BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON DUA Part : 136 (Acara Kampus 1)


__ADS_3

Pagi ini sangat cerah. Bu Ratih berangkat ke Kampus dengan semangat. Hari ini dia ada rapat kepengurusan soal acara Penggalangan dana buat disumbangkan ke yayasan anak penyandang difabel. Gavin memgantarkan istrinya seperti biasa.


Dalam perjalanan Bu Ratih menjelaskan kepada suaminya soal acara di Kampusnya itu. Gavin mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan Bu Ratih. Dia manggut-manggut mengerti karena acara ini hampir tiap tahun diadakan. Secara Gavin sendiri adalah alumni Kampus dimana Bu Ratih bertugas saat ini.


"Berarti acaranya besok dong, sayang?" tanya Gavin.


"Iya, sayang. Seperti biasa acaranya boleh mengajak keluarga sesuai dengan undangan yang disediakan." jawab Bu Ratih.


"Aku juga boleh ikut, dong. Lama nih nggak ke Kampus. Terakhir saat ada aca wisuda aku dulu, hehe.," sahut Gavin sambil tertawa lirih.


"Iya, boleh. Tapi, tiap hari kan kamu ke Kampus antar aku." ucapnya meledek.


"Ish.., kamu ini apaan sih. kalau itu memang iya. Maksud aku masuk kedalam Kampus, sayang,!" jawab Gavin sewot.


"Iya-iya, sayang. Aku faham kok yang


kamu maksud. Tadi kan cuma mau menggoda kamu aja." jawab Bu Ratih seraya mencubit hidung suaminya itu.


Akhirnya sampai juga diKampus. Bu Ratih turun seperti biasa setelah pamitan sama suaminya. Gavin kembali melanjutkan perjalanan ke kantornya.


Dengan langkah ringan Bu Ratih berjalan menuju dalam Kampus dan kemudian masuk ke ruangan Dosen. Ketika hendak menarik kursi buat dia duduk, tiba-tiba Bu Silvi datang.


"Pagi, Bu Ratih.!" sapanya seperti biasa.


"Pagi juga, Bu Silvi." jawabnya santai.


"Oh iya, Bu. Soal acara kita nanti. Itu kayaknya beda dari acara kita seperti sebelumnya. Karena nanti akan dihadiri oleh beberapa pengusaha besar perusahaan ternama dikota ini." seru Bu Silvi.


"Oh iya, biasanya kan hanya dihadiri anggota keluarga dari para Dosen dan Mahasiswa. Berarti kali ini ada undangan khusus buat para pengusaha." tanya Bu Ratih.


"Iya, Bu. Biasanya kan undangan itu diberikan hanya kepada anggota keluarga Kita sama orang tua Mahasiswa." jawab Bu Silvi.


"Bu Silvi tahu dari mana soal itu." tanya Bu Ratih lagi.


"Tadi, saya sempat nggak sengaja mendengar obrolan salah satu panitia kepengurusan acara ini. Nanti selengkapnya kan pasti dibahas dalam rapat. Kita tunggu saja berita selengkapnya." jawab Bu Silvi.


"Iya, Bu. Saya tadi juga gitu, siap-siap ikut rapat siapa tahu ada tambahan acara atau apa gitu yang menghibur." ucap Bu Ratih.


"Iya, Bu. Biasanya Dosen-dosen ditugaskan membantu panitia sebagai penanggung jawab setiap sie." jawab Bu Silvi.


.


.


.


Bu Ratih masih menjelaskan materi kuliah pada Mahasiawa nya dikelas. Dia kali ini lebih semangat dan banyak memberikan tugas kepada anak didiknya.


"Bu, kok tugasnya banyak sekali, sih. Kan kita mau ada acara tahunan. Kapan kita mengerjakannya?" tanya salah satu Mahasiswi itu.


"Iya, nggak apa-apa. Tugasnya santai kok. Kalian fokus dulu buat acara kita besok. Soal tugas yang saya berikan, itu saya kasih waktu satu bulan lagi wajib dikumpulkan." jawab Bu Ratih.

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau gitu, Bu. Makasih Bu Ratih.,," ucapanya.


"Sama-sama.! ada yang mau ditanyakan lagi.?" tanya Bu Ratih sambil memperhatikan Mahasiswa dan Mahasiswinya satu persatu.


"Tidak ada, Bu." jawabnya serempak.


"Baiklah kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, saya rasa cukup untuk materi kali ini. Terima kasih dan selamat siang.!" ucap Bu Ratih dengan tegas.


"Siang Bu...,!" jawabnya serempak.


Bu Ratih membereskan buku-buku nya yang ada dimeja. Setelah itu dia berdiri dan beranjak keluar dari kelas.


"Bruuk..!"


"Aduuch,!" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya. Dia ditabarak seorang gadis yang lagi tergesa-gesa.


"Maaf, Bu. Saya nggak sengaja. Saya ada perlu makanya saya keburu-buru." jawab gadis itu sambil membantu Bu Ratih mengambilkan bukunya yang terjatuh.


"Lain kali hati-hati, ya kalau jalan." ucap Bu Ratih.


"Iya, Bu." jawabnya sambil berlalu.


Siapa gadis itu, kok aku belum pernah melihatnya. Apa Mahasiswi baru atau apa. Batin Bu Ratih.


