
Akhirnya Gavin dan Bu Ratih mengurus kelegalan status anak itu. Setelah menunggu dua hari anak itu tidak ada yang mengambil lagi, akhirnya Cantik diurus surat-suratnya untuk diangkat secara sah sebagai anaknya.
Gavin dibantu kenalannya untuk mengurus surat-surat itu. Lalu mereka juga sepakat memakai jasa babysitter karena Fatma biar fokus sama urusan dapur dan masak. Hari ini babysitter nya datang, dan itupun dicarikan Budhe Rahayu.
Kali ini hidup Bu Ratih semakin bewarna dengan hadirnya Cantik. Meskipun kuliahnya sudah menyita banyak waktunya, dia juga masih berusaha untuk meluangkan waktunya buat Cantik.
Babysitter nya kerjanya dari pagi jam tujuh sampai sore jam empat. Malamnya diurus oleh Bu Ratih sendiri. Dari dulu dia juga selalu begitu ketika mengurus Raka saat masih kecil.
Gavin dan Raka selalu bercanda sama Cantik di waktu senggang mereka saat dirumah. Lambat laun Cantik juga sudah terbiasa dengan keluarga Bu Ratih. Bu Ratih senang ketika suami dan anaknya begitu perhatian dan sayang kepada Cantik.
Seperti halnya hari ini, Bu Ratih berangkat ke kampus seperti biasa. Cantik sudah selesai mandi dan wangi sekarang lagi sama babysitternya. Raka diantar Santo sedangkan Bu Ratih bareng Gavin, karena Raka masuknya agak siang karena lagi ada ulangan umum.
"Pak Santo, nanti kalau pas antar Raka, sekalian jemput Budhe, ya. Dia mau nginep sini." ucap Bu Ratih.
"Baik, Bu."
"Ya sudah, ayo sayang. Kita berangkat." ucap Gavin.
"Iya, sayang."
Gavin dan Bu Ratih berangkat melakukan aktivitasnya masing-masing. Sedangkan dirumah sekarang ada banyak orang, sudah nggak sepi lagi. Ada Cantik dan babysitter, Fatma dan Pak Santo. Raka jadi senang jika dirumahnya banyak yang menemani.
Dalam urusan mengurus anak, meskipun dia memakai jasa babysitter, Bu Ratih juga tetap ikut ambil bagian saat mengurus jika pas senggang.
Cantik ikut Bu Ratih sejak usia lima bulan. Dia belum boleh diberi makan pendamping Asi. Pertumbuhannya juga semakin pintar, dan sudah bisa menggigit-gigit sesuatu. Pertumbuhan itu disaksikan langsung sama Bu Ratih
"Bu Fatma sudah lama kerja sama Pak Gavin dan Bu Ratih" tanya babysiter itu saat waktu senggang.
"Sekitar enam bulan yang lalu, aku temannya Bu Ratih, kok." jawab Fatma.
"Oh jadi Bu Fatma ini temannya Bu Ratih." ucapnya.
"Oh iya, Susi. Kenapa kamu mau kerja sebagai babysitter. Kamu kan masih muda, kamu bisa kerja kantoran." tanya Fatma.
"Saya nggak lulus SMU, Bu. Orang tua saya nggak mampu membiayai sekolah saya, Bu." jawab Susi.
"Iya, Sus. Jaman sekarang ijazah SMP mau kerja apa. Yang S1 saja kadang masih ada yang nganggur." ucap Fatma.
"Iya, Bu. Misal saya masuk ke agen juga nggak bakal masuk, Bu. Untung saja waktu itu Bu Rahayu mencari orang buat ngasuh bayi. Akhirnya saya mau." jawab Susi.
__ADS_1
"Oh iya. Non Cantik sudah dikasih susu?" tanya Fatma.
"Sudah, Bu. Sekarang Non Cantik tidur." jawab Susi.
Ketika mereka berdua ngobrol-ngobrol, Santo pulang dari mengantar Raka, dan sekalian membawa Budhe Rahayu untuk nginep.
"Oh, kalian lagi ngapain kok berdua disini?" tanya Budhe Rahayu saat melihat Fatma dan Susi lagi ngobrol tapi dibelakang.
"Nggak ngapa-ngapain, Budhe. Kerjaan kita sudah selesai, kok." jawab Fatma.
