
Bu Ratih terdiam. Dia jadi nggak enak kalau menolak ajakan Pak Keanu. Akhirnya Bu Ratih mengangguk pelan.
"Baiklah, Pak. Saya mau." jawab Bu Ratih.
Seketika Vanya menampakan wajah kegirangan. Dia lalu menggandeng tangan Bu Ratih untuk diajaknya masuk ke dalam mobil.
"Mari Bu Ratih, silahkan masuk." ucap Pak Keanu.
"Makasih Pak..," jawab Bu Ratih.
Pak Keanu kemudian melajukan mobilnya. Vanya nggak mau duduk didepan seperti biasa, kini dia duduk bersama Bu Ratih dibelakang. Papanya hanya tersenyum melihat anak gadisnya yang super manja itu.
"Pa., kapan-kapan Vanya boleh main ke rumah Bu Ratih, kan?" tanya Vanya.
"Iya, sayang. Tapi, tanya dulu sama Bu Ratihnya, sibuk nggak?" jawab Papanya.
Vanya langsung melirik kearah Bu Ratih dengan mimik memohon. Istri Gavin itu jadi nggak tega kalau melihat wajah gadis itu melas. Langsung saja dia menganggukan kepala tanda setuju.
"Asyik.. Bu Ratih mau, Pa." ucap Vanya dengan senyum kegirangan.
"Iya, sayang. Terserah kamu, saja." sahut Pak Keanu seraya matanya melirik Bu Ratih lewat spion.
Kini mereka bertiga berada satu mobil layaknya satu keluarga. Mereka bercanda satu sama lain sehingga keakraban cepat tercipta. Tiba-tiba suara Pak Keanu memecah keceriaan diantara mereka.
"Sudah lama Bu Ratih menjadi bagian dari keluarga Pak Indra wijaya?" tanya Pak Keanu.
"Saya baru sebulan menikah dengan putra Pak Indra. Tapi, kenal keluarga beliau lama sekitaran dua tahun." jawab Bu Ratih.
"Lho! Papa kok tahu keluarga Bu Ratih, sih?" Vanya tiba-tiba nyeletuk dari belakang.
"Papa kebetulan sempat bertemu di Mall, waktu anter kamu beli sepatu, sayang. Saat itu kamu lagi antri di kasir buat bayar. Papa jenuh nungguin kamu didalam. Akhirnya Papa keluar dan nggak sengaja bertemu keluarga Bu Ratih. Dan kebetulan Papa kenal dengan Mertuanya Bu Ratih." jelas Pak Keanu sambil tetap fokus nyetir.
"Oh gitu, Vanya baru tahu." jawabnya.
"Iya, sayang." jawab Pak Keanu.
Hari ini Bu Ratih pulang kerumah Mamanya atas seijin suaminya. Tadi sebelum berangkat sudah pamit sama mertua.
Akhirnya dia bilang ke Pak Keanu kalau minta diantar ke rumahnya sendiri, bukan ke rumah mertuanya.
Akhirnya sampai juga dirumah Bu Ratih. Mobil itu masuk ke halaman rumah Bu Ratih. Kemudian Pak Keanu memarkirkan mobilnya. Mereka semuanya keluar dari mobil.
"Silahkan mampir dulu, Pak Keanu, Vanya." ucap Bu Ratih.
"Nggak usah, Bu. Lain kali saja mampir." sahut Pak Keanu.
"Iya, Bu. Kapan-kapan saja Vanya main kesini." ucap Vanya.
"Ya sudah, kalau gitu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena telah mengantarkan saya pulang." ucap Bu Ratih.
"Iya, Bu. Sama-sama." jawab Pak Keanu.
"Vanya pamit dulu, ya Bu." kini Vanya yang berucap seraya memeluk Bu Ratih.
Bu Ratih spontan kaget, kenapa tiba-tiba Vanya jadi manja terhadap dirinya. Seketika Bu Ratih membalas pelukan Vanya supaya membuatnya senang.
Pak Keanu yang melihat pemandangan itu jadi terharu, anaknya yang baru saja kehilangan Ibunya kini seolah mencari sosok Ibu dalam diri Bu Ratih.
