
Di tengah malam, ketiga anak itu akhirnya tertidur. Tuan Besar pergi dengan tenang. Sebelum pergi, dia mengintruksikan sekali lagi kepada Kepala rumah sakit Antoni untuk merawat ketiga anak itu dengan baik dan tidak boleh mengabaikan mereka!
Dia juga mengatakan bahwa meskipun mereka bukan cucunya, tapi hubungan mereka lebih akrab dibandingkan cucunya sendiri.
Kelak, jika terjadi sesuatu kepada ketiga anak ini, maka dialah satu-satunya orang yang akan bertanya!
Saat laki-laki tua itu pergi, keadaan terasa hening dan menyisakan seorang perawat. Carla sudah tertidur, Carlos bangun dari tempat tidurnya kemudian menepuk bahu perawat yang tertidur, "Kakak, bolehkah aku meminjam ponselmu?"
"Tentu saja boleh." Perawat memberikan ponselnya.
Carlos membawa ponselnya ke kamar mandi agar tidak mengganggu orang lain, tetapi ponsel Nenek tidak aktif.
Kemudian, dia menelpon Maminya lagi.
Kali ini teleponnya tersambung tapi tidak ada yang mengangkat.
Memikirkan hal ini, Carlos mengirim pesan teks kepada Tania.
Setelah mengirim pesan, Carlos segera mengembalikan ponsel itu kepada perawat.
Hari ini dia sangat lelah, begitu dia berbaring dikasur, dia langsung tertidur.
Suster itu juga tertidur disamping tempat tidur.
........
Jalan Bahagia no. 1
Daniel menelpon Tania, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya dia memarkir mobilnya disisi jalan, menerobos masuk dengan cepat dan naik keatas untuk mencari Tania.
pintu gerbang rumahnya terkunci, dia langsung menggunakan kartu untuk membuka kunci gemboknya.
Daniel masuk keruangan itu, di dalam kegelapan dia menemukan kamar tidur utama, dia mendorong pintu dan saat terbuka dia tercengang melihat situasi yang ada di depannya....
Tania pingsan dilantai, bajunya basah kuyup oleh keringat, dan wajahnya sangat pucat.
__ADS_1
"Bodoh!" Daniel menggertakkan gigi dan memarahinya.
Saat diperjalanan, dia menelpon Lily, "Tunggu aku di pintu gerbang rumah sakit."
"Baik."
Setelah menutup telepon dia menambah kecepatannya, melihat Tania sekarat seperti ini, dia menjadi sangat gelisah dan cemas....
Demi laki-laki itu, dia bahkan mengabaikan nayawanya!
Semakin Daniel memikirkan hal ini, semakin dia marah....
"Mami, takut, takut..." Roxy yang mengikuti Tania pun meringkuk, menggigil ketakutan.
"Diam." Daniel berteriak marah, "Kalau kamu berteriak lagi, aku akan mencabuti bulumu sampai habis!"
Roxy menggunakan sayapnya untuk bersembunyi dirambut Tania dan menangis sedih, "Huhuhu..."
Saat tiba dirumah sakit, Lily menunggu di gerbang pintu dengan staf medis. Saat Daniel keluar, staf medis langsung memberikan pertolongan pertama.
Daniel mengikutinya dan berkata dengan cemas, "Ada apa dengannya, kenapa dia pingsan?"
"Cepat periksa."
"Baik."
Diluar, Daniel menunggunya dengan cemas. Roxy berputar-putar diruangan dan sayapnya yang terluka tidak punya tenaga untuk terbang. Kemudian dia mendarat di pundak Daniel.
Daniel menoleh ke samping, dan menatap Roxy dengan tatapan dingin.
Roxy gemetar ketakutan dia menutupi wajahnya dengan sayapnya, dan dia juga tidak terbang.
Mungkin dia juga tahu, meskipun orang jahat ini galak, tapi pada saat kritis, dia masih melindungi Maminya.
Daniel melirik pada Roxy, mengerutkan kening dengan jijik, tetapi dia tidak mengusirnya.
__ADS_1
Ini adalah hewan peliharaan Tania. Jika wanita bodoh itu bangun dan tidak melihatnya, dia akan khawatir dan cemas, dan mungkin itu akan mempengaruhi pemulihan kondisinya...
Sudahlah, biarkan saja dia.
Paling hanya perlu mengganti jas nya.
Tapi....
Daniel teringat saat pertama kali bertemu dengannya, burung itu membuang kotoran di jas nya. Dia memperingatkan dengan dingin: "Jika kamu berani membuang kotoran di badanku lagi, kamu akan mati!"
"Takut, takut!"
Roxy meliriknya, dan dikagetkan dengan raut wajah kejam, tiba-tiba Roxy jadi gelisah...
Dia mengeluarkan air kencing dan satu tumpukan kotoran yang masih hangat.....
Dia membuang kotoran di bahu Daniel!
Daniel mengepalkan tinjunya.
"Mami, Mami..."
Roxy buru-buru terbang mencari Maminya dengan panik, tetapi dia menabrak dan kemudian jatuh ke lantai.
Daniel hanya melihat burung konyol ini dan terdiam, tidak heran didalam buku mengatakan bahwa hewan peliharaan memiliki perilaku yang sama dengan pemiliknya.
Burung bodoh ini sama seperti Tania, sangat bodoh!!!!
Lupakan saja, demi wanita bodoh itu....
Daniel dengan hati-hati melepas jas nya, supaya tidak terkena kotoran burung itu.
Setelah itu dia menaruh jasnya dikursi sebelahnya, kemudian dia membungkuk dan mengambil Roxy....
"Orang jahat, orang jahat, Mami, Mami, takut, takut..."
__ADS_1
Roxy mengira Daniel akan mencekiknya. Dia menggunakan mulutnya yang runcing untuk mematuk tangan Daniel, tetapi Daniel tidak bergeming. Daniel membuat jasnya menjadi sarang kecil, lalu meletakkan Roxy di sarangnya kemudian menunjuk Roxy dengan jarinya, dan memperingatkannya dengan tajam: "Tetap disini dan jangan bergerak atau aku akan mematahkan lehermu! Apa kamu mendengarku?"
Roxy gemetaran, dia menatapnya dan mengangguk pelan-pelan.