Akhirnya Bu Ratih sampai ruangan Dosen kembali. Dia meletakan buku-bukunya kemudian melangkah keluar. Dia menuju kantin guna melakukan aktivitas makan siang seperti biasa.


"Lho, bukannya itu gadis yang nggak sengaja menabraknya tadi?" ucapnya dalam hati.


"Hai, Van. kamu mau makan juga?" tanya Bu Ratih.


"Iya, Bu. Saya laper." jawabnya sambil memegang perutnya.


"Oh iya sudah langsung pesan aja." ucap Bu Ratih.


"Sudah kok, Bu. Tinggal nunggu aja. Boleh saya gabung sini, Bu?" ucap Vanya.


"Silahkan. Malah senang saya ada temannya." jawab Bu Ratih santai.


Mata Vanya ternyata menangkap sosok Gadis yang dimaksud Bu Ratih tadi. Dia lalu mengernyitkan dahinya.


"Ibu tahu nggak siapa gadis yang sekarang duduk sama Pak Reyhan itu.?" tanya Vanya.


"Emm nggak tahu, emang kenapa?" tanya Bu Ratih balik.


"Itu Mahasiswi baru pindah dari Jogja. Dia semester empat. Dengar-dengar sih sekarang lagi dekat sama Pak Reyhan." ucap Vanya.


"Kok kamu bisa tahu semuanya tentang dirinya.?" tanya Bu Ratih.


"Iya tahu dong! kan Vanya ratunya gosip, hahaha.." jawabnya sambil tertawa.


"Ih kamu, nih. Kok ada-ada aja." sahut Bu Ratih.

__ADS_1


"Enggak-nggak, Bu. Saya hanya bercanda kok. Saya tahu dari teman Vanya yang kebetulan satu kost an sama dia." jawab Vanya.


Mereka melanjutkan makannya setelah pesanan datang. Bu Ratih dengan lahapnya menyantap soto ayam didepannya itu.


Setelah itu rapat kepengurusan acara malam penggalangan dana itu pun dimulai. Rapatnya diadakan di Aula kampus. Setelah melalui beberapa sesi dan akhirnya selesai juga.


Acara ini sebenarnya diadakan seminggu lagi, berhubung karena suatu dan lain hal maka sepakat besok. Semua serba mendadak dan untuk undangan ke perusahaan-perusahaan dikirim lewat email masing-masing perusahaan. Untuk undangan orang tua Mahasiswa dikirim seperti biasa.


Ada beberapa Mahasiswa yang bertugas menjadi panitia, kini masih berkumpul untuk membicarakan tugasnya masing-masing.


"Kalau gitu, undangan yang buat perusahaan-perusahaan kirim lewat email sekarang." ucap ketua Panitia kepada salah satu anggotanya.


"Baik, siap laksanakan,!" jawab anggota itu.


Setelah rapat selesai, Bu Ratih dan Bu Silvi kebagian menjadi penanggung jawab Sie konsumsi. Akhirnya keduanya langsung menuju ruang Dosen.


.


.


.


★ KANTOR WIJAYA'S GROUP★


"Pak Gavin, ini ada undangan dari salah satu Kampus terkenal dikota ini. Dalam rangkah penggalangan dana buat anak-anak difabel." ucap Bu Yolanda ketika memasuki ruangan Gavin.


"Oh iya, Bu. Makasih." jawab Gavin.


"Barusan saja dikirim lewat email. Tapi nama pimpinan masih tetap Pak Indra wijaya ditulisannya ini. kemudian saya cetak sekalian." ucap Bu Yolanda.


"Oke Bu, nggak apa-apa. Ini memang perusahaan Papa saya. Terima kasih." jawab Gavin sambil mengamati kertas undangan itu.


"Sama-sama, Pak. Saya permisi dulu" ucap Bu Yolanda.


Gavin hanya mengangguk kemudian dia kembali melanjutkan aktivitasnya didepan layar monitor.


Mudah-mudahan Papa masih mau menghadiri acara-acara seperti ini. Secara dia dari dulu memang senang melakukan hal-hal seperti ini. Membantu orang-orang yang membutuhkan. Batin Gavin.


Pak Indra Wijaya dari dulu memang terkenal orangnya dermawan, suka membantu yang membutuhkan. Sampai-sampai Mahen anak sulungnya bertemu istrinya yang sekarang ini kan saat perusahaan Wijaya's Group mengadakan bakti sosial ke yayasan Kinanti.


Sekarang di Kampus dimana menantunya mengajar akan diadakan acara sosial seperti ini. Pasti Pak Indra Wijaya tidak akan menolak.


Tak lama kemudian terdengar suara telpon kantor berbunyi. Gavin mengangkatnya.


"Hallo Pak Galih, ada apa?"


"Maaf Pak. Untuk undangan ke Jepang mohon maaf untuk sementara ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Karena owner nya lagi kena musibah, istrinya masuk rumah sakit." ucap Pak Galih dari ujung telpon.


"Oke, nggak apa-apa. Makasih infonya" jawab Gavin, kemudian dia meletakan telpon.


Liburan ke Jepang terpaksa ditunda dulu. Berarti Gavin harus fokus ke urusan kerjaannya saja. Karena mulai banyak tawaran kerjasama dari perusahaan-perusahaan lain.

__ADS_1


__ADS_2