Kemudian Vanya melepaskan pelukannya. Bu Ratih tersenyum melihat tingkah gadis itu. Pak Keanu menganggukan kepalanya ke arah Bu Ratih. Kemudian mereka berdua pamit untuk pulang.
Setelah mobil Pak Keanu hilang di tikungan, Bu Ratih masuk ke dalam rumah. Didapatinya Mama dan Adik semata wayangnya yang lagi duduk di ruang tengah.
__ADS_1
"Mbak Ratih.!" seru Winda.
"Ratih, Gavin mana, Nak?" ucap Bu Rahma seraya matamya melihat keluar.
Dihempaskan tubuhnya disofa dekat Adiknya. Kini Bu Ratih ikut duduk diruang tengah.
"Gavin ke Bandung, Ma. Ada urusan kerjaan yang harus di selesaikan." jawab Bu Ratih.
"Terus, kamu ini tadi diantar siapa?" tanya Mamanya.
"Ratih diantar Mahasiswi Ratih, kebetulan dia dijemput Papanya." jawab Bu Ratih lirih.
"Kok, nggak disuruh masuk.?" ucap Bu Rahma.
"Nggak mau, Ma. Mungkin sudah sore, jadi nggak mau mampir-mampir." jawab Bu Ratih.
"Oh iya, Kakakmu ini tadi bilang tidur di rumah istrinya. Karena biar dekat kalau mau ke rumah sakit." ucap Bu Rahma.
"Oh gitu, ya sudah, Ratih mandi dulu, ya Ma?" ucap Bu Ratih sambil naik keatas menuju kamarnya.
******
Didalam perjalanan pulang kerumahnya, Vanya diomelin Papanya. Karena sikapnya terhadap Bu Ratih. Bukannya apa-apa, Pak Keanu merasa nggak enak dengan Bu Ratih.
"Maafin Papa, ya Nak? bukannya Papa marahi kamu. Tapi, tolong, kamu mengerti posisi Papa." ucap Pak Keanu sambil mengelus rambut putrinya.
"Iya, Pa. Vanya juga minta maaf sama, Papa. Vanya suka saja sama kepribadian Bu Ratih. Vanya merasa nyaman kalau sama Bu Ratih. Tapi, Vanya sadar kalau Bu Ratih sudah berkeluarga." ucap Vanya.
"Makasih sayang.., kamu ngerti juga." ucap Pak Keanu.
Kendaraan melaju dengan lancar sampai ketujuan. Vanya sekarang banyak diam. Pak Keanu melirik kearah putrinya itu.
"Sayang, nanti kita makan malam diluar, yuk." ajak Pak Keanu ketika sampai rumahnya.
"Ya sudah, sekarang kamu mandi sulu sana, siap-siap, nanti kita makan diluar." ucap Pak Keanu sambil mengacak rambut putrinya itu.
Vanya langsung berlari menuju kamarnya. Sedangkan Pak Keanu hanya memperhatikan putri semata wayangnya itu sambil tersenyum.
*****
Dikediaman Bu Ratih, sekarang Bu Ratih lagi duduk-duduk sama Mamanya.
"Ma, Ratih mau cerita. Tadi kan Ratih bilang kalau diantar Mahasiswi Ratih pulang. Papanya itu duda, mamanya sudah meninggal. Dan kebetulan lagi nama Papanya gadis itu "Keanu" dan kenal sama Pak Indra." jelas Bu Ratih.
Bu Rahma sedikit tegang mendengar cerita anaknya kali ini. Semuanya serba kebetulan.
"Soal nama yang sama, Ratih sempat keingat sama keanu, Ma. Malahan Ratih diantar Gavin ziarah ke makamnya. Yang jadi permasalahan kini, Putrinya Pak Keanu mulai suka sama Ratih dan itu terlihat kalau ketemu Ratih pasti manjanya keluar." jelas Bu Ratih.
"Sayang, Mama mengerti dengan semua apa yang kamu ceritakan. Selama hubungan pertemanan kalian masih sebatas wajar sih nggak apa-apa. Cuma, kamu lebih mawas diri jangan sampai sikap dan bicaramu menyinggung mereka." tutur Bu Rahma.
