BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
Part : 49 (Siuman)


__ADS_3

....................................


Sasha jadi bingung, Seno barusan menyebut nama Ratih. Tapi, ketika hendak keluar panggil Dokter, Seno terdiam lagi. Akhirnya dipencet juga tombol yang terletak diatas kepala Seno. Tak lama kemudian Dokter datang.


"Dok, ini tadi pasien bersuara dan memanggil seseorang. Tapi, sekarang diam lagi." tanya Sasha.


"Bentar, saya periksa dulu, ya Mbak?" ucap Dokter itu sambil mulai memeriksa Seno.


Sasha memperhatikan sambil bertanya-tanya. Ada hubungan apa dengan Mbak Ratih. Bathinnya.


"Mbak, pasien kembali koma, mungkin secara psikis dia menurun. Tapi, nggak apa-apa. Kita tunggu perkembangan seanjutnya." ucap Dokter itu.


Kemudian Dokter keluar meninggalkan ruangan itu. Kembali Sasha menemani Seno. Kali ini dia dibuat bingung dengan kalimat Seno barusan.


Seno sempat cerita kalau dia pernah melakukan tindakan asusila terhadap wanita yang dijodohkan dengannya. Terus, ini tadi Gavin sama pacarnya mengunjungi Seno dirumah sakit. Nama pacar Gavin adalah Ratih. Apa Ratih yang dimaksud Seno adalah Ratih yang tak lain adalah pacar Gavin. gumamnya.


Berbagai pertanyaan menumpuk di kepala Sasha. Membuat dia ingin tahu apa yang sebenernya terjadi. Jalan satu-satunya adalah Papanya. Dia beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi. Ternyata Sasha pulang untuk menemui Papanya.


.


"Pa., Papa?" teriak Sasha dari luar setibanya di rumah. Dia mencari Papanya, ternyata ada di teras belakang.


"Pa, Sasha ingin tanya sesuatu!" ucap Sasha sambil meletakan tasnya di meja. Kemudian dia duduk disebelah Papanya.


"Kamu, mau nanya apa?" tanya Papanya.


"Pa, Papa tahu ada hubungan apa antara Seno, Gavin dan Ratih?" tanya Sasha.


Pak Ferry seketika terdiam mendengar pertanyaan dari putrinya.


"Kamu, kok bisa bertanya seperti itu?" tanya Pak Ferry balik.


"Tadi, dirumah sakit Gavindra sama calon istrinya Ratih menjenguk Mas Seno." ucap Sasha.


Pak Ferry manutkan alisnya. Dia sendiri juga belum ngerti apa maksud Sasha.


"Dan juga, tadi Mas Seno sempet sadar, lalu menyebut nama "Ratih", gitu Pa" ucap Sasha.


"Mungkin, Ratih mantan pacarnya atau apa gitu?" jawab Pak Ferry.

__ADS_1


"Ya, mungkin gitu Pa." jawab Sasha.


"Keluarga Seno apa sudah ada yang datang?" tanya Pak Ferry.


"Belum, Pa. Tapi, nggak tahu kalau pas Sasha kesini."jawab Sasha.


"Papa, sudah bisa hubungi perusahaannya, katanya ntar dihubungi." jawab pak Ferry sambil berlalu meninggalkan Sasha yang masih duduk dengan menyimpan banyak pertanyaan.


Kalau memang Mbak Ratih adalah mantan pacarnya Mas Seno, berarti Mbak Ratih lah yang diceritakan Mas Seno saat itu. Bathin Sasha. Dia masuk kerumahnya lalu menuju kamarnya.


.


.


.


Ditempat berbeda, Gavin dan Bu Ratih sudah berada di sebuah cafe.


"Sayang, kenapa kamu nggak cerita kalau anak Pak Ferry suka sama, kamu?" tanya Bu Ratih.


"Aku juga nggak ngerti kalau dia suka sama aku." jawab Gavin.


Bu Ratih terdiam dan tersenyum.


"Enggak, ngapain cemburu." jawab Bu Ratih dengan wajah memerah nahan malu.


"Cemburu juga nggak apa-apa, sayang." ucap Gavin sambil mencubit hidung Bu Ratih.


"Sayang, kayaknya Seno sama Sasha bisa tuh dijodohin." ucap Bu Ratih.


"Iya, juga sih. Sasha begitu telaten merawat Seno di rumah sakit." jawab Gavin.


"Iya, keliatannya Sasha gadis yang baik, lagian Seno juga berubah." ucap Bu Ratih.


Makanan yang di pesan sudah datang.


Akhirnya mereka pun menikmati makanan itu. Hari minggu ini dibuat mereka bener-bener berduaan.


Setelah makan, mereka berdua lanjut jalan-jalan ke aebuah Mall. Ada beberapa keperluan yang mereka harus beli. Hari pernikahan mereka tinggal sebentar lagi, mungkin banyak yang mereka perlukan untuk hari pernikahan nanti.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah mulai gelap, Gavin dan Bu Ratih memutuskan untuk kembali pulang.


.


.


.


Sebulan sudah Seno koma dirumah sakit. Kini yang menungguinya ada Tantenya dan sepupunya. Tak lama kemudian, Sasha datang dengan Pak Ferry.


Mereka berkumpul diruangan dimana Seno dirawat.


"Masih, belum siuman juga, Te?" tanya Sasha sambil mendekati Seno. Kemudian dia memegang tangan Seno. Pak Ferry yang melihat sikap Putrinya itu, jadi tersadar. Kayaknya dia ada perhatian khusus dengan laki-laki itu. Apa Sasha telah jatuh cinta dengan Seno? Bathinnya.


"Mas Seno, disini semua kumpul, ada tante dan sepupu, Mas. Ada Sasha juga Papa." ucap Sasha sambil membisikkan ditelinganya sambil memegangi tangan Seno.


Semua yang berkumpul disitu jadi ikut terharu dengan sikap Sasha. Ketika mereka lagi larut dengan suasana tersebut, tiba-tiba tangan Seno bergerak. Sasha spontan berteriak.


"Papa..! tangan Mas Seno bergerak." teriak Sasha dengan mata berbinar.


Kemudian sepupu seno sontak keluar memanggil Dokter. Saking paniknya, padahal ada tombol buat panggil pihak rumah sakit.


Tak lama kudian, datanglah Dokter beserta perawat.


Kemudian demgan cepat mereka memeriksa Seno. Semua yang disitu menjadi panik. Setelah beberapa menit Dokter itu menangani Seno. Kemudian dia menoleh dengan menarik nafas panjang.


"Alhamdulilah., Pak Seno sudah melewati masa kritisnya dan tersadar dari koma. Ini bener-bener mukjizat dari Tuhan dan ketelatenan keluarga untuk optimis dan sabar menanti reaksi positif dari pasien." jawab Dokter.


"Syukur Alhamdulilah, Dok. Terima kasih banyak." ucap Tantenya Seno.


Sasha kemudian mendekati Seno yang masih terbaring. Tak lama kemudian dia mulai membuka matanya.


Seno menatap langit-langit ruangan, serba putih dan banyak alat bantu kesehatan yang menempel ditubuhnya.


Dilihatnya satu per satu semua yang ada di kamar itu. Mulai dari Dokter dam perawat. Kemudian Tante dan sepupunya, lalu terakhir Pak Ferry serta Sasha.


Sasha langsung tersenyum tatkala Seno menantap wajahnya. Tak lama kemudian Seno mencoba membuka suara.


"Kalian ini, siapa?"

__ADS_1


...................................


Next...................(50).


__ADS_2