
Gavin mengeluarkan ponselnya hendak menelpon Bu Ratih. Karena saat ini sudah waktunya pulang. Berhubung ada tamu Hotel yang hendak menyewa buat event, jadi mau nggak mau dia harus lembur.
'Ma, aku hari ini lembur. Karena ada ketemuan dengan klien buat bahas event. Aku lembur dengan Pak Fajar.'
'Baik, Pa. Hati-hati, jangan lupa makan dan sukses, ya Pa'
Gavin kembali menutup ponselnya dan kembali fokus dengan kerjaannya. Tak terasa akhirnya jam menunjukan jam setengah enam sore. Pak Fajar sudah menjemputnya untuk mengajaknya ke restoran untuk menemui klien.
"Pak, Fajar. Apa klien kita ini sudah pernah menginap disini?" tanya Gavin.
"Sudah, Pak. Beliau selalu menginap disini sama teamnya. Soal event baru kali ini." jawab Pak Fajar.
"Oh gitu. Perusahaan besar apa, Pak?" tanya Gavin lagi.
"Saya rasa lumayan juga, awalnya itu beliau hanya home industri, kemudian berkembang pesat dan punya nama besar." jawab Pak Fajar.
"Bagus juga, ya?" decak kagum kini mulai Gavin rasakan dengan perusahaan itu.
"Iya, Pak. Saya tahu itu juga dari asistennya, dia ikut pemilik PT. KARAGA GARMENT itu sejak baru merintis usaha di salah satu kota di Jawa timur, saya lupa nama kotanya apa." jawab Pak Fajar.
Tak lama kemudian yang ditunggu-tunggu sudah datang. Katanya ada tiga orang yang datang. Gavin dan Pak Fajar menyambutnya dengan ramah. Yang datang ternyata ada dua orang laki-laki.
"Selamat sore, Pak." ucap Pak Fajar.
"Sore juga, Pak Fajar. Maaf kami sedikit terlambat dari janji." ucapnya.
"Nggak apa-apa, Pak. Kami juga baru saja sampai. Oh iya, kenalkan ini Pak Gavindra, selaku Ditektur utama yang baru, menggantikan Pak Robby." ucap Pak Fajar sembari melihat kearah Gavin.
Kemudian Gavin bersalaman sama kedua tamu itu. "Saya Pak Manto, dan ini Pak Haris." ucap Pak Manto.
Lalu mereka mengambil tempat duduk masing-masing. Pak Fajar matanya mencari sesuatu, kemarin bilangnya tiga orang, tapi kok ini dua orang, batinnya.
"Lho, mana Bu Zahra? katanya kemarin datang?" tanya Pak Fajar.
"Bu Zahra nanti menyusul, karena masih dirumah saudaranya. Sudah otewe kesini, kok." jawab Pak Manto.
"Oh, gitu."
__ADS_1
"Ya sudah kita mulai sekarang?" tanya Pak Manto.
"Iya, silahkan." jawab Pak Fajar.
"Begini, Pak. Perusahaan kami akan menyelenggarakan event tahunan. Dan kebetulan tahun ini diadakan di kota Sleman Jogjakarta. Seperti yang sudah-sudah, acara ini bekerja sama dengan beberapa perancang busana terkenal baik lokal maupun nasional. Perusahaan kami sebagai penyelenggara acara ini ingin diselenggarakan di Hotel ini." jelas Pak Manto.
"Oh iya, Bagus itu. Kami sangat senang sekali jika bisa berpartisipasi dalam acara ini. Saya sebagai pemilik Hotel, dengan senang hati bersedia bekerja sama dengan perusahaan Anda. Untuk selebihnya Anda bisa berurusan dengan Asisten saya ini, Pak Fajar." jawab Gavin antusias.
"Pak Gavin, Bu Zahra dan teamnya memang sering menginap di Hotel ini kalau lagi ada kerjaan di Jogja, jadi kami sudah saling kenal." ucap Pak Fajar.
"Iya, Pak. Untuk kedepannya saya serahkan sama Pak Fajar untuk menghandle nya." jawab Gavindra.
Setelah mereka ngobrol-ngobrol akhirnya jam sudah menunjukan pukul setengah delapan. Gavin lalu mengajak mereka makan malam sekalian. Pak Fajar menginstruksikan pada karyawan untuk menghubungi bagian restoran untuk menyiapkan satu meja buat lima orang.
Setelah makanan sudah siap mereka lalu menuju meja yang sudah disediakan makanan. Pak Fajar mengajak tamu nya itu untuk menikmati hidangan makan malam ini.
.
.
.
"Ma, tadi Raka ditanyain sama Pak Renhard." ucap Raka polos.
"Oh iya, emangnya Pak Renhard nanya apa sama Raka?" jawab Bu Ratih pelan.
"Katanya, apakah Raka kerasan sekolah disini, gitu Ma!"
Bu Ratih kemudian tersenyum manis melihat kepolosan anaknya. "Lalu, Raka jawab apa, dong?"
"Raka jawab aja, kerasan Pak. Karena Teman-temannya disini baik-baik." jawab Raka.
"Pinter anak Mama." ucap Bu Ratih.
Akhirnya Bu Ratih meneruskan mendampingi Raka belajar. Dia melihat jarum jam sudah menunjukan pukul delapan malam. Kenapa. Gavin belum pulang juga, batinnya.
Akhirnya waktu belajarnya pun selesai. Raka ikut nimbrung sama Mamanya yang kini giliran belajar. Bu Ratih mengamati laptopnya dengan serius.
__ADS_1
.
.
.
Kini kembali lagi ke Hotel, Gavin dan kliennya masih menikmati hidangan yang disediakan. Kini mereka sudah hampir selesai makannya.
"Pak Manto, kok sampai jam segini Bu Zahra belum nongol juga, ya?" ucap Pak Haris.
"Iya, Pak. Jadi nggak enak sama Pak Gavin." jawab Pak Manto.
Gavin yang mendengar obrolan mereka mencoba ikut berbicara. "Nggak apa-apa, Pak. Kami maklumi kok." jawab Gavin.
"Iya, nih. Tadinya saya ajak sekalian, tapi beliau bilangnya mau mampir dulu ke rumah mertuanya.
"Iya, Pak Manto. Santai saja." sahut Pak Fajar.
"Kita tunggu lima belas menit lagi, ya Pak?" ucap Pak Manto.
"Iya, Pak. Nggak apa-apa." ucap Gavin.
Lalu sekitar sepuluh menit kemudian, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Ada perempuan dengan memakai hijab berjalan mondar-mandir didepan restoran.
Pak Manto yang melihat kedatangan atasannya itu langsung berjalan mendekatinya untuk menjemput. Ketika sudah berada didekat perempuan itu, Pak Manto langsung mengajak ke meja direstoran tadi.
Ketika sudah berada didekat mereka, Pak Manto dan perempuan itu langsung bergabung. "Pak Gavin, maaf ini Bu Zahra perwakilan dari KARAGA GARMENT." ucap Pak Manto.
Perempuan itu langsung tersenyum setelah melihat siapa kini yang sedang dihadapannya kali ini. Gavin hanya tersenyum kearahnya karena perempuan itu hanya menakupkan kedua telapak tangannya didepan dada.
Gavin juga terkejut karena perempuan itu menatapnya tanpa kedip. Tapi, Gavin buru-buru buang mukanya karena dia nggak enak kalau membalas tatapan matanya perempuan itu.
"Silahkan duduk, Bu Zahra." ucap Pak Fajar.
--------------------------------
Bersambung....
__ADS_1