"Iya, Ma. Ratih mengerti. Ratih pasti akan menjaga semua perasaan mereka, termasuk suami Ratih sendiri." jawab Bu Ratih.
Bu Rahma hanya tersenyum melihat sikap anaknya yang mulai gelisah dengan permasalahan hidup. Mungkin ini adalah ujian diawal sebuah pernikahan.
Ketika mereka sedang ngobrol-ngobrol, Winda datang menghampiri lalu ikut nimbrung.
"Mbak, anterin Winda ke toko buku, dong.?" ucap Winda.
"Sekarang,?"tanya Bu Ratih.
"Ya iyalah, masa tahun depan." sahut Winda.
__ADS_1
"Ya sudah, Mbak ganti baju dulu." jawab Bu Ratih.
Tak lama kemudian mereka berdua berangkat ke toko buku. Bu Ratih memesan Taxi untuk mengantarkan ke toko buku.
Sesampainya di toko buku, Winda masuk dan mencari buku yang dibutuhkan. Bu Ratih ikut melihat-lihat buku yang ada di rak. Setelah bosan dia keluar toko dan duduk di kursi.
Bu Ratih kemudian sibuk dengan ponselnya, dia mau kirim pesan ke suaminya, tapi, takut ganggu. Diurungkan niatannya untuk menghunbungi suaminya.
Tak lama kemudian dia masuk lagi mencari Winda. Setelah ketemu dia mengeluarkan beberala lembar uang kertas warna merah dan dikasihkannya ke Adiknya itu.
"Winda sudah ada uangnya, Mbak. Kemarin sudah dikasih Mas Bagas." ucapnya.
"Ya sudah, kalau gitu ini simpen aja. Jangan lupa ditabung jangan boros.!" seru Bu Ratih.
"Makasih Mbak..," sahutnya kegirangan.
"Win, kita cari makan dekat sini, yuk. Nanti Mama dibungkusin aja." ajak Bu Ratih.
"Okey," jawab Winda.
Mereka berdua berjalan menyusuri banyak pertokoan, dan mencoba mencari rumah makan disekitaran sini. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan soto betawi.
Mereka masuk dan memesan dua porsi soto betawinya. Tempatnya nggak begitu ramai jadi tempatnya masih banyak yang kosong.
Bu Ratih dan Adiknya memilih tempat duduk paling ujung. Tak lama kemudian dia menangkap soaok yang tak asing. Vanya! gumamnya.
Sedangkan Vanya sendiri sudah mengetahui keberadaan Bu Ratih langsung saja mendekatinya.
"Bu Ratih disini?" ucap Vanya.
"Eh, Vanya. Iya, nih. Bu Ratih sama Adik Bu Ratih." jawab Bu Ratih sambil menoleh kearah Winda.
Winda kemudian bersalaman dengan Vanya.
"Aku Winda, Kak." ucap Winda.
"Aku Vanya, Mahasiswinya Bu Ratih!" jawab Vanya.
"Kamu sendirian?" tanya Bu Ratih.
"Enggak, sama Papa. Dia masih memarkirkan mobilnya" jawab Vanya.
Tak lama kemudian Pak Keanu masuk dan dipanggil sama Vanya untuk sekalian gabung dimeja Bu Ratih.
"Pak." sapa Bu Ratih.
"Ini siapa, Bu?" tanya Pak Keanu.
"Oh iya, kenalin ini Adik saya, Pak" ucap Bu Ratih.
"Saya Winda, Om." ucap Winda.
"Saya Keanu.!" jawab Pak Keanu datar.
Winda melototkan matanya, dia melirik ke Kakaknya seolah mengisyaratkan soal nama itu. Bu Ratih berusaha bersikap sewajar mungkin supaya Pak Keanu tidak curiga dengan reaksi Winda setelah mengetahui siapa nama Papanya Winda.
"Keanu.? Nama Om seperti nama mantan tunangannya Mbak Ratih!" cerocos Winda tanpa dosa.
Bu Ratih sedikit gugup dan kaget setelah mendengar kalimat yang diutarakan oleh Winda.
"Apa! nama saya sama dengan nama mantan tunangannya Bu Ratih.?" ucap Pak Keanu.
__ADS_1
----------------------------------
Bersambung........