BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON TIGA Part : 199 (Bu Ratih ulang tahun)


__ADS_3

Pagi ini Bu Ratih pergi ke kampus bareng Raka. Dia mau mencoba pakai mobil barunya. Awalnya dia nggak mau karena malu, nanti dipikir pamer, tapi setelah Bu Ratih kasih dia penjelasan, akhirnya dia mau.


Sesampainya di kampus, Raka menjadi pusat perhatian teman-temannya dan yang lainnya. Bu Ratih turun dari mobil sport merah lalu diikuti oleh Raka.


Mereka yang melihat kaget ketika Bu Ratih pergi ke kampus bareng sama Raka, anak hukum. Sebagian yang melihat dia bisik-bisik, karena selama ini mereka nggak tahu kalau Bu Ratih adalah Mamanya Raka.


Raka memang nggak mau berlindung dibalik nama besar Mamanya di kampus ini. Mungkin hanya sahabat dekatnya saja yang tahu bahwa Bu Ratih adalah Mamanya.


Bu Ratih di kampus ini memang punya nama besar. Posisi di kampus ini dia menjadi Dekan, sekaligus Dosen pengajar.


Ketika masuk, Bu Ratih pisah sama Raka, tapi sebelumnya dia mencium tangan Mamanya sebelum masuk kelas.


Dari kejauhan ada yang memperhatikan aoa yang dilakukan Raka terhadap Bu Ratih. Ternyata para cewek-cewek yang tempo hari sempat mau bertengkar dengan Raka.


"Hai, coba lihat si Raka. Gila..! ternyata dia anaknya Bu Ratih." ucap salah satu dari gerombolan cewek-cewek tadi.


"Iya, berarti dia anak Dekan kampus ini. Lihat saja mobil yang dibawahnya, sport gaes. Mobil mahal itu. Ternyata tajir juga tuh cowok." sahut yang satunya.


"Kamu harus bisa dapetin tuh cowok. Lumayan, anak orang kaya." ucap teman yang satunya lagi.


"Hey, sstt.., diam.! si Raka mau lewat sini. Diam, kita harus jaga image. Biar nggak dibilang cewek bar-bar."


Raka berjalan seperti biasa tanpa memperdulikan cewek-cewek yang tengah memperhatikannya. Dia berjalan dengan penuh percaya diri sampai kelasnya.


Sedangkan yang lainnya bisik-bisik seolah apa yang ada pada diri Raka itu pasti menarik perhatian.


"Raka.,!"


"Hai Fer. Kamu baru masuk?" tanya Raka.


"Iya, aku baru aja datang. Kamu tadi berangkat sama Mamamu, ya.?"


"Iya, Mamaku hari ulang tahun. Aku sama Adek serta Papa sudah merencakan surpprise untuknya. Jadi, nanti pulang kampus aku sudah ditunggu Papa sama Cantik di rumah makan langganan Papa." ucap Raka.


"Kamu beruntung, ya Ka. Keluarga masih lengkap dan semua sayang sama kamu. Sedangkan aku, Mama Papaku cerai, lalu Papaku nikah lagi. Aku ikut Mama. Memang secara materi aku tidak kurang satu apapun. Tapi, kebahagiaan dan kasih sayang, aku nggak punya. Mama kalau aku ajak kemana gitu selalu jawabnya dia sibuk kerja. Kalau Mama nggak kerja siapa yang akan membiayai kuliahku. Selalu seperti itu." jelas Ferdi.


"Sudahlah, kamu yang sabar. Banyak diluar sana yang lebih menderita dari kamu. Yang penting sekarang kamu fokus kuliah, lulus lalu cari kerja buat menata masa depan." jawab Raka.


"Iya, Ka. Kamu benar. Kita kan laki-laki, jadi harus kuat dan siap menatap masa depan yang sudah menanti didepan." ucap Ferdi.


"Ayo kita kedalam. Sebentar lagi jam kuliah dimulai." ajak Raka.


Keduanya masuk diruang kelasnya. Sampai akhirnya Dosen pengajarnya datang dan di mulailah menjelaskan materi kuliah kali ini.


.

__ADS_1


.


.


Sekitar pukul dua siang, Raka keluar dari ruangannya karena jam kuliah sudah selesai. Kini dia di parkiran menunggu Mamanya keluar.


Dia berdiri disamping mobil sport warna merahnya dengan percaya diri. Sambil memainkan ponselnya dia mencoba mengirim pesan ke Dara.


["Hallo, Dara. Hari ini kamu sibuk, nggak?"]


Lama pesan Raka belum dibalas sama Dara. Dia masih menunggu sambil memainkan ponselnya. Tak lama kemudian terdengar bunyi notifikasi.


"Triiing..,"


["Hai, Ka. Aku hari ini free. Nanti kuliahnya baru jam enam sore."]


["Kamu mau ikut nggak ke acara Mama aku ulang tahun."]


["Aduh, Ka. Aku kok malu ya. Kan aku belum pernah ketemu keluarga kamu."]


