
Setelah kejadian yang menimpa Cindy di rumah sakit, Gazi kini jadi sering berkomunikasi dengan Cindy. Seperti halnya hari ini dia lagi di cafe untuk giliran jaga.
Jarum jam sudah menunjukan pukulsetengah lima sore, kini dia lagi duduk di salah satu meja paling sudut sambil pantengin laptopnya. Ketika senggang di cafe dia pergunakan untuk melihat tugas kuliahnya.
Tak lama kemudian Zahra datang seperti biasa untuk mengecek kue yang dititipkan di situ. Dia nggak tahu kalau Gazi lagi duduk di salah satu meja di pojok.
"Mbak Zahra, hari ini alhamdulilah kuenya laris, ini tinggal sedikit." ucap Fitri salah satu karyawannya.
"Alhamdulilah syukurlah Fit kalau gitu, oh iya Mas Gazi mana.?" tanya Zahra.
"Tadi Fitri lihat ada disini, tapi nggak tahu lagi dia kemana, Mbak.!" jawabnya.
"Ya sudah nggak apa-apa. Biar saja. Oh iya hari ini dia ulang tahun, aku mau kasih kejutan buat dia. Nanti keluarganya kesini untuk kasih dia kejutan. Saya disuruh kesini duluan karena untuk menyiapkan tempat. Tolong bantu saya siapin tempat ya, nanti kalau Mas Gazi tanya bilang aja pesanan klien untuk ultah." ucap Zahra.
"Oh iya Mbak, nanti saya bantu."
"Kita pakai yang disana aja, kan biasanya disana jarang ditempati pengunjung." ucap Zahra sambil menunjuk salah satu tempatnya.
"Baik Mbak,!"
Zarah dan Fitri kini perlahan menyiapkan acaranya nanti. Mungkin acaranya hanya buat keluarga saja. Heru sudah dikasih tahu sama Zahra untuk datang membantu.
Triiing...triing...
Ponsel Zahra berbunyi, dia langsung menuju ke belakang untuk menerima telponnya.
"Hallo Cantika,!"
"Kak, apa tempatnya sudah siap.?"
"Ini sudah Kakak siapkan,!"
"Baiklah, Cantik nanti ambil kuenya dulu baru kesana."
"Baik, Kakak tunggu.!"
Akhirnya Zahra menutup telpon kembali setelah selesai berbicara dengan Cantika. Kini dia kembali membantu menata tempatnya buat acara nanti.
Tak lama kemudian Gazi melihat kok ada rame-rame, lalu dia menuju tempat tersebut. Dia kaget karena melihat Zahra ada di situ.
"Zahra, kok kamu ada disini.?" tanya Gazi heran.
"Oh aku tadi hanya ngecek kue, kok disini rame-rame lagi nata sesuatu. Lalu aku tanya kata Fitri ada yang ngeboking buat acara ultah." jawab Zahra.
"Oh gitu, kok aku nggak tahu ya.? Apa Heru lupa kasih tahu." jawab Gazi.
"Mungkin dia lupa Zi, ya dimaklumi aja." ucap Zahra.
__ADS_1
"Iya, sayang."
"Oh iya, aku bantu Fitri dulu ya? Kalau kamu lanjutin kerjaan kamu nggak apa-apa.!" ucap Zahra.
"Beneran nggak apa-apa.?"
"Iya, sudah sana lanjutin kerjaanmu. Biar aku yang bantuin Fitri." ucap Zahra.
Gazi kembali ke meja yang tadi dibuat ngerjakan tugas kuliahnya. Dia nggak ngerti sama sekali kalau acara itu dibuat dirinya.
.
.
.
Sekitar pukul enam sore setelah Maghrib Zahra duduk di depan untuk menunggu Cantika dan yang lainnya. Tak lama kemudian datanglah Heru mencari Gazi, Zahra bilang kalau Gazi ada di ruangan.
"Ra, Aku sudah siapkan nanti yang manggung." ucap Heru.
"Oh iya Her, makasih ya.?"
Zahra kemudian menuju tempat dimana nanti diadakan acara surprise party. Semuanya sudah siap dengan tulisan selamat ulang tahun nya. Heru kebagian menahan Gazi di dalam ruangan agar tidak keluar.
Semua dekorasi sudah tertata rapi dan menarik. Meja kursi dan camilan sudah di sediakan di dapur, Fitri kebagian untuk urusan konsumsi.
Tak lama kemudian keluarga datang, Gavin dan Bu Ratih. Sedangkan Cantika belakangan sama Bara karena dia harus mengambil pesanan kue ulang tahun buat Kakaknya.
Zahra langsung menyambut kedatangan Gavin dan Bu Ratih. Dia lalu mengajak mereka ke tempat yang sudah disediakan. Bu Ratih kaget dengan semuanya, karena sudah tertata rapi dan terkonsep.
Band yang buat music juga sudah datang dan menempati tempat yang sudah disediakan. Tak selang lama Cantika dan Bara datang dengan membawa kue ulang tahun. Dia langsung menaruh kue tersebut ke atas meja yang sudah disiapkan.
