
Hari ini pertama kali Bu Ratih masuk kuliah. Dia masuk kuliah jam 07.30. Berhubung dia belum mendapatkan pembantu, dia kini memgerjakan sendiri.
Bu Ratih bangun jam lima pagi untuk melaksanakan aktivitas rumah tangga. Dia memasak untuk menyiapkan sarapan suami dan anaknya. Lalu dia membersihkan rumahnya sebelum ditinggal ke kampus.
Saat dimeja makan, semua berkumpul. Gavin, Raka serta dirinya. Santo nggak mau kalau sarapan dimeja makan, mungkin dia sungkan.
"Ma, kemarin Raka sudah kenal sama teman namanya Bima." ucap Raka polos.
"Oh syukurlah, Nak. Berarti Raka supel dan cepat menyesuaikan keadaan." jawab Bu Ratih.
"Yang penting Raka harus baik sama semua teman. Biarpun Raka diejek ataupun disakiti, intinya jangan balas langsung tinggalkan saja dia." sahut Gavin.
"Iya, Pa." jawabnya lagi.
"Oh iya, Ma. Nanti kalau Mama kuliah, diantar Santo aja." ucap Gavin.
"Iya, Pa. Kan sekalian pulangnya juga jemput Raka. Nanti kalau Mama bawa mobil sendiri, takutnya pas Mama pulangnya molor kan kasihan Raka." jawab Bu Ratih.
"Iya, sementara diantar jemput saja." jawab Gavin.
Akhirnya mereka selesai juga sarapannya, Bu Ratih sudah menyiapkan bekal buat Raka makan siang. Gavin berpamitan sama anak dan istrinya, kemudian dia berangkat kerja.
Bu Ratih dan Raka juga berangkat setelah Gavin berangkat. Santo sudah siap untuk mengantarkan Bu Ratih dan Raka.
Akhirnya mereka pun berangkat. Sekolah Raka menjadi tujuan pertama karena masuknya lebih pagi dari pada jadwal kuliah nya Bu Ratih.
Tak terasa akhirnya sampai juga di kampus. Bu Ratih berjalan menuju ruangan yang khusus untuk kuliah pascasarjana program Doktor S3 Menejemen. Dia melihat sesorang yang kemarin dia ketemu. Pak Didit sudah sampai duluan.
"Pagi, Pak Didit.!" sapa Bu Ratih.
"Oh, pagi juga, Bu." jawabnya.
"Pak Didit rajin amat, jam segini sudah sampai.?" ucap Bu Ratih sambil ikut duduk disebelah Pak Didit.
"Oh iya, Bu. Saya mau lihat kost-kostan punyanya saudara Bu Ratih. Nanti pulang kuliah antarkan saya, ya Bu?" tukas Pak Didit.
"Oh iya, Pak. Nanti saya antarkan."
__ADS_1
"Biasanya fasilitasnya apa saja?" tanya Pak Didit.
"Setahu saya, sih. Biasanya fasilitas yang ada itu, kasur, lemari meja dan kamar mandi. Kamar mandi itu ada dua jenisnya, ada yang di dalam dan ada yang di luar. Soal harga yang kamar mandi dalam cenderung lebih mahal dari pada yang kamar mandi luar." jelas Bu Ratih.
"Lho, nggak ada AC nya, Bu?" ucap Pak Didit.
"Tergantung, Pak. Kalau yang dilengkapi AC itu lebih mahal lagi. Itu tadi yang saya bilang kost yang pada umumnya seperti itu." jawab Bu Ratih.
"Baiklah, Bu. Nanti saya lihat." jawabnya.
"Pak, ayo kita masuk. Sudah hampir jam setengah delapan." ajak Bu Ratih.
"Baiklah."
Akhirnya Bu Ratih dan Pak Didit masuk kelas. Kemudian perlahan diikuti Mahasiswa yang lain. Ruangan kelasnya lumayan besar dan bersih.
Sekitar menunggu sepuluh menit kemudian, masuklah Dosen yang akan memberikan materi kuliah.
Dosennya laki-laki umurnya sekitar empat puluh delapan an lebih. Bu Ratih dan yang lainnya memperhatikan Dosen tersebut masuk ruangan. "Selamat pagi,!" serunya.
"Selamat pagi, Prof." jawab Serentak.
Bu Ratih masih memperhatikan Prof. Sugeng menjelaskan tentang dirinya. Prof. Sugeng dengan logatnya berbicara dengan santai. Kemudian Prof. Sugeng melanjutkan memberikan penjelasan tentang mata kuliah tersebut.
