
.............................
Sasha membelalakkan matanya ketika Seno menyebutkan nama "Ratih".
"Mas, Seno. Kamu sudah bisa mengingat kembali.?" ucap Sasha.
"Seno.,! akhirnya kamu sudah bisa mengingat kembali." ucap Gavindra.
"Jadi, ini pernikahan kalian.?" ucap Seno seraya matanya menatap ke penjuru ruangan.
"Iya, Sen. Ini pernikahan aku dan Gavin." jawab Bu Ratih.
"Selamat, ya? aku ikut senang karena akhirnya kalian nikah juga. Maafin atas kesalahan yang pernah aku perbuat sama kalian. Terutama, kamu Ratih. Aku malu karena telah jahat sama kamu. Tapi, kamu tidak punya rasa benci sama aku." terang Seno.
Tamu sebagian sudah ada yang meninggalkan acara itu. Sekarang tinggal keluarga dekat serta teman dekat saja. Pak Indra beserta keluarga mendekati mereka setelah beberapa menit yang lalu mencarinya.
Pak Indra tersenyum setelah tiba ditempat dimana Gavin dan lainnya berada.
"Apa kabar Seno? kamu sudah baikkan?" tanya Pak Indra.
"Pak Indra, Maafin saya, Pak." ucap Seno sembari berlutut di hadapan Pak Indra.
Pak Indra yang melihat kejadian itu, langsung saja membantu Seno untuk berdiri.
"Kamu jangan seperti ini, Seno. Saya dan keluarga saya sudah mangubur dalam-dalam masa lalu yang kelam itu. Sekarang yang penting kita semua ambil hikmah nya dari kejadian itu." ucap Pak Indra.
"Iya, Sen. Kita lupakan aja semua kejadian buruk itu." sahut Gavin.
"Seno, sekarang kamu ke rumah sakit dulu guna mengecek keadaan, kamu. Terima kasih telah menghadiri acara pernikahan Gavindra." tukas Pak Indra.
"Iya, Pak. Saya permisi dulu." jawab Seno.
Sasha menggandeng suaminya dengan hati-hati. Semua yang ada disitu memperhatikan Seno yang melangkah meninggalkan tempat itu.
Gavin dan Bu Ratih serta keluarganya kembali ke Hotel. Mereka semua beristirahat karena seharian berjibaku dengan acara pernikahannya Gavin dan Bu Ratih.
Didalam kamar pengantin, Gavin dan Bu Ratih duduk ditepi pembaringan. Kamar itu sudah dihias sedemikian rupa layaknya kamar seorang raja. Sprei warna putih dan hamparan bunga-bunga menambah suasana keromantisan malam itu.
__ADS_1
Gavin mendekati istrinya yang masih lengkap dengan pakaian pengantin. Bu Ratih menyambutnya dengan senyuman yang hangat. Kedua tangan Gavin menyentuh wajah istrinya yang masih penuh riasan. Tak lama kemudian dia mengecup kening Bu Ratih.
"Sayang, malam ini kamu cantik banget." ucap Gavin.
Bu Ratih menjadi salah tingkah, dia membalas kecupan suaminya dengan mencium pipi Gavin. Mereka berdua terhanyut dalam kebahagiaan yang tak terkira. Keduanya berpelukan. Gavin membelai punggung istrinya. Dengan kelembutan dia melepaskan semua aksesoris yang menempel di rambut istrinya.
Kini rambut Bu Ratih terlepas terurai dan menambah kecantikannya. Dengan posisi yang masih memeluk tubuh istrinya, kini tangan Gavin berada dipunggung istrinya dan mencoba membuka kancing baju Bu Ratih.
Bu Ratih merasa dadanya berdesir hebat, sentuhan-sentuhan itu membuat dirinya semakin terlena. Tapi, tiba-tiba dia berbisik ke telinga Gavin.
"Sayang, aku tak bersih-bersih dulu, ya? badan rasanya lengket semua." ucap Bu Ratih lirih.
"Iya, sayang. Aku akan menunggumu." sahut Gavin.
