Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 92


__ADS_3

Mental Alisia runtuh. Ia memelototi Garcia dengan marah bagaikan kucing liar yang mengamuk. Ia ingin sekali menerjang kesana untuk mencakar nya...


"Sudahlah Alisia, kita pergi. Malam ini keberuntungan kita jelek." Kety menerima kenyataan, ia menghibur Alisia. "Hari masih panjang, lain kali kita kembali lagi!"


"Iya, nyonya. Lebih baik kita pergi..... "


'Plakkk'


Dani belum selesai bicara, sudah ditampar Alisia.


Semua orang terkesiap melihatnya, termasuk pengawal Stanley lainnya.


Dani adalah orang terpercaya Stanley. Sejak kecil menemani Stanley hingga besar. Di rumah pun, ia orang yang dihormati. Jangankan para bawahannya, Stanley dan kedua orang tuanya pun tidak berani berbicara kasar kepada Dani.


Tetapi sekarang, Alisia malah menampar Dani di depan semua orang.


Ini benar-benar sebuah tabu besar!


"Kamu sudah gila?" Mata Kety terbelalak, "Kenapa kamu selalu emosian begitu bertemu masalah.... "


"Ma, tidak usah pedulikan aku." Alisia berteriak dengan marah, kemudian ia memaki di hadapan Dani. "Jika bukan karena kamu menarik tanganku, aku tidak mungkin dipermalukan. Dasar manusia rendahan tak berguna, aku akan meminta Stanley memecatmu."


Dani menundukkan kepala, tidak mengatakan apa-apa, tetapi matanya bersinar dengan cahaya dingin....


"Kamu ini, benar-benar..... "

__ADS_1


Kety mendidih hingga gemeteran. Ia baru saja ingin memarahi Alisia.


Namun, Garcia berjalan dengan mendekatinya dengan tersenyum provokatif sembari membawa cincin 'Detak jantung'.


"Kenapa? Kekayaanmu kalah dari orang lain, jadi kamu melampiaskan amarahmu kepada bawahanmu?"


"Alisia, jika aku jadi kamu, aku akan langsung mencari lubang untuk bersembunyi. Selamanya tidak akan keluar bertemu orang."


"Lihatlah, kamu ini. Sudah gagal merebut barang, malah menjadi bahan tertawaan orang. Benar-benar memalukan."


"Stanley pasti tidak tahan denganmu, makanya ia meninggalkan tempat ini duluan."


"Tutup mulutmu!" Alisia bergumam dengan marah, "Garcia, kamu adalah gadis tua yang tidak menikah, apa yang perlu disombongkan?"


"Kau... " Amarah Alisia berapi-api, melambaikan tangannya dan menampar Garcia.


'Plakkk'


Garcia ditampar keras olehnya. Dalam sekejap wajahnya memerah. Di saat bersamaan, cincin merah mudanya jatuh ke lantai, entah bergelinding ke sudut mana...


"Wow... " Semua orang terperangah dan melongo.


Tak disangka Alisia begitu sombong. Ia berani menampar Garcia didepan semua orang.


Keluarga besar Garcia kemungkinan besar dapat menyusul keluarga Stanley. Mereka akan menjadi trend keluarga kaya baru!

__ADS_1


Stanley takut akan hal ini. Biasanya ia sangat hormat kepada keluarga Garcia, tapi semua usaha kerasnya selama ini dihancurkan oleh Alisia hari ini!


"Alisia, kamu berani menamparku?" Garcia bergetar hebat.


"Nona Garcia, tahan amarahmu. Alisia kami memang impulsif, aku menggantikannya meminta maaf padamu..."


Kety bergegas meminta maaf, tapi Garcia sudah tidak tahan mendengarnya. Hanya dengan lambaian tangan, kedua pengawal langsung menahan Alisia.


"Apa yang kamu lakukan? Coba saja kalau berani menyentuhku." Alisia memaki dengan sombong, "Suamiku adalah Stanley."


"Angkuh sekali!"


Tiba-tiba suara dingin terdengar, semua orang langsung hening seketika.


Daniel membawa Tania kembali ke aula, pas sekali ia melihat pertunjukan yang bagus.


Tania samar-samar merasakan sesuatu. Semuanya menargeti Kety dan Alisia malam ini. Jangan-jangan.... ada orang yang sengaja mengaturnya?


Semua orang menyingkir kesamping membuka jalan khusus untuk mereka.


Daniel perlahan-lahan berjalan mendekat, bagaikan dewa yang menentukan takdir. "Berani sekali membuat onar ditempatku!"


Pandangan dingin itu benar-benar menekan suasana hingga semua orang tidak berani bernapas.


Alisia gemetar ketakutan, tidak berani bicara sepatah katapun.

__ADS_1


__ADS_2