BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON TIGA Part : 170 (Musuh dalam selimut)


__ADS_3

Santo yang melihat sikap Fatma yang memperhatikan kemesraan majikannya tersebut membuat dia sedikit curiga, tapi nggak mungkin lah kalau Fatma akan macem-macem sama majikannya itu. Secara majikannya itu kan teman sekolahnya. Batin Santo.


(****)


Pagi ini suasana Hotel lumayan sejuk dan udaranya adem. Setibanya Gavin disana dia nggak langsung masuk office. Dia berkeliling dulu ke penjuru Hotel guna mengecek apa-apa yang mungkin perlu diperhatikan.


Kemudian Gavin menuju ruangannya dan membuka laptopnya untuk melihat konsep-konsep yang sudah dia simpan saat makan siang sama Pak Fajar kemarin. Dia sudah mengerjakan sebuah konsep untuk proyek terbarunya yang akan membangun sebuah resort tersebut.


Dia membuka laptopnya dan matanya mulai bergerilya untuk mencari file dimana dia menyimpan semua itu. Seketika Gavin membulatkan matanya ketika dia mendapati filenya sudah tidak ada. Semua ide serta konsep yang dia simpan semuanya hilang.


Gavin memegang keningnya dengan kedua telapak tangannya, dia heran padahal dia yakin kalau kemarin itu sudah Gavin simpan. Dia mencoba mengingatnya kembali, kemudian dia mengangkat telpon untuk menelpon Pak Fajar diruangannya.


"Pak, saya tunggu diruangan sekarang.!" serunya.


Kemudian dia meletakan gagang telpon lalu dia mengamati kembali laptopnya tanpa kedip. Dia mengernyitkan alisnya dengan pikiran yang berkecamuk nggak karuan. Tak lama kemudian datanglah Pak Fajar ke rungannya.


"Silahkan duduk, Pak?" ucap Gavin.


"Iya, Pak."


"Pak, file kita yang menyimpan semua konsep pembangunan resort itu hilang dari laptop saya,!" seru Gavin.


"Apa,!"


"Iya, Pak Fajar. Ini barusan saya mau melihat kembali file itu. Tapi, semuanya hilang dan nggak ada." jawab Gavin.


"Laptopnya Pak Gavin ditaruh seperti biasa, kan?" tanya Pak Fajar.


"Iya, semuanya tetap saya letakan dilemari meja saya. Ruangan juga saya kunci seperti biasa, dan kuncinya saya bawa." jawab Gavin.


"Kok aneh, ya Pak? apa kita coba lihat cctv?" ucap Pak Fajar.


"Iya, boleh. Coba kita ke ruangan cctv." ajak Gavin.


Akhirnya mereka berdua menuju ruangan cctv. Dia masuk dan ada petugas cctv yang menjaganya.

__ADS_1


"Pak Samad. Tolong, saya diputarkan rekaman dari jam setengah lima sore sampai ini tadi.?" titah Gavin.


"Baik, Pak Gavin." jawabnya.


Kemudian Pak Samad memutar rekaman semua yang Gavin perintahkan. Semuanya nihil dan nggak ada yang mencurigakan sama sekali. Semua aman dan nggak ada orang yang masuk kedalam ruangan Gavin.


"Kok aneh, ya Pak. Padahal nggak ada yang masuk ruangan saya." ucap Gavin.


"Ya sudah, gini saja Pak. Kita cek lagi filenya, kali aja memang belum kesimpan atau di folder lain." ucap Pak Fajar.


"Iya, saya tadi juga belum sempat ngecek folder yang lainnya. Soalnya saya keburu syok sampai nggak konsen." jawab Gavin.


"Iya, Pak. Wajar itu kalau orang panik pasti pikirannya blank." jawab Pak Fajar.


"Baik Pak Samad, terima kasih telah dibantu." ucap Gavin.


"Sama-sama, Pak Gavin." jawab Pak Samad.


Gavin dan Pak Fajar kemudian kembali keruangan Gavin. Mereka melewati lorong sebelum masuk ke office. Letak cctv memang sengaja ditaruh ruangan yang paling pojok dan sedikit tertutup karena sifatnya rahasia. Selalu ada petugas yang menjaganya dan nggak boleh kosong.


Ketika mereka berjalan, Gavin dan Pak Fajar melihat Seorang wanita yang nggak asing bagi mereka berdua. Dia kan kemarin bicara sama salah satu pelayan restoran. Sekarang dia terlihat mondar-mandir sambil ngomong ditelpon.


"Iya, saya lihat."


