....


__ADS_2