BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON EMPAT Part : 224 (Salah faham)


__ADS_3

Akhirnya Bara dan Cantik tiba ditempat pembukaan showroom temannya. Usaha showroom itu memang punya Ayah temannya Bara, cuma karena dia adalah konseptor dari semua design logo dan promosi dari showroom itu, makanya dia diundang.


"Hai, Bara. Selamat datang di acara kami." seru Pak Achmad.


"Oh iya, Om. Makasih."


"Silakan duduk, Rony masih didalam." ucap Pak Achmad.


"Iya, Om. Biar saya tunggu disini."


Sekitar lima menit kemudian, akhirnya Rony datang juga lalu menyapa Bara.


"Hai bro, kamu sudah datang. Kirain nggak bisa datang." ucap Rony.


"Iya tadi aku jemput dia dulu." jawab Bara sambil menoleh Cantik yang berdiri disampingnya.


"Oh gitu, siapa dia Bar? cantik juga." ucap Rony sambil tersenyum kearah Cantik.


Bara langsung mengenalkan Cantik ke sahabatnya itu, "Ini Cantika, dia wanita mungilku." jawab Bara sambil mengerling ke rah Cantik.


"Oh iya, aku Rony."


"Cantika."


"Kamu cantik sesuai dengan namamu." ucap Rony sambil menyalami tangan Cantik.


"Oh iya, dia ini mahasiswi paling rajin dan pintar lho. Semasa sekolah dia ambil akslerasi jadi sekarang yang usianya baru menginjak delapan belas tahun sudah semester empat." jelas Bara.


"Ah Kak Bara bisa aja." jawab Cantik.


"Kak, Bara tahu dari mana kalau semasa sekolah aku ikut akslerasi. Wuah, jangan-jangan dia mencari info tentang diriku." ucap Cantik dalam hati.


"Hebat itu, Bar. Bisa-bisa sebentar lagi bisa jadi asisten dosen." sahut Rony.


"Bisa juga, kalau memang dia mampu kenapa tidak." ucap Bara.

__ADS_1


"Kak, Cantik mau lihat-lihat disana dulu, ya.?" ucap Cantik sambil menunjuk mobil yang dipajang.


"Oke,!"


Kini Cantik menuju depan yang terpajang beberapa mobil second yang masih good condition. Pak Achmad memang specialis jual beli mobil second yang bagus-bagus.


Cantik mendekati beberapa mobil lalu melihat-lihat. Dia menangkap satu mobil yang yang lucu. Ketika dia lagi fokus memperhatikan mobil tersebut, tiba-tiba dia ditabrak dari belakang.


"Bruuuk.,!"


Cantik langsung tersungkur karena posisi dia membelakangi orang yang menabrak. Ketika dia bangkit lalu menoleh, alangkah kagetnya kalau yang menabrak itu adalah gadis yang tempo hari menabrak bahkan sampai menamparnya.


"Kamu,!" seru Cantik.


"Kamu juga ngapain disini.!" jawab Vera.


Gadis itu memang Vera. Dia langsung pasang muka sinis terhadap Cantik. Vera masih memandangi Cantik dari atas sampai bawah tanpa kedip. Dia seolah takjub dengan penampilan Cantik hari ini. Karena memang beda sekali saat dia temui di kampus.


"Maaf, saya kesini untuk menghadiri acara pembukaan showroom milik Pak Achmad." jawab Cantik.


"Kok kamu kenal Om Achmad.?"


Vera semakin geram dengan sikap Cantik. Dia sebenarnya nggak mau ribut disini, lagi-lagi dia harus bertemu dengan Cantik. Kalau nggak karena Rony anak orang kaya, mungkin dia nggak akan ada disini.


Rony sangat mencintai Vera bahkan sampai cinta mati. Kalau nggak tajir, Vera juga nggak bakal mau di dekati Rony. Karena Vera hanya mengidolakan seorang Sembara pratikno. Rony memang nggak satu kampus dengannya, jadi nggak tahu kalau di kampus dia masih mencoba mendekati Bara.


Disaat mereka lagi tegang berdebat, tiba-tiba Bara dan Rony mendekati mereka berdua. Bara yang tahu ada Vera dodekat Cantik, dia langsung mendekati Cantik karena dia nggak mau kalau Vera mengganggu Cantik lagi.


"Kamu nggak apa-apa, Tik.?" tanya Bara sambil memandang wajah Cantik.


Vera kaget karena Cantik kesini dengan Bara. Dia heran dengan gadis ini, selalu aja nempel sama Bara. Kalau dia nggak didepan Rony, mungkin dia akan bermanis-manis sama Bara.


"Vera, kamu kapan datang.?" tanya Rony.


"Barusan.,"

__ADS_1


"Kenapa kamu nggak masuk.?"


"Iya ini mau masuk, tapi nggak tahunya aku tadi ditabrak sama dia." sahutnya sambil melirik kearah Cantik.


Cantik menggelengkan kepalanya melihat kelicikan Verra. Dia hanya diam saja karena dirinya nggak mau rame. Bara yang sudah kenal tabiat Vera dikampus hanya senyum sinis. Sayangnya Rony tidak tahu kalau wanita ini sangatlah licik.


"Kamu nggak apa-apa, sayang.?" ucap Rony.


Disini justru Cantik lah korbannya. Dia tadi tersungkur hampir saja kepalanya kebentur mobil. Untuk saja hanya tangannya saja yang kena.


"Nggak apa-apa, kok." jawab Vera.


"Ya sudah, ayo kita masuk." jawab Rony.


"Iya, Ron." jawab Vera sambil melirik ke arah Bara dan Cantik.


Akhirnya mereka melangkah masuk kedalam, dan baru beberapa langkah, tiba-tiba Rony berhenti dan menoleh kearah Bara dan Cantik.


"Eh iya, Bar. Tolong jagain wanita mungilmu itu, jangan sampai menyakiti cewekku." ucap Rony dengan ketus.


Degh.!


Ada apa dengan Rony. Dia nggak pernah berucap seperti ini kepadanya. Hanya gara-gara Vera yang angkuh itu, sahabatnya itu sampai bersikap seperti barusan. Batin Bara.


Dia masih terdiam karena juga nggak tahu ada apa dengan Rony. Cantik yang melihat Bara merasa kecewa dengan perlakuan sahabatnya barusan dia langsung memegang lengan Bara.


"Kak, sabar ya.?" ucap Cantik pelan.


"Iya, Tik." jawab Bara sembari memegang bailk tangan Cantik.


"Kita duduk aja disana, sambil menunggu acara dimulai. Nanti nggak enak sama Pak Achmad kalau kita masih disini." ajak Cantik.


"Baiklah, kita kesana aja dulu." jawab Bara.


Mereka akhirnya menuju kursi yang sudah disediakan. Bara masih nggak habis pikir, apa yang ada dipikiran Rony hingga begitu membela Vera. Dia nggak tahu kalau kelakuan Vera di kampus sepsrti apa.

__ADS_1


-------------------------------


Bersambung...


__ADS_2