
"Baik, aku akan segera kesana!"
Setelah menutup telepon, Wina buru-buru berkata kepada Tania, "Tania, kamu cepat turun dan sambut Direktur Toni. Bertindaklah sesuai keadaan. Jika beliau tidak apa-apa, maka kamu bertindaklah sewajarnya. Jika beliau terbawa emosi, kamu harus membujuknya agar tenang. Mengerti?"
"Paham." Tania mengangguk berulang.
"Ini masalah besar. Presdir sendiri yang memperbaiki sistem ini dan beliau juga harus mengambil alih komando dibelakang layar. Kita harus memastikan garis depan semuanya aman!" Ekspresi Wina serius dengan penuh keyakinan.
"Oh." Tania mengangguk lagi.
Ketika melihat tatapan bodohnya, Wina sejenak menjadi ragu, kemudian menariknya dan berbisik__
"Tania, kukatakan sejujurnya, satu jam yang lalu Direktur Toni masih marah karena masalah chip itu dan menolak untuk menjadi pemimpin konferensi pers, aku rasa... Presdir Daniel mengikatnya agar mau datang kesini!!"
"Hahh??"
Tania tercengang, tidak heran Wina sangat gugup dan berulang kali menekankan bahwa Direktur Toni emosi, ternyata ada alasannya...
"Itulah sebabnya aku mencari mu." Wina menekan bahu Tanian dan dengan sungguh-sungguh memperingatkan, "Bagaimanapun, kamu harus membawa Direktur Toni ke lantai 66 dengan selamat, agar beliau bisa memimpin konferensi pers. Jika kamu melakukannya dengan baik, bukan hanya karyawan tetap, aku juga akan mengajukan bonus untukmu!"
"Bonus? Berapa?" Mata Tania berbinar ketika dia mendengar kata itu.
"Uh... " Wina sejenak tertegun, mengerutkan kening dan berkata, "Setidaknya ada ratusan juta, sana lakukan tugasmu, ini tidak akan merugikan mu."
__ADS_1
"Hemmm." Tania menepuk dadanya dan meyakinkan, "Tenang saja, aku pasti akan melakukannya dengan baik!"
"Semangat!" Wina mendorongnya kedalam lift, "Promosi kerja dan kenaikan gaji tergantung pada hari ini."
"Paham." Tania mengepalkan tinjunya dan membuat gerakan bertarung.
Perusahaan sedang menghadapi tantangan. Semua orang memainkan peran kunci dalam pertempuran bisnis ini. Hanya dia yang tidak ada kerjaan. Sekarang setelah Wina memberinya tugas, dia tiba-tiba merasa bahwa dia juga orang penting.
Apalagi, banyak sekali keuntungan yang didapat setelah semua selesai.
Demi uang, apa pun bisa dia lakukan...
Tania bergegas ke lantai satu, David dan satpam lainnya berdiri dalam dua baris dengan tertib dan bersiap.
Manajer Jack menggunakan sistem komputer memeriksa situasi jalanan.
Dibawah pengawalan tim mobil Jeep, Rolls Royce Phantom yang dinaiki Direktur Toni berhasil melaju menuju gedung Sky Well.
Mobil-mobil hitam sebelumnya hancur berkeping-keping dan menyebabkan kemacetan yang parah. Sekarang Polisi lalu lintas sedang menangkap mereka, menderek mobilnya dan segera membereskannya.
"Sangat bagus, ini tim Troy utusan Presdir, kan?"
"Presdir benar-benar luar biasa, seperti yang diharapkan."
__ADS_1
"Presdir adalah dewa ku, idolaku!"
Tania menyaksikan dua tim mobil Jeep hitam berbaris rapi dan teratur dalam dua baris. Seperti sayap dewa yang melindungi Rolls Royce Phantom di sepanjang jalan, seperti prajurit yang kembali dengan kemenangan!
Pejalan kaki dan kendaraan lain dijalan dengan sadar menepi dan melihat konvoi mobil tersebut.
Adegan ini membuat Tania sangat tersentuh...
Strategi yang sering ada di dalam film, sekarang dapat dia saksikan langsung karena Daniel.
Tidak peduli keadaan darurat apa pun yang dia hadapi, dia selalu bisa mengendalikan situasi secara keseluruhan. Dewa menghalangi dewa, Buddha membunuh Buddha, tidak ada yang bisa menghalanginya...
Seperti dewa!!
Daniel yang berada di lantai 68 melihat komputer, tim Troy kembali dengan kemenangan, dan lengkungan dangkal terangkat di bibirnya.
Pada saat ini, ada gerakan tiba-tiba diluar, Ryan mengangkat alisnya dengan waspada, "Seseorang menyelinap masuk."
Dia segera menyalakan sistem keamanan, mengeluarkan senjatanya dan bersiap untuk bertarung, "Sepertinya mereka mencoba menjebak kita. Setelah Anda mengutus tim Troy, kemudian ia mengutus orang menemui Anda."
"Dewa datang untuk membunuh para dewa, dan Buddha datang untuk membunuh para Buddha."
Daniel tidak mengangkat alisnya, dan terus mengoperasikan komputer, "Sudah lama tidak bermain, tanganku sudah gatal!"
__ADS_1