BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON TIGA Part : 171 (Terbongkar kebusukan Alex!)


__ADS_3

Ketika semuanya berkumpul di Office, Pak Fajar akan menanyai satu persatu.


"Maaf sebelumnya saya mengganggu waktu kerja kalian, saya hanya mau tanya kira-kira waktu saya dan Pak Gavin melihat Pak Alex yang baru saja dipukuli orang asing itu, kira-kira siapa yang kebagian membersihkan meja saya dan Pak Gavin saat makan siang?" tanya Pak Fajar.


Semua pelayan restoran itu saling pandang dan bingung karena mereka nggak ngerti maksud pertanyaan Pak Fajar. Soal yang membersihkan meja itu kan memang tugas para pelayan restoran.


"Maaf, Pak. Kenapa Pak Fajar menanyakan hal itu, soalnya yang kebagian membersihkan meja memang kami semua, cuma saat itu bagian anak shift dua. Sedangkan kami disini semua anak shift pertama." tanya salah satu pelayan.


"Oh gitu, berarti ini saya salah panggil orang?" tanya Pak Fajar.


"Enggak salah, Pak. Cuma saat Pak Fajar menginstruksikan semua pelayan restoran untuk kumpul, saya selaku kepala shift menyuruh anak yang shift kedua saja yang standby diarea melayani tamu, sedangkan yang shift pertama baru saya ajak kesini semua, secara kan memang habis ini waktunya pulang." jawab kepala shift itu.


"Oh iya-iya, maaf kalau memang saya mengganggu, ya." ucap Pak Fajar.


"Nggak apa-apa, Pak." jawabnya lagi.


"Ya sudah, saya langsung ke pokok permasalahannya saja. Saat saya dan Pak Gavin makan siang di meja yang letaknya dipojok dekat kolam, laptop Pak Gavin secara nggak sengaja ditinggal karena ada laporan kalau Pak Alex diserang, spontan kami berdua pergi melihat Pak Alex. Dan tadi pagi setelah dicek, ternyata laptop Pak Gavin ada yang menyabotase dan menghapus salah satu file penting perusahaan." jelas Pak Fajar.


Semuanya melongo kaget dan mereka saling pandang satu sama lain. Mereka mungkin benar-benar nggak tahu soal laptop.


"Maaf, Pak. Saya mewakili teman-teman shift pertama tidak tahu menahu soal insiden lapotop Pak Gavin yang disabotase. Memang benar saat itu anak shift kedua yang ada di area, karena kita semua lagi break makan siang, Pak." jawab kepala shift pertama itu.


"Oke, Sekarang kalian semua kan sudah tahu soal ini. Jadi saya mohon bantuannya mencari siapa yang menyabotase laptopnya Pak Gavin. Saya dan Pak Gavin tidak bisa melihatnya di cctv karena memang susah jangkauannya, terlalu jauh." ucap Pak Fajar.


"Dan saya menambahi, disini saya tidak akan menghukum ataupun memecatnya bagi yang melakukan itu. Saya hanya butuh kejujurannya dan siapa dalang dibalik kejadian ini. Itu saja.!" sahut Gavin dengan suara tegas.


Setelah Gavin bicara, tiba-tiba salah satu pelayan yang disitu mengangkat tangannya dan berbicara.


"Maaf, Pak. Kalau tidak salah kemarin saat pergantian shift, saya memang bertugas membersihkan meja Pak Gavin dan Pak Fajar. Tapi, tugas itu tiba-tiba diminta oleh si Farid anak shift kedua, Pak. Selebihnya saya nggak tahu lagi, karena saya langsung istirahat." jelasnya.


"Baiklah. Siapa nama kamu itu, maaf tulisannya kecil saya nggak bisa jelas baca nama di nametag kamu." ucap Gavin.


"Nama saya Hari, Pak." jawab Hari.


"Tolong, sekarang kamu panggil Farid sekarang!" titah Gavin.


"Siap, Pak!" jawabnya sambil meninggalkan forum itu.


Sekitar lima menit kemudian, dia kembali dengan anak yang bernama Farid itu. Kemudian Farid disuruh maju mendekat ke Gavin dan Pak Fajar.


"Maaf, Farid saya memanggil kamu saat kamu lagi bertugas." ucap Gavin.


"Iya, Pak. Nggak apa-apa. Ada apa, ya?" tanyanya balik.

__ADS_1


"Begini, saya mau tanya. Apa kamu yang membersihkan meja saya dan Pak Fajar saat makan siang kemarin?" tanya Gavin.


"Iya, Pak. Saya memang yang membersihkannya. Tapi, saya tidak menyentuh apapun barang-barang penting yang ada dimeja itu. Saya hanya membersihkan piring-piring kotor dan merapikan gelas yang masih ada minumannya saja." jawab Farid.


"Tapi, kamu tahu kalau disitu masih ada laptop saya?" tanya Gavin.


"Iya, saya tahu. Malahan laptop Pak Gavin masih nyala." jawab Farid lagi.