"Coba Pak Gavin perhatikan. Siapa dia?" ucap Pak Fajar.


Gavin mencoba lebih memperhatikan lebih jelas wanita yang ditunjukan Pak Fajar. Setelah jelas terlihat, dia baru ingat. Bukankah wanita itu yang ada di restorannya di Semarang sama Pak Alex. Dan malah dirinya sempat tabrakan nggak sengaja dihotel ini. Batinnya.


"Itu kan wanita itu, Pak. Yang Pak Fajar bilang dekat dengan Pak Robby.?" ucap Gavin.


"Iya, Pak. Betul itu.!" jawab Pak Fajar.


"Tapi, saya juga pernah lihat dia sama Pak Alex di Semarang. Saya sudah pernah bilang ke Pak Fajar apa belum saya kok lupa." seru Gavin.


"Iya, saya juga lupa. Tapi, itu nggak penting. Yang penting sekarang kita lambat laun sudah menemukan titik terang. Ada hubungan apa Bu Christy dan Pak Alex, lalu apa ini juga akan menyangkut Pak Robby.?" ucap Pak Fajar.

__ADS_1


"Iya benar, Pak. Kita harus hati-hati. Karena bisa juga kita punya musuh dalam selimut." jawab Gavin.


"Kita kembali fokus mencari dimana file itu. Saya akan panggilkan IT terbaik kenalan, saya. Dia pasti tahu, hilangnya file Bapak itu karena apa.?" ucap Pak Fajar.


"Iya, Pak. Saya setuju, dan atur saja. Sekarang kita kembali ke kerjaan masing-masing. Soal file yang hilang, kita nunggu teman Pak Fajar saja." jawab Gavin.


Mereka akhirnya melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Gavin menuju ruangannya, sedangkan Pak Fajar mengecek seluruh sudut Hotel dan Restoran. Dia selalu rutin seperti itu makanya selama Pak Robby resign dan Gavin belum datang, pekerjaannya itu selalu tertata jelas dan minim komplain.


Pak Fajar memang pekerja yang rajin, pintar serta jujur. Pak Indra nggak salah menempatkan sebagai pennggung jawabnya karena memang orang itu sangat berkompeten sekali.


.


.


.


Sore harinya, Gavin nggak langsung pulang. Dia menelpon Bu Ratih untuk bilang pulang telat. Dia sama Pak Fajar mencari siapa dibalik peristiwa yang kerap sekali menimpa Hotel ini.


"Pak, Gavin. Saya barusan dapat laporan dari salah satu pelayan restoran bahwa ada yang melihat satu pelayan lainnya membersihkan meja tempat kita makan siang kemarin. Saat kita pergi melihat Pak Alex, kita kan tanpa sengaja meninggalkan semua perlengkapan kita dimeja itu, Pak. Nah, kemungkinan memang itu salah satu cara mengalihkan perhatian kita ke masalah lain, dan kita meninggalkan meja kita dalam keadaan yang masih berantakan. Menurut saya, moment itulah yang digunakan orang lain untuk menyabotase laptop Pak Gavin dengan menghapus file Bapak." jelas Pak Fajar.


"Apa,! benar juga, Pak." jawab Gavin.


"Tadi diruangan, saya mencoba berfikir lagi bagaimana bisa ada orang yang menghapus file Bapak. Lalu, saat saya ke area, saya ketemu salah satu pelayan dan saya menanyakan apakah ada yang mendekati meja saya dan Pak Gavin saat itu. Atau pelayan lain yang merapikan meja itu. Ternyata pelayan itu bilang kalau memang ada." jelas Pak Fajar.


"Terus dimana pelayan itu, Pak?" tanya Gavin.


"Dia ada area, dia tidak tahu kalau kita mau menanyakan sesuatu kepadanya." jawab Pak Fajar.


"Baiklah, kalau gitu kita kesana." ucap Gavin.


"Baiklah, Pak."


Akhirnya Gavin dan Pak Fajar menuju area untuk mencari pelayan itu. Ternyata benar, dia lagi bertugas di area. Gavin menyuruh Pak Fajar memanggil seluruh pelayan tersebut dan ditunggu di office restoran.


Kebetulan hari ini Pak Alex hari ini lagi ada kepentingan jadi dia nggak tahu kalau di restorannya ada Gavin dan Pak Fajar. Semua karyawan yang ada di restoran tersebut kaget kenapa Gavin dan Pak Fajar memanggil semua pelayan.

__ADS_1


-----------------------------------


Bersambung....


__ADS_2