Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 72


__ADS_3

"Jika aku tidak salah ingat, kalian tidak ada yang memiliki nama keluarga yang sama denganku, kan?" Tania menjawab dengan santai, "Apa hubungan citra keluargaku dengan kalian?"


"Kamu... "


"Ketika ayahku masih hidup dan berjaya, kalian patuh terhadap keluargaku seperti anj***. Tapi ketika keluargaku dalam kesulitan, kalian menghilang satu persatu, dan sekarang berpura-pura menjadi penatua yang mengajariku?"


Tania mencibir sambil mengejek, "Kalian juga tidak takut disambar petir!"


"Apa yang kau bicarakan... "


Wajah paman memerah karena marah.


Salah satu kerabat jauh yang bernama Marshel sangat marah, dia menunjuk hidung Tania sambil memaki: "Ketika ayahmu masih hidup, dia tidak akan berbicara seperti itu kepada kami. Dasar bajingan tanpa ibu, sungguh tidak berpendidikan!"


Emosi Tania meledak setelah mendengar perkataan ini, dia mengambil gelas di depannya kemudian melemparkannya.


'Prangggg.. duar'


Terdengar suara pecahan ketika gelas terlempar keatas kepala Marshel, dan menghantam lampu kristal di belakangnya.


Manik-manik lampu kristal jatuh kemeja makan, sehingga terdengar suara pecahan yang sangat keras. Para bibi pun berteriak.

__ADS_1


Alisia melompat dan bersembunyi di belakang Kety.


Kety segera menutupi wajah dengan tangannya, tapi pergelangan tangannya tergores pecahan kaca dan darah perlahan-lahan keluar....


"Ahh__ __" Kety berteriak secara berlebihan.


Frank tergesa-gesa turun ke lantai bawah: "Ada apa? Ada apa ini?"


"Pembuat onar ini, dia melakukan hal yang memalukan, bahkan berani, berani... "


Bibi Hanna menelan kembali perkataannya setelah melihat mata tajam Tania.


"Sungguh kurang ajar." Marshel menunjuk Tania sambil berseru, "Beraninya kau melakukan ini?"


"Kamu... "


"Sudahlah, sudahlah." Frank buru-buru merapikan semuanya, "Kita semua adalah keluarga, jadi tenanglah."


"Siapa keluarganya?" Marshel sangat marah, "Dia sendiri tidak tahu malu, tidak ingin dibicarakan. Tapi sekali bicara sama seperti anj*** gila."


"Marshel, jangan bicara seperti itu... "

__ADS_1


"Paman, hari ini aku tidak ingin makan disini. Aku akan mengunjungimu dan kakak ipar di lain hari." Marshel dan istrinya pergi dengan marah.


Kerabat lain menarik Frank, kemudian berkata, "Frank, aku tahu kamu adalah orang yang setia dan baik, tapi aku ingin menasihatimu untuk menjauh dari si pembuat onar ini, jangan menyusahkan diri sendiri."


"Kak... "


"Kami pergi dulu, Frank, Kety, Alisia. Kami akan mengunjungimu di lain hari."


Paman dan bibi lainnya juga pergi dengan tergesa-gesa, tidak ingin menimbulkan masalah.


"Hei, jangan pergi, makanannya belum disajikan." Kety ingin menghentikan mereka, tapi mereka semua menghilang satu persatu.


"Sudahlah, biarkan mereka pergi." Frank menariknya, "Obatilah lukamu diatas, aku bereskan yang ini."


"Obati apa?" Raut wajah Kety tiba-tiba berubah, kemudian menunjuk Tania sambil memaki, "Kamu mengacaukan acara makan malam keluarga, kamu benar-benar tidak tahu malu...... "


"Bukankah bibi yang mengundangku kesini?" Tania membalas tatapannya sambil mencibir, "Bibi membuat drama ini dengan rapi, bagaimana aku bisa mengecewakanmu?"


"Apa yang kamu katakan?" Alisia memarahinya, "Ibuku mengundangmu untuk makan malam dengan niat baik, tapi kamu mengacaukan makan malamnya, dan masih membicarakannya seperti itu? Apakah kamu tidak tahu malu?"


"Hahaha, sungguh niat yang sangat baik.... " Tania mengambil taplak meja, kemudian dengan hati-hati menyeka pecahan kaca dan darah ditangannya. "Sengaja mengundang begitu banyak orang untuk memeriahkan drama, dan agar Stanley bisa melihat lelucon ku, kan?"

__ADS_1


"Masih perlu memperlihatkan leluconmu? Kamu memang dilahirkan untuk menjadi lelucon." Kety memaki nya, "Ibumu melarikan diri setelah melahirkanmu, dan hanya ayahmu lah yang membesarkanmu dengan segala cara, tapi sayang sekali, setelah dewasa kau malah menjadi wanita jala** yang tak tahu malu!"


__ADS_2