"Mata kuliah ini mendiskusikan tentang teori dasar dan perkembangan ilmu menejemen serta aplikasinya dalam memahami masalah dan perumusan alternatif solusi dalam perkembangan kasus-kasus bisnis aktual dalam bidang menejemen." terang Prof. Sugeng.
Sekitar hampir dua jam mata kuliah Filsafat ilmu yang dibawakan oleh Prof. Sugeng itu akhirnya mendekati akhir jam kuliah.
"Baiklah, untuk materi hari ini cukup sampai segini saja dulu. Kita lanjutkan lagi dikesempatan selanjutnya. Dan saya ucapkan Selamat pagi semuanya." ucap Dosen tersebut.
"Pagi juga, Prof.!" serempak yang ada diruangan itu menjawab.
Prof. Sugeng akhirnya meninggalkan ruangan itu. Kini penghuni ruangan itu kembali gaduh lantaran mereka ada yang belum sempat kenalan, jadi riuhnya nggak kalah sama Mahasiswa S1.
"Bu Ratih, nanti benar saya diantar melihat kost, ya Bu?" tanya Pak Didit.
"Oh iya, Pak. Nanti saya antarkan." jawabnya.
__ADS_1
"Dosen tadi lumayan juga cara memberikan materinya, ya Bu.?" tanya Pak Didit disel-sela menunggu dosen berikutnya.
"Iya, Pak. Saya tadi juga berfikiran seperti itu. Bisa dibuat referensi kita kalau kembali ngajar dikampus, Pak." ucap Bu Ratih.
"Benar juga, Bu. Nantinya kita bisa terapkan cara-cara seperti yang Dosen tadi bawakan." jawab Pak Didit.
Mata kuliah yang kedua akhirnya dimulai ketika Dosennya datang. Untuk mata kuliah selanjutnya adalah Statistika dan Ekonometrika. Dosennya kali ini adalah perempuan. Mereka menyimak setiap penjelasan yang diberikan.
Dosen perempuan tersebut bernama Prof. Anjani. Dia sangat kalem dan asli Jogja. Tutur bahasanya dalam menyampaikan materi sangat mengena sehingga mudah difahami oleh Mahasiswanya.
Bu Ratih sangat terkesan dengan pembawaan Prof. Anjani kali ini. Sudah orangnya ayu dan anggun, tutur bahasanya halus serta cerdas.
Akhirnya nggak terasa sudah waktunya istirahat siang. Mata kuliah statistika dan ekonometrika selesai sudah. Dosennya kembali ke ruangannya dan kini semua penghuni kelas akhirnya keluar.
Bu Ratih merapikan buku-bukunya dan kemudian dia keluar kelas diikuti oleh Pak Didit. Mereka menuju kantin yang sudah disediakan oleh kampusnya.
"Bu Ratih mau pesan apa, biar sekalian saya pesankan. " ucap Pak Didit.
"Saya nasi campur saja dan teh hangat." jawab Bu Ratih.
Tak lama kemudian Gavin video call sama Bu Ratih. Mereka mengobrol dalam telpon sambil tatap muka. Gavin bertanya gimana kesan-kesannya hari pertama masuk kuliah, sudah dapat teman baru apa belum, gimana Dosennya galak apa nggak, dan lain sebagainya.
Tak lama kemudian Pak Didit menghampiri Bu Ratih dengan membawakan sepiring nasi buat Bu Ratih. Kemudian dia duduk disamping Bu Ratih. Sekilas bayangan Pak Didit yang duduk disebelah Bu Ratih menjadi menarik perhatian Gavin.
Lalu dia menanyakan siapa laki-laki disebelah Bu Ratih. Dengan santai Bu Ratih menjawab kalau itu adalah teman barunya yang kebetulan satu kelas dengan Bu Ratih.
"Sudah selesai telponnya, Bu?" tanya Pak Didit.
"Sudah, Pak. Suami saya yang telpon menanyakan gimana keaan pertama kuliah." jawab Bu Ratih.
"Ayo dimakan dulu, Bu?" ajak Pak Didit.
"Mari, Pak."
Akhirnya mereka berdua menikmati makan siangnya dengan lahap. Diselingi ngobrol-ngobrol seputar kuliah. Pak Didit juga nggak sungkan menceritakan kisah cintanya dengan perempuan. Sampai nggak terasa jam istirahat hampir selesai.
----------------------------------
__ADS_1
Bersambung...