"Oh gitu, ya sudah kamu boleh kembali lagi." ucap Gavin.


"Iya, Pak. Makasih." jawab Farid sambil meninggalkan ruangan itu.


Gavin dan Pak Fajar saling pandang. Lalu mereka mencoba berfikir lebih jauh lagi dalam mengembangkan kasus ini. Ketika diruangan itu masih terdiam, tiba-tiba datang dua orang sequrity dengan seorang pemuda tak dikenal. Pemuda itu meringis kesakitan mungkin habis dipukul sequrity itu.


"Maaf, Pak Gavin. Saya sudah menemukan biang kerok yang telah menyabotase laptop Bapak. Ini dia orangnya?" ucap salah satu dari sequrity itu sambil melemparkan pemuda itu sampai dia tersungkur dihadapan Gavin dan Pak Fajar.


"Oke, buat yang lainnya bisa meninggalkan ruangan ini. Dan sekali lagi saya minta maaf karena telah mengganggu waktu kalian. Terima kasih kerja samanya." ucap Gavin.


"Iya, Pak. Nggak apa-apa. Kami semua memaklumi itu kok." jawab ketua shift tadi.


Mereka semua meninggalkan ruangan itu. Kini di ruangan itu tinggal mereka berlima. Dua sequrity, Gavin dan Pak Fajar lalu pemuda itu.


"Bapak tahu dari mana kalau dia pelakunya.?" tanya Gavin.


Gavin mendekati pemuda itu yang masih duduk dilantai sambil menundukan kepalanya. "Siapa nama, kamu?" tanya Gavin.


"Nama saya, Roy Pak." jawabnya.


"Apa kamu asli warga sini?" tanya Gavin lagi.


"Iya, Pak. Saya asli sini. Rumah saya di belakang Hotel ini." jawab Roy sambil menunduk.


"Kamu masih kuliah apa sudah kerja.?"


"Masih kuliah, Pak."


"Kenapa kamu mau melakukan tindakan kriminal ini?" tanya Gavin sambil mengangkat dagu pemuda itu.


"Saya butuh uang buat bayar kuliah, Pak."


"Kalau kamu butuh uang, kenapa nggak mencari kerja saja?" tanya Gavin lagi.


"Saya kan masih kuliah, Pak."

__ADS_1


"Kuliah sambil kerja kan bisa. Kamu mau kerja disini?" pertanyaan Gavin membuat Pak Fajar dan kedua sequrity itu terkejut. Bos nya ini baik sekali.


Pemuda itu tidak menjawab pertanyaan Gavin. Dia masih menunduk dan nggak berani menatap wajah Gavin.


"Gimana, kamu mau kerja disini?" tanya Gavin sekali lagi.


"Saya kerja apa, Pak. Saya belum punya pengalaman sama sekali.?"


"Kamu sudah punya pengalaman, kok."


Pemuda itu bingung, dia merasa belum pernah bekerja sama sekali tapi Gavin bilang kalau dirinya sudah berpengalaman.


"Tapi, Pak. Pengalaman saya apa?" tanya pemuda itu.


"Ya ini, pekerjaan yang kamu lakukan ini kan sudah termasuk pengalaman. Kamu bekerja pada seseorang untuk menyabotase laptop saya dan menghapus file penting perusahaan saya. Apa itu belum cukup untuk dicantumkan di CV kamu saat kamu melamar kerja nanti?" kalimat Gavin begitu menohok.


Semua yang ada diruangan itu sampai geleng-geleng kepala. Kemudian mereka tersenyum melihat Bos nya itu dan mengerti apa yang dimaksud Gavin barusan.


"Iya, Pak. Saya mengaku salah. Saya disuruh Mas Reza untuk melakukan ini.?" Ucap pemuda itu.


"Reza.!"


"Iya, Pak. Mas Reza. Dia bekerja disini."


"Pak Fajar, siapa Reza itu?" tanya Gavin.


Pak Fajar ingat. Reza adalah pelayan reatoran yang memanggilnya dan Gavin saat insiden Pak Alex. "Iya, pak. Saya ingat. Reza kan yang memanggil kita saat insidennya Pak Alex.!"


"Oh itu. Sekarang sudah jelas. Ternyata dia mengalihkan perhatian kita untuk fokus ke Pak Alex. Lalu kamu datang menyabotase laptop saya, gitu?" tanya Gavin.


"Iya, Pak."


"Pak sequrity. Panggil Reza sekarang?" titah Gavin.


Tak lama kemudian datanglah sequrity itu dengan Reza. Dia menundukan kepalanya dan nggak berani menatap Gavin.


"Saya to the point saja, siapa dalang dari semua peristiwa ini. Hah.,!" tanya Gavin tegas.


"Emm.., maaf Pak. Ini semua perintah Pam Alex.!"


"Alex,! ternyata benar dugaanku. Setelah ini kamu akan habis.!" ucap Gavin dalam hati.


---------------------------------

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2