
Saat itu, dua cahaya silau tiba-tiba menyinari lurus, pemuda itu tidak bisa membuka matanya.
Tania juga memejamkan mata tanpa sadar. Terdengar suara rem mobil disamping telinga dan juga teriakkan beberapa pemuda: "Sial, mengagetkan ku saja. Siapa yang berani cari mati!"
Selanjutnya terdengar suara pukulan, dan suara teriakan pemuda-pemuda itu....
Angin dan suara orang dibekuk terdengar ditelinga.
Semuanya terjadi dalam sekejap...
Tania ketakutan dan saat ia membuka mata, ia terperangah melihat pemandangan didepannya!
Empat pemuda terbaring diatas tanah, mereka berteriak dan berguling.
Terutama pemuda disamping Tania yang menyentuhnya tadi. Kedua tangannya patah, sekarang ia menangis sambil berguling...
Sedangkan dihadapan Tania, seorang pemuda berbaju hitam bertopeng berdiri dengan arogan dibawah sinar cahaya. Bagaikan binatang buas sadis yang menatap mangsa lemah dibawahnya. Memaki dua kata dengan dingin, "Tak berguna!"
Tania tercengang melihatnya, dalam pikirannya muncul bayangan Daniel.
Walaupun gaya pakaian kedua orang ini berbeda, identitas berbeda, tapi di momen tadi. Temperamen arogan, pandangan mata yang dingin, dan suara itu... hampir mirip.....
"Kenapa bengong?"
__ADS_1
Daniel menghentikan lamunan Tania, langsung menggendongnya kedalam mobil. Kemudian mobil melesat pergi...
Dalam benak Tania masih berpikir tentang momen tadi, mirip sekali, benar-benar mirip...
"Kamu babi?" Daniel marah, "Kenapa masih bengong saja saat digoda tadi?"
"Kalau begitu, aku harus bagaimana? Aku pun tidak bisa mengalahkan mereka." Jawab Tania dengan lesu, "Lagipula aku terluka... "
"Benar-benar tak berguna!" Teriak Daniel.
"Aduh... aku kan tidak rugi juga." Tania asal bicara, "Tetapi, pukulanmu tadi keji sekali?"
"Kenapa?" Ekspresi Daniel suram seketika, "Kamu masih mengasihani mereka? Tampaknya aku yang mengganggu kesenanganmu?"
"Apa aku harus mengantarmu kembali, agar kamu bisa bersenang-senang dengan para hidung belang itu?" Setiap ucapan Daniel penuh dengan bubuk mesiu.
"Kamu sudah gila?" Tania memukul bagian kepala Daniel, "Berani sekali kamu berbicara seperti itu kepadaku! Kamu ingin mati?"
"Kamu... "
"Ingat baik-baik, aku adalah bos mu. Kamu hanyalah seorang Gigolo!"
Daniel baru saja ingin meledak-ledak, tiba-tiba ia tersadar oleh amarah Tania.
__ADS_1
Saat itu, ia paham akan identitasnya. Ia sekarang buka raja, tapi seorang Gigolo! Segera ia kembali ke perannya.
"Baru tiga hari sudah memberontak!" Tania memelototinya dengan kobaran api, "Tampaknya aku terlalu baik padamu, sehingga kamu begitu sombong. Berani bersikap seperti itu kepadaku?"
"Sudah cukup, jangan bicara lagi..."
Daniel menggertakkan gigi mengucapkan kalimat itu. Tangannya memegang erat pada setiran mobil.
Wanita menyebalkan, barusan menolaknya, dan sekarang malah memukulnya. Jika bukan karena takut identitasnya terungkap, ia pasti sudah membereskan wanita ini sejak awal.
"Hng!" Tania memelototinya, lalu mengeluarkan ponsel mengisi daya di mobil.
Ada sedikit pemikiran dalam benaknya, ia tidak mungkin Daniel, kan?
Daniel pria yang begitu bermartabat, ia pasti mencekikku mati jika aku memukulnya?
Aku tadi memukul dan memarahinya. Selain ekspresi wajahnya yang tidak sedap dipandang, tapi ia tidak berani berbuat apa-apa.
Tetapi saat Gigolonya menyelamatkannya, aura marah itu sangat mirip, bahkan suaranya terdengar semakin mirip...
Dan juga, kedua orang ini suka mengusir orang dari mobil dan suka menendang pantat dari belakang.
Memikirkan hal ini, hati Tania bersemangat seketika, ia mulai menguji: "Kenapa kamu selalu mengenakan topeng? Sekarang kan bukan di bar, tidak ada tante-tante girang yang melihatmu. Masih saja menggunakan topeng biar terkesan misterius. Memangnya kamu tidak lelah?"
__ADS_1
Setelah berbicara, tangan Tania terulur ingin melepas topengnya...