BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON DUA Part : 113 (Ditinggal ke Jepang)


__ADS_3

Gavin kemudian memakai bajunya dan membukakan pintu.


"Ada apa, Bi?" tanya Gavin.


"Maaf, Den. Bibi hanya ingetin sekarang sudah jam empat sore. Tadi pagi Non Ratih pesan sama saya, kalau sore ini mau ke minimarket buat beli sesuatu, gitu." jawab Bibi.


"Oalah, Bi. Kirain ada apa. Saya sampai kaget." ucap Gavin.


"Iya, Den. Maafin Bibi. Soalnya tadi Non Ratih berpesan sama saya." jawab Bibi.


"Ya sudah. Nanti saya bangunkan Ratih." ucap Gavin.


"Baik, Den. Maaf, saya permisi." sahut Bibi sambil berlalu.


.


.


.


Setelah sampai di minimarket, Bu Ratih ditemani sama Kasih. Letak minimarketnya nggak jauh dari komplek rumah Gavin.


"Bu Ratih, sebenarnya Bu Ratih kesini mau beli apa?" tanya Kasih.


"Mau beli keperluan Pak Gavin, besok pagi kan berangkat ke Jepang." jawab Bu Ratih.


"Oh, ya sudah. Mana lagi yang harus diambil. Ini sudah semua." ucap Kasih.


"Ya sudah kalau gitu, kalau memang sudah semua." jawab Bu Ratih.


"Kenapa nggak beli di Mall seperti biasa Bu Ratih belanja.?" tanya Kasih.


"Nggak sempet, ini saja saya baru mulai packing buat Pak Gavin." jawab Bu Ratih.


(****)


Dipagi hari, Gavin siap-siap berangkat menuju Bandara. Sopir kantor sudah menjemputnya. Setelah semua siap, Gavin pamit sama istrinya.


"Sayang, doakan saya biar selamat sampai tujuan." ucap Gavin sambil memegang kedua pipi istrinya.


"Iya, sayang. Aku selalu doakan kamu. Biar urusan kerjaannya lancar." jawab Bu Ratih.


Gavin kemudian mencium kening istrinya lalu kedua pipinya. Kemudian mereka berpelukan sebentar. Mata Bu Ratih berkaca-kaca tapi, dia berusaha menyembunyikannya dari saminya. Tapi, sayangnya Gavin sudah mengetahuinya.


"Sudah, jangan nangis. Seminggu aja kan?" ucap Gavin sambil mengusap air mata istrinya.


"Iya, sayang. Ini kali pertama setelah kita menikah, kamu meninggalkanku sejauh ini." jawab Bu Ratih.


Akhirnya Gavin berangkat naik mobil operasional kantor. Habis dari sini langsung jemput Pak Galih di rumahnya. Setelah menjemput Pak Galih, kini langsung meluncur ke Bandara. Akhirnya sampai juga di Bandara.


Setelah menunggu, Akhirnya Gavin dan Pak Galih terbang juga ke Jepang.


.


.


.


Siang harinya, ditempat yang berbeda, Bu Ratih sengaja nggak istirahat. Dia banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan. Makan siang hanya sekedar memakan roti dan teh hangat di kantin. Dia seperti nggak bersemangat karena ditinggal ke Jepang.


"Bu Ratih,!" sapa Pak Reyhan.


"Hai, Pak Reyhan. Silahkan duduk disini?" jawab Bu Ratih.


"Bu Ratih, kok nggak ke kantin?" tanya Pak Reyhan.


"Sudah tadi. Cuma beli roti sama teh hangat." jawab Bu Ratih.

__ADS_1


"Oh, gitu." jawab Pak Reyhan.


"Oh iya, Bu. Apa Bu Ratih sudah tahu kalau Papanya Vanya masuk rumah sakit?" tanya Pak Reyhan.


"Apa.,! Sakit apa dia, Pak?" ucap Bu Ratih kaget.


"Katanya habis kecelakaan. Kemarin saya juga di kasih tahu sama Farrel" jawab Pak Reyhan.


"Kecelakaan! dimana Pak, terus sekarang dirawat di rumah sakit mana?" tanya Bu Ratih.