"Ma, dimana Kak Gazi.?" tanya Cantika.
"Kata Kak Zahra ada didalam sama Kak Heru." jawab Bu Ratih.
"Gimana kita mulai sekarang.?"
"Tunggu band nya siap dulu Dek.!" jawab Zahra.
"Oh gitu, jadi ini nanti pembukaannya pakai lagu dulu, Kak.?"
"Maunya gitu, untuk mancing Kak Gazi keluar. Nanti baru dilanjut doa dan ucapan selamat dan seterusnya." jelas Zahra.
"Oh gitu, oke kalau gitu."
__ADS_1
Cantika dan Bara akhirnya duduk di tempat yang sudah disediakan. Tak lama kemudian Yanuar mendekati Zahra untuk memberitahukan kalau band nya sudah siap.
Akhirnya bandnya pun mulai memainkan music, mereka menyanyikan lagunya Jamrud yang selamat ulang tahun. Dengan iringan music yamg sedikit up bit semua pengunjung otomatis bersorak karena ada yang lagi ulang tahun.
Sedangkan di dalam ruangan, Gazi dan Heru lagi ngobrol. "Her, kayaknya acara ulang tahunnya sudah dimulai.!" ucap Gazi.
"Iya kayaknya Zi, kita keluar yuk?" ajak Heru.
"Oke,!"
Keduanya lalu keluar ruangan dan menuju keluar. Gazi dan Heru kemudian pandangannya tertuju pada stage yang kini sudah perform homeband yang membawakan lagu tersebut.
Kemudian vocalisnya maju dan turun menuju Gazi dan Heru yang berdiri ditengah cafe. Lalu vocalis itu memberikan bunga sebagai ucapan ulang tahun dari band mereka.
Gazi sontak kaget karena dia yang dikasih ucapan selamat ulang tahun, dia bingung karena hari ini dia lupa kalau lagi ulang tahun. Wajahnya seketika merah menahan malu bercampur haru.
Kemudian Gazi menoleh kearah tempat yang letaknya di sudut. Heru mengajak dan menuntunnya kesana. Dia terharu karena semua keluarganya sudah menunggu dan menyambutnya disana. Apalagi ditengah-tengah keluarganya ada Zahra.
Gadis yang selama ini sudah setia menemani dirinya dalam keadaan apapun. Dia jadi sedih karena teringat karena telah menghianatinya soal Cindy. Tak terasa matanya sudah mulai mengembun dan mendekati orang-orang yang sudah menyayanginya.
Setelah itu dia duduk diantara keluarganya tersebut kemudian dia memeluk Bu Ratih.
"Makasih ya Ma, karena telah ada dan peduli dengan ulang tahun Gazi. Dan Gazi juga berterima kasih sekali sama Mama karena sudah menjadi teman cerita Gazi selama ini." ucap Gazi sambil menangis.
Semua yang ada disekitar Gazi sontak terharu dan ikut meneteskan air matanya. Terlebih Gavin, karena dia sangat beruntung punya istri seperti Bu Ratih yang bisa mengerti dan menyayangi anak-anaknya seperti anak kandungnya sendiri.
"Iya sayang, Mama juga senang bisa menjadi teman cerita dan menampung segala uneg-uneg kamu. Jangan sungkan-sungkan lagi ya kalau ada masalah atau apa langsung cerita sama Mama. Dan yang penting, selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat, dikasih rejeki yang barokah dan tetap sayang sama keluarga." ucap Bu Ratih sembari mencium kedua pipi Gazi lalu keningnya.
"Selamat ulang tahun juga ya sayang. Papa harap kelak bisa menjadi penerus Papa, ya.?" ucap Gavin sambil mencium kening anaknya.
"Selamat ulang tahun Kak, semoga yang terbaik menyertai Kak Gazi. Dan cepet lulus lalu menikah. Itu lihat di sana, sudah menanti bidadari cantik yang setia menemani Kakak." ucap Cantika sembari menoleh kearah Zahra.
"Kak, Bara ucapkan selamat ulang tahun ya. Semoga panjang umur dan sukses selalu.!"
Sekarang giliran Zahra yang kasih ucapan selamat. "Selamat ulang tahun ya Bie, aku harap kamu tetap seperti ini dan tidak boleh sombong jika sukses kelak."
"Makasih ya sayang, kamu adalah harta paling berharga setelah keluargaku, maafkan jika aku ada salah." ucap Gazi.
"Iya sama-sama.!"
"Dan buat semuanya, Mama, Papa, Cantika, Bara dan semua yang hadir disini, saya ucapkan terima kasih banyak atas surprise ini. Dan untuk malam ini, buat pengunjung setia Zie's Cafe semua item saya kasih diskon lima puluh persen." ucapnya keras.
Dan ketika dia lagi melanjutkan acara potong kue dan membagikannya kepada keluarga, tiba-tiba matanya menangkap seorang gadis yang berdiri ditengah cafe sambil membawa bunga.
------------------------------
Bersambung......
__ADS_1