"Kalau nggak ada kerjaan itu dibuat istirahat saja nggak apa-apa. Itung-itung menyimpan tenaga." ucap Budhe Rahayu.
"Iya, Budhe. Nanti kami akan istirahat." jawab Fatma.
"Oh iya, Sus. Mana Cantik?" tanya Budhe.
"Non Cantik sudah tidur, Bu."
"Kamu keloni sambil kamu istirahat kan enak. Nanti kalau dia bangun kamu juga pas sudah istirahat." ucap Budhe.
"Iya, Budhe.
"Iya, Budhe. Makasih."
Budhe akhirnya menuju kamar tamu yang sekaramg disulap menjadi kamarnya Cantik. Kalau malam Bu Ratih selalu ngeloni Cantik sama Gavin. Tapi, kali ini nanti malam dia pasti dikeloni Budhe, karena hari ini Budhe menginap dirumah Bu Ratih.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dikerjaan, Gavin mengecek semua apa-apa yang perlu dicek. Ditinggal selama lima hari ke Jakarta dia ingin mengetahui ada kejadian apa saja.
"Pak Fajar, selama saya tinggal ke Jakarta, Hotel aman kan?" tanya Gavin saat diruangannya.
"Aman, Pak. Semuanya lancar."
"Oh iya, saat ada acara nikahan kemarin itu gimana.?"
"Itu juga lancar, Pak. Saya juga lihat Bu Ratih juga menghadiri acara itu bersama anak Pak Gavin." jelas Pak Fajar.
"Oh iya, dia juga pamit sama saya." jawab Gavin.
__ADS_1
"Saya hampir lupa, Pak. Reza sekarang kerjanya sangat baik. Kata teman-temannya dia juga rajin dan sudah nggak kayak dulu." ucap Pak Fajar.
"Syukurlah kalau gitu, berarti nggak sia-sia saya memberi kesempatan lagi buat dia." jawab Gavin.
"Kabar Pak Alex juga dengan sendirinya nggak kedengaran lagi. Saya juga suka sama manajer baru restoran kita, Pak." ucap Pak Fajar.
"Pantau terus kerja anak baru itu, Pak. Lalu soal proyek pembangunan resort, kita tetap sama seperti awal, Pak. Mudah-mudahan hasilnya bagus." jawab Gavin.
"Iya, Pak. Kita harus optimis."
"Oh iya, Pak. Gimana kabar keponakan Pak Fajar yang waktu itu saya ikut menyumbangkan darah." tanya Gavin.
"Dia sudah baikan, Pak. Malahan dia sudah balik ke Jakarta." jawab Pak Fajar.
"Lho, Dia itu asli Jakarta? kok cepet banget dibawanya. Apa nggak membahayakan?" tanya Gavin.
"Iya, mereka asli Jakarta. Sebenarnya saat di Jogja waktu itu, kakak sepupu saya itu lagi ngecek usaha istrinya yang di Solo yang kena musibah kebakaran. Lalu mampir kerumah Budhe saya." jawab Pak Fajar.
"Emangnya usaha apa di Solo.?"
"Usaha batik, Pak. Istrinya sepupu saya itu punya usaha di bidang garment, awalnya di Jawa timur, lalu dia sering ikut event dan pameran di Jakarta untuk memperkenalkan barangnya. Dan setelah berkembang, dia buka kantor di Jakarta yang hanya sebagai office nya saja sedangkan di Jawa timur dan Solo adalah salah satu tempat produksinya." jelas Pak Fajar.
"Oh hebat itu, lalu yang di Solo setelah kebakaran gimana, ya.?"
"Mungkin dimulai dari awal lagi, Pak." jawab Pak Fajar.
"Oh iya, Pak Fajar bisa diajak kerja sama itu, Pak. Kalau dia lagi lounching produk baru, kita bisa menyediakan tempatnya." ucap Gavin.
"Iya, Pak. Nanti saya akan hubungi sepupu saya itu." jawab Pak Fajar.
Ketika lagi ngobrol sama Pak Fajar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Gavin.
"Tok...tok...took.,!"
"Masuk.!"
"Maaf, Pak Gavin. Tadi ada laporan kalau resort yang sekarang sedang dibangun itu ternyata lahannya dalam sengketa dengan warga sekitar?" ucap salah sagu karyawan itu.
---------------------------------
__ADS_1
Bersambung...