"Kurang tahu kalau kecelakaannya dimana, Bu. Katanya dirawat dirumah sakit Citra Medika." jawab Pak Reyhan.


"Pantesan akhir-akhir ini saya nggak melihat Vanya." ucap Bu Ratih.


"Kalau gitu nanti kalau jam kuliah habis saya mau minta antar Farrel buat jenguk." ucap Bu Ratih.


"Tapi, maaf Bu. Saya masih belum ikut jenguk, karena masih ada urusan. Salam aja buat Pak Keanu" ucap Pak Reyhan.


"Iya, Nggak apa-apa, Pak." jawab Bu Ratih.


.


.


.


Jam kepulangan pun tiba. Bu Ratih dan Farrel sudah janjian mau jenguk Pak Keanu.


"Rel, kamu tahu dari mana kalau Pak Keanu masuk rumah sakit.?" tanya Bu Ratih ketika dimobil dalam perjalanan ke rumah sakit.


"Vanya yang kasih tahu Farrel, Kak." jawab Farrel.


"Kasihan Vanya, Kakak nggak tahu sama sekali, soale kemarin Kakak sibuk bantuk Mas Gavin buat packing buat ke Jepang." jawab Bu Ratih.


"Iya, Kak. Farrel juga baru bisa jenguk sekarang ini sama Kak Ratih." jawabnya.


Farrel dan Bu Ratih berjalan menyusuri koridor rumah sakit guna mencari ruangan yang sudah dikasih tahu Vanya lewat pesan WA.


Tak lama kemudian mereka menemukan ruangan Pak Keanu. Dalam kamar terlihat Pak Keanu terbaring lemah. Vanya menunggui Papanya sambil menangis terus menerus.


"Vanya,!" seru Bu Ratih ketika memasuki ruangan itu.


Vanya seketika menoleh dan langsung berdiri dan memeluk Bu Ratih sambil menangis. Bu Ratih langsung membalas pelukan gadis itu.


"Bu,! Papa, Bu." seru Vanya dalam pelukan Bu Ratih.


"Sudah, kamu yang sabar, ya. Disini ada Ibu sama Farrel." jawab Bu Ratih sembari membelai rambut Vanya.


"Aku turut prihatin, ya Van. Kamu yang sabar." sahut Farrel.


Kemudian Vanya melepaskan pelukannya. Dia sekarang sudah sedikit tenang, kemudian mempersilahan Bu Ratih yang duduk.


"Nggak apa-apa, Rel. Aku faham kok, kamu mungkin sibuk." jawab Vanya.


"Sebenarnya kejadiannya gimana, sampai seperti ini.?" tanya Bu Ratih.


"Kata orang yang melihatnya itu, Papa baru aja keluar dari ATM, Mobilnya kan diparkir di pinggir jalan, pas Papa mau buka pintu, tiba-tiba dari belakang ada mobil sedan juga yang kecepatannya lumayan tinggi langsung menabrak Papa. Kemudian Papa terpelanting sekitar sepuluh meteran. Kepalanya yang parah karena terbentur pembatas jalan. Untung saja dari belakang nggak ada mobil lagi, hanya satu yang nabrak Papa itu tadi." jelas Vanya sambil terisak.


"Ya ampun, Ibu nggak kuat dengernya, Van.!" ucap Bu Ratih.


"Sekarang Papamu gimana keadaannya?" tanya Farrel.


"Dia sudah siuman, cuma ini tadi tidur lagi karena pengaruh obat. Kepalanya gegar otak cuma nggak begitu parah." jawab Vanya.


Tak lama kemudian tangan Pak Keanu bergerak. Matanya perlahan mulai terbuka. Dia menoleh dan ternyata disampingnya sudah ada Bu Ratih yang duduk dikursi. Sedangkan Vanya dan Farrel berdiri.


"Bu Ratih,!"

__ADS_1


"Sssttt..,! iya Pak Keanu. Jangan banyak bergerak dulu. Bapak istirahat aja," jawab Bu Ratih.


"Iya, Pa. Benar apa yang dikatakan Bu Ratih. Papa diam dulu dan jangan banyak gerak." sahut Vanya.


