
Demi Kakeknya, Daniel membiarkan Carla menarik rambutnya, kemudian menatap Carlos dan Carles dengan dingin, dan berjalan ke meja makan.
Pengawal mendorong Carles dan mengikuti dari belakang.
Saat Daniel ingin menurunkan Carla, tetapi karena takut, Carla terus menarik rambutnya dengan kencang, "Tidak mau turun?" Daniel mengerutkan alisnya dan menatapnya.
Carla mengerutkan bibir kecilnya hampir menangis, Daniel segera berkata, "Jangan menangis..." Daniel buru-buru membujuknya dam berkata, "Kalau kamu masih mau duduk di sana, duduk saja!"
Carla berhenti menangis, dia menatap Daniel dengan mata yang dipenuhi air mata.
Dahi Daniel berkeringat, dia tidak bisa berkata apa-apa, mahkluk macam apa ini, tidak bisa dipukul, tidak bisa dimarahi, hanya bicara beberapa kalimat saja bisa ketakutan dan menangis...
Daniel tidak berani mengganggu Carla lagi, ia membiarkannya duduk diatas bahunya, kemudian dia menarik kursi untuk duduk.
Carlos mengejar dibelakangnya, dengan hati-hati dia membujuk Carla, perlahan Carla mulai tenang.
Daniel menatap Carlos dengan tatapan seorang teman, "Sampai kapan kamu membiarkan adikmu duduk di bahuku?"
Carlos tertegun sejenak, ia melangkah maju, "Carla, ayo cepat turun."
Setelah melihat kakaknya membujuk, Carla dengan hati-hati turun dari atas bahu Daniel...
"Carla, kamu tidak apa-apa, kan?" Carlos bertanya penuh perhatian.
"Tidak apa-apa." Carla menggelengkan kepala, kemudian dia melihat kedua telapak tangannya, dan ternyata kedua telapak tangannya terdapat beberapa helai rambut...
__ADS_1
"Huhhhhh, apa ini rambutmu?" Carla memandang Daniel, dan bertanya dengan polos tanpa rasa bersalah!
Melihat itu, Ryan berkedut beberapa kali.
Carlos melihat rambut ditelapak tangan Carla, kemudian dia melihat Daniel, dan dia menjadi sedikit ragu.
Kali ini, mereka yang berbuat kesalahan....
Daniel melihat rambut di telapak tangan Carla, kemudian wajahnya menjadi sedikit suram.
Sudah sebesar itu, siapa yang berani duduk diatas bahunya dan menarik rambutnya sampai rontok?
Hanya gadis kecil yang gemuk di hadapannya ini...
"Ada apa?" Tuan Besar datang, dan melihat rambut di telapak tangan Carla dan melihat wajah Daniel yang muram, dia terbatuk dua kali, kemudian dia menghiburnya dengan berkata: "Rambutmu sangat banyak, rontok beberapa helai tidak masalah."
"Omong kosong." Tuan Besar memelototinya, "Lantas, apa kamu akan membuat perhitungan dengan ketiga anak itu?"
"....."
Amarah Daniel mulai bergejolak, ekspresi wajahnya tidak dapat dikendalikan lagi.
"Ma... maaf, aku tidak sengaja." Carla dengan imut meminta maaf kepada Daniel.
Daniel menatapnya dengan dingin, jelas ingin marah, tetapi tampaknya amarahnya dapat diredakan oleh tatapan Carla yang lembut, akhirnya dia tidak bisa melampiaskan amarahnya.
__ADS_1
Rasanya sangat memalukan!
Carla mengambil marshmallow berwarna merah muda yang ada diatas meja, dengan tulus memberikan itu kepada Daniel, "Untukmu, jangan marah ya cucu besar!"
Daniel hanya menatap kearahnya, tetapi alih-alih mengambilnya, dia malah minum anggur yang ada didepannya.
Carla berdiri, dia menyerahkan marshmallow itu lagi kepada Daniel, "Cucu besar, maafkan aku, jangan marah!"
"....."
Daniel terkejut, dia mengangkat kepalanya dan menatapnya, "Kamu panggil aku apa?"
"Cucu besar!"
Carla dengan wajah polos dan tidak bersalahnya langsung memasukkan marshmallow itu kedalam mulut Daniel, dan menepuk tangannya sambil tersenyum, "Memakan marshmallow itu artinya sudah memaafkan ku!"
Daniel tercengang dengan marshmallow yang ada di mulutnya, matanya dipenuhi dengan api kemarahan.
Ryan mengeluh dalam hati, hari ini Daniel di provokasi oleh ketiga anak ini, hatinya penuh amarah, namun dia tidak bisa marah, pasti nanti mereka para bawahannya yang akan menerima imbasnya.
Sanjaya terbatuk beberapa kali, lalu dengan pelan dia mengingatkan Carla, "Tuan putri Carla, kamu tidak boleh memanggilnya dengan sebutan itu."
"Kenapa?"Carla memiringkan kepalanya dan bertanya dengan bingung, "Dia adalah cucu tertua Kakek, singkatannya berarti cucu tertua!"
"......."
__ADS_1
Orang-orang dewasa yang ada di sana tidak bisa berkata-kata, mereka tertawa terbahak-bahak.
Tuan besar tertawa terbahak-bahak, didalam hatinya, ketiga cucu ini dapat melakukan apa pun.