["Nggak apa-apa, kamu ajak Gazi sekalian. Kalian kan kenal. Tadi aku nggak ketemu dia di kampus."]


["Okelah kalau ada Gazi, kalau aku sendiri takut, Ka."]


["Okey, bye."]


Akhirnya Raka memberanikan diri mengajak Dara. Dia sepertinya naksir sama Dara cuma dia belum berani mengatakannya sama gadis itu.


Tak lama kemudian Bu Ratih keluar dan menghampiri Raka yang lagi berdiri disamping mobilnya.


"Sudah lama menunggu Mama, ya?" tanya Bu Ratih.


"Nggak apa-apa, Ma."


"Kita pulang sekarang, Nak?" tanya Bu Ratih.


"Oh iya, temenin Raka ke suatu tempat bentar, ya Ma?" ucap Raka.


"Iya, Nak."


Raka langsung melajukan mobil mewahnya itu. Dia senang sekali karena hari ini dia akan memberikan surprisse sama Mamanya. Sebelumnya dia sudah menanyakan persiapannya pada Cantik dan Papanya. Dan semuanya sudah siap.


Tak lama kemudian, sekitar setengah jam Raka sudah sampai tempat dimana akan diadakan surprisse buat Mamanya. Bu Ratih kaget kenapa Raka membawanya ke rumah makan ini.


Setelah mereka turun dari mobil, dia bertanya sama Raka. "Kenapa kesini, Nak.?"

__ADS_1


"Sebentar, Ma. Kita masuk dulu."


"Tapi, untuk apa. Kan kita mau makan dirumah saja." ucap Bu Ratih sambil sambil berjalan disebelah Raka.


"Iya, Ma. Raka pingin beli makannya. Konon ini rumah makan terkenal enak." jawab Raka asal.


Lalu Raka membawa Mamanya ke sebuah gazebo yang letaknya dipojok dekat dengan kolam ikan. Konsepnya lesehan. Dan ketika sampai disitu, dia kaget kenapa kok sudah ada suami dan anak perempuannya.


Bu Ratih langsung kaget bercampur bingung ada apa ini sebenarnya. Tak lama kemudian Dara datang bersama Gazi. Gavin kaget siapa itu anak laki dan perempuan yang datang belakangan.


"Pa, Ma. Kenalin ini teman-teman Raka. Yang ini Dara dan yang disebelahnya itu Gazi." jelas Raka satu persatu.


"GAZI,!" seru Bu Ratih barengan dengan Gavin.


Mereka yang hadir disitu kaget kenapa orang tua Raka kompak menyebut nama Gazi. Sedangkan Bu Ratih dan Gavin heran kenapa mereka bisa sekompak itu merespon saat Raka menyebut nama Gazi.


"Maaf, Nak. Kami saking antusiasnya kalian hadir. Ayo silahkan duduk disini." ucap Gavin.


Kemudian Gazi dan Dara ikut duduk dan bergabung dengan Gavin dan Bu Ratih. Bu Ratih dan Gavin duduk bersebelahan, lalu Raka dan Canti, kemudian Gazi dan Dara.


Tak lama kemudian, pelayan rumah makan itu datang dengan membawa pesanan makanan.


"Dara, kamu ikut saya bentar." ajak Raka pada Dara.


Taka lama kemudian Dara dan Raka kembali dengan membawa kue ulang tahun yang memang sudah disediakan oleh pihak rumah makan itu.


Bu Ratih sontak kaget, karena dia nggak nyangka kalau keluarganya bakal membuatkan surprisse party seperti ini. Matanya berkaca-kaca saat Dara dan Raka meletakan kue ulang tahun tersebut diatas meja.


"Ma, Raka, Adek serta Papa. Mengucapkan selamat ulang tahun buat Mama tercinta. Dimana saat ini usia Mama yang genap 48th masih diberi kesehatan, kesuksesan serta tetap rendah hati dan penyayang." ucap Raka sambil mencium pipi Mamanya.


Lalu kemudian diikuti Gavin dan Cantik. Setelah itu tak lupa Dara dan Gazi juga memberikan selamat buat Bu Ratih.


"Ya ampun, Mama nggak nyangka kalau akan dikasih kejutan seperti ini. Sekali lagi Mama ucapkan banyak terima kasih sama kalian semua permata-permata Mama. Dan Mama juga selalu mendoakan yang terbaik buat kalian semua." ucap.Bu Ratih.


"Iya, Ma. Sama-sama." jawab Cantik.


"Ya sudah, ayo kita makan. Nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya." tukas Gavin.


Akhirnya mereka semua menikmati makanan yang sudah disiapkan. Gavin dan Bu Ratih saling pandang dan tersenyum.


"Ya Tuhan, aku berterima sekali karena sampai diusia yang ke 48th ini masih diberi kesehatan yang tiada tara berharga. Anak-anak serta suami yang sangat penyayang serta baik." ucap Bu Ratih dalam hati.


-------------------------------


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2