"Iya, sayang. Papa hanya ingin menyapa mereka." jawab Pak Keanu.


"Saya tadi dikasih tahu sama Pak Reyhan kalau Pak Keanu masuk rumah sakit. Dia nitip salam buat Pak Keanu. Karena masih ada urusan, jadi belum bisa menjenguk Pak Keanu.


"Oh iya, makasih Bu.," jawab Pak Keanu.


"Bu Ratih, temani Vanya disini, dong. Vanya takut jagain Papa sendirian." rengek Vanya.


"Vanya,! kamu ini bicara apa, sih!" seru Pak Keanu.


"Kan, Vanya hanya minta tolong temani saja. Nggak minta tolong merawat Papa.!" jawab Vanya.


"Iya, sayang. Papa ngerti, tapi Bu Ratih itu sudah punya suami. Lagian Bu Ratih juga habis sakit. Masak Bu Ratih nya disuruh nginep di rumah sakit.?" jawab Pak Keanu.


"Iya juga sih, Pa. Habis Vanya bingung mau jagain Papa sama siapa. Sedangkan Vanya takut, Pa." ucap Vanya.


"Biar saya yang temani Vanya, Om. Kasihan dia kayaknya memang takut. Kebetulan saya nggak ada urusan kemana-mana." sahut Farrel.


"Beneran, Rel?" tanya Vanya.


"Iya, Vanya. Kasihan Bu Ratih kan habis sakit. Jadi, biar kamu aku yang temani." jawab Farrel.


"Oke, Rel.!"


"Bu Ratih apa nggak capek, habis dari kampus langsung kesini.?" tanya Pak Keanu sembari menatap Bu Ratih.


"Oh enggak, kok Pak. Kebetulan saya juga nggak ada urusan. Besok juga hari sabtu, kuliah libur, kan.?" ucap Bu Ratih.


"Makasih sudah disempatkan menjenguk saya." ucap Pak Keanu.


"Sama-sama, Pak. Mumpung ini tadi saya juga ada barengannya Farrel." jawab Bu Ratih.


"Kok tumben nggak dijemput sama suami." tanya Pak Keanu.


"Suami saya ada urusan kerjaan ke Jepang. Tadi pagi baru berangkat. Makanya selama dia di Jepang, Farrel ganti yang mengantar jemput saya. Gavin sudah berpesan sama anaknya." jelas Bu Ratih sambil melirik kearah Farrel.


"Oh gitu." ucap Pak Keanu.


"Asyik tuh, ke Jepang. Vanya dari dulu pingin banget ke sana." sahut Vanya.


Bu Ratih melirik jam tangan dipergelangan tangannya. Kemudian dia menoleh kearah Farrel.


"Antarkan Kakak pulang dulu, habis itu kamu kesini lagi temani Vanya." ucap Bu Ratih.


"Baik, Kak. Farrel juga mau ganti baju sekalian." jawab Farrel.


"Pak Keanu, saya pamit pulang dulu, ya. Semoga lekas sembuh. Maaf saya belum bisa ikut temani Vanya jagain Bapak." ucap Bu Ratih.


"Iya, nggak apa-apa, Bu. Saya minta maaf karena Vanya telah lancang bicara seperti itu. Dia memang manja, Bu." jawab Pak Keanu.


"Vanya, Ibu pulang dulu, ya. Maaf Bu Ratih nggak bisa temani kamu jagain Papamu disini. Besok Ibu akan kesini lagi." ucap Bu Ratih.


" Iya, Bu. Nggak apa-apa. Vanya juga makasih karena Bu Ratih telah menjenguk, Papa." jawab Vanya.


"Baiklah, Vanya. Aku anterin Kak Ratih dulu, ya." ucap Farrel.


"Iya, Rel. Aku tunggu." jawabnya.


Kemudian Mereka meninggalkan ruangan Pak Keanu. Farrel mengantarkan Bu Ratih pulang ke rumah Mamanya. Karena mumpung Gavin diluar Negeri dan lagi besok juga libur, dia mau menginap dirumah Mamanya.


--------------------------------


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2