BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON TIGA Part : 188 (Peresmian Resort baru)


__ADS_3

Gavin sudah marah besar dalam hal ini sehingga dia tidak bisa memberikan toleransi sedikitpun terhadap Fatma. Dia ingin kalau Fatma tidak bekerja lagi sama dirinya.


(***)


Keesokan harinya Bu Ratih melayani suaminya sebelum berangkat kerja. Dia meminta bantuan sama Santo untuk menjaga Cantik sebelum pengasuhnya datang. Setelah susternya datang Bu Rati sedikit lega karena sudah yang membantu.


Dia mengantarkan suaminya kedepan sebelum berangkat kerja. Gavin tadi sudah menyuruh Bu Ratih segera mengasihkan uang pesangon dan gaji Fatma. Pokoknya dia nggak mau kalau perempuan itu dirumah ini lagi.


"Ma, ingat pesanku. Pokoknya setelah aku pulang nanti, dia harus sudah tidak ada dirumah ini lagi." ucap Gavin.


"Iya, Pa. Kamu hati-hati, ya?" ucap Bu Ratih sambil mencium punggung tangan suaminya.


.


.


.


Akhirnya Fatma meninggalkan rumah Bu Ratih atas permintaan suaminya. Dia menyerahkan uang pesangon dan gaji dia yang terakhir. Fatma tak henti-hentinya menangis dan meminta maaf kepada Bu Ratih. Tapi, mau gimana lagi karena ulahnya dia sendiri, maka akan berdampak pada dirinya.


Santo disuruh Bu Ratih mengantar Fatma sampai ke tempat pangkalan angkot. Karena Santo akan menjemput anaknya sekolah.


Susi dan Cantik lagi main di kamarnya, dan Bu Ratih duduk di kursi di ruang tengah. Dia hari ini kuliahnya siangan jam sepuluh karena cuma ada satu mata kuliah.


Bu Ratih masih tak habis fikir dengan jalan fikiran Fatma temannya itu. Dia nggak menyangka kalau dia tega berbuat seperti itu. Kini Bu Ratih lebih waspada kepada setiap orang yang akan masuk dalam keluarganya, bagaimanapun orang itu, dia akan jauh lebih hati-hati.


Kini Susi yang akan tinggal disini, apakah dia akan waspada juga terhadap dia. Tapi, dia yakin kalau Susi adalah anak baik. Dalam kehidupannya sehari-hari Bu Ratih selalu memprioritaskan keluarganya. Meskipun dia wanita karier tapi, dia tetap memprioritaskan keluarga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa bulan kemudian, tepatnya hari ini adalah ulang tahun pertama Cantik. Ulang tahunnya dirayakan di hotelnya Gavin sekalian meresmikan resort yang baru akan segera dibuka.


Dia hanya mengundang beberapa tetangga dan teman kuliahnya serta keluarga dekat saja. Selebihnya pasti teman Gavin dan karyawan hotel.

__ADS_1


"Ma, apa kalian sudah siap?" tanya Gavin pada Bu Ratih yang masih siap-siap.


"Ini tinggal dikit, Pa. Bentar lagi pasti selesai." jawabnya.


Setelah semua selesai dan siap, mereka semua akhirnya berangkat. Santo yang mengantarkan mereka ke hotel. Dalam perjalanan ke hotel Bu Ratih dan Gavin kelihatan senang banget.


Setelah sampai hotel, Bu Ratih sekeluarga berjalan dan menuju ruangan yang nantinya akan dibuat tempat perayaan ulang tahun dan peresmian resort. Gedung itu letaknya tak jauh dari resort yang baru.


Tempatnya seperti balai yang terbuka tapi luas banget. Konsepnya kayak rumah kampung sehingga menambah kealamian tempat itu. Bu Ratih sangat takjub dengan apa yang ada di depannya kali ini.


Para tamu undangan sebagian sudah datang ditempat tersebut. Gavin dan keluarganya duduk ditempat yang sudah disediakan oleh panitia.


Sekitar menunggu setengah jam kemudian, akhirnya acarapun dimulai. Gavin membuka acara peresmian resort itu dengan penuh percaya diri. Bu Ratih yang melihat suaminya memberikan sambutan didepan orang banyak sungguh bangga.


Semua staf dan karyawannya begitu antusias dan takjub dengan peresmian resort kali ini. Gavin sudah satu tahun lebih memegang pimpinan Hotel dan Resto di Jogja ini dan perkembangannya sungguh luar biasa.


Akhirnya acaranya tiba saatnya untuk pemotongan tumpeng dan nantinya akan dilanjutkan dengan ulang tahun Cantik yang ke satu tahun. Semua yang hadir sangatlah senang dan gembira.


Setelah semua acaranya berlangsung, kini tinggal ramah tamah dan ngobrol santai. Gavin lagi ngobrol dengan Pak Fajar, sedangkan Bu Ratih lagi sama teman-teman kampusnya dan juga si kecil Cantik yang lagi digendongnya.


"Iya, Pak. Saya juga nggak menyangka. Semua itu diluar ekspektasi saya." jawab Gavin.


"Oh iya, Pak. Ada Pak Manto dari PT. Karaga Garment." ucap Pak Fajar.


Selang beberapa menit Pak Manto datang dengan Bu Zahra. Lalu kemudian mereka mengucapkan selamat kepada Gavin atas peresmian resort kali ini. Sejak mereka pernah bekerja sama saat acara pagelaran busanan tahunan waktu itu, hubungan perusahaan tersebut dan hotel Gavin jadi baik.


"Maaf, Pak Gavin kami datang sedikit terlambat, ini tadi perjalanan langsung dari Solo kesini." ucap Pak Manto.


"Oh iya tidak apa-apa, kok Pak." jawab Gavin.


"Oh iya Pak, ternyata PT Karaga Garment ini ownernya ternyata istri dari sepupu saya, Pak." jelas Pak Fajar.


"Oh iya, berarti nanti kita bisa bekerja sama terus." jawab Gavin antusias.

__ADS_1


"Ya begitulah, Pak. Nanti bisa diatur." tukas Pak Manto.


"Oh iya, Pak Manto sama Bu Zahra aja nih yang datang." tanya Gavin.


"Iya, Pak. Saya dan Bu Zahra memang bagian keliling kalau lagi ada acara. Bos kami lebih banyak di kantor." jawab Pak Manto.


"Oh iya-iya, mungkin lain waktu saya bisa ketemu dengan bos Anda." jawab Gavin.


"Iya, Pak. Nanti saya sampaikan sama atasan saya soal ini." sahut Bu Zahra.


Setelah ngobrol-ngobrol, akhirnya acaranya pun mendekati selesai. Waktu menunjukan pukul dua siang. Semua yang hadir sebagian meninggalkan tempat tersebut.


Gavin mencari keberadaan anak dan istrinya tadi kemana. Dia mengitari ruangan itu sambil mencari-cari Bu Ratih dan anaknya. Tapi, setelah muter-muter sampai dia keluar ruangan juga belum ketemu.


Diluar, dia melihat rombongan dari PT. Karaga Garment masih nampak dipelataran hotel menunggu jemputan. Terlihat Pak Manto dan Bu Zahra masih berdiri sambil memegang ponselnya masing-masing.


Tak lama kemudian Pak Manto mengangkat telpon.


"Oh iya, Bu ada apa?"


"....."


"Oh, begitu. Baiklah, Bu."


"....."


"Iya, sama-sama, Bu Kasih.!"


Gavin tercengang setelah mendengar Pak Manto berbicara dengan siapa di telpon.


"Bu Kasih.,!" ucapnya lirih.


----------------------------------

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2