Kemudian Bu Ratih melangkah ke kamar mandi, sedangkan Gavin sendiri juga berganti pakaiannya. Dia mengambil kaos oblong dan celana selutut. Setelah beberapa menit kemudian, keluarlah Bu Ratih dari kamar mandi dengan memakai baju tidur yang tipis.
Gavin memperhatikan istrinya yang tampak lebih segar tanpa polesan diwajahnya. Kecantikan yang alami itulah yang Gavin suka dari Istrinya.
Bu Ratih kemudian duduk ditepi ranjang dekat suaminya.
Gavin mengamati istrinya dari atas sampai bawah. Semakin jatuh cinta dia sama istrinya.
Bu Ratih memejamkan matanya ketika bibir Gavin menyentuh bibirnya. Keduanya kembali terhanyut dengan kemesraan malam pertama. Bu Ratih tenggelam dalam pelukan Gavin diatas tempat tidur.
Malam ini Bu Ratih melaksanakan kewajibannya sebagai istri Gavindra.
.
.
Cahaya pagi menyeruak dicelah-celah jendela. Gavin melihat keseluruh ruangan. Disampingnya istrinya sudah tidak ada lagi, mungkin lagi dikamar mandi. Bathinnya.
Tak lama kemudian, Bu Ratih keluar kamar mandi dengan memakai kimono mandi. Dia tersenyum melihat suaminya yang sudah bangun. Didekatinya Gavin yang masih bermalas-malasan diatas tempat tidur.
"Cup..!"
Kecupan hangat mendarat dipipi Gavin dari istri tercintanya. Gavin akhirnya membalas dengan kecupan mesra dikeningnya.
__ADS_1
"Selamat pagi, suamiku." ucap Bu Ratih.
"Selamat pagi juga, istriku." jawab Gavin.
"Bangun dan mandi sana. Bau tahu,!" ucap Bu Ratih sambil menggoda Gavindra.
"Iya, iya sayang. Aku mandi dulu." sahut Gavin sembari bangkit dari tempat tidur.
Kemudian Gavin menuju kamar mandi, Bu Ratih ganti baju dengan pakaian yang santai. Jadwal hari ini memang dirinya dan Gavin nggak kemana-mana, mereka menghabiskan bulan madu di hotel dimana mereka menginap.
Keluarga besar hari ini semuanya checkout, tinggal dirinya dan Gavin yang masih disini. Dia menunggu Gavin dari kamar mandi, kemudian mengajaknya sarapan di restoran hotel. Bu Ratih nampak ceria dengan pakaian yang dikenakan pagi ini.
Dia memakai dress selutut dengan lengan pendek. Dia keliatan cantik.
Gavin akhirnya keluar kamar mandi, dia takjub dengan penampilan Bu Ratih kali ini. Keliatan mungil, lucu, cantik dan nggak keliatan kalau usianya lebih tua dari dirinya.
"Sayang, kamu cantik banget." ucap Gavin.
"Ah, kamu bisa aja. Ngerayu nih?" sahut Bu Ratih.
"Beneran, sayang. Aku nggak bohong." seru Gavin.
"Ya udah, ayo ke bawah, kita sarapan. Laper banget nih.!" ucap Bu Ratih.
"Okey." sahutnya.
Kemudian mereka menuju ke bawah ke restoran hotel. Dalam perjalanan menuju restoran, Gavin tak sedikitpun melepaskan genggaman tangannya dari istrinya itu. Dunia serasa milik berdua. Yang lain cuma main saja.
Akhirnya kisah cinta keduanya berlabuh dipernikahan yang suci. Setelah sekian lama menunggu dan mengalami berbagai macam cobaan, akhirnya Gavin dan Bu Ratih disatukan dalam ikatan yang suci. Kisah cinta Mahasiswa yang jatuh cinta sama Bu Dosen cantik berakhir bahagia. Dengan kekuatan cinta mereka, akhirnya keduanya berjanji sehidup semati.
Terima kasih telah mengikuti cerita Bu Dosen cantik.
Ingin sih melanjutkan part yang lebih banyak lagi, tapi, takut pembacanya bosan. hehe..
mungkin Ektra part besok saya up lagi.
Makasih like dan vote nya..
__ADS_1
Author.