BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON TIGA Part : 163 (Meeting)


__ADS_3

Seketika teriakan Bu Ratih membuat Gavin dan Raka terkejut. Gavin memeluk anaknya dipinggir jalan.


"Ya ampun, Raka harus hati-hati, ya Nak?" ucap Bu Ratih sambil mengelus rambutnya.


"Maaf, Ma. Tadi Raka spontan lihat Mama diseberang jalan. Raka lupa kalau didepan itu jalan raya." ucap Raka ketakutan.


"Sudah, sekarang Raka lanjut makan Baso nya, ya?" sahut Gavin sambil mengajak anak dan istrinya masuk ke warung Baso.


"Baso nya tambah satu lagi, Bang!" seru Gavin.


"Pa, kamu pulang kok nggak ngabari Mama. Jam berapa tadi sampai rumahnya?" tanya Bu Ratih.


"Mendadak memang, Ma. Tadi sampai rumah jam sepuluh pagi. Besok aku mau adain meeting di Hotel." jawab Gavin sambil melanjutkan lagi makan Basonya.


Kemudian mereka bertiga menikmati Baso yang ada dipinggir jalan depan kampus dimana Bu Ratih menempuh kuliah. Keharmonisan keluarga kecil itu selalu tercipta disetiap kegiatan yang mereka lakukan.


.


.


.


Sedangkan dijalan raya, ternyata mobil yang hampir menabrak Raka tadi kini berhenti tak jauh dari tempat kejadian. Mungkin memastikan kira-kira ada yang luka apa nggak pada anak kecil itu.


"Mas, kamu jangan ngelamun kalau nyetir mobil, untung saja anak itu nggak apa-apa." ucap wanita itu.


"Aku tadi nyetirnya nggak ngebut, lho. Ya anak itu saja yang mau nyebrang tapi nggak tengok kiri-kanan dulu." jawab Suaminya.


"Namanya juga anak-anak, Mas." jawab wanita itu.


"Tapi, orang tuanya yang harus mengawasi, Bun." ucap Suaminya.


"Bunda., ayo.! katanya kita mau ke rumah Nenek." sahut Anak kecil yang duduk dibangku penumpang.


"Iya, sayang. Mas, ayo kita lanjutkan lagi."


"Baik, Bun."

__ADS_1


Mobil itu kemudian melaju kembali ke jalan raya. Sekitar hampir tiga puluh menit akhirnya rombongan dalam mobil tersebut sampai di komplek perumahan yang dituju. Perlahan mobil itu berjalan karena sudah memasuki jalan dalam komplek.


Tak lama kemudian sampai juga dirumah sang Nenek tersebut. Tak selang lama sepasang suami istri yang usianya hampir setengah abad tengah berlari kecil menyambut kedatang anak dan cucunya.


"Hallo Gazi cucu Nenek,!" seru sang Nenek.


Ternyata rombongan dalam mobil tersebut adalah Gazi dan keluarganya. Setelah itu masuklah semuanya, ada Kasih dan Ibunya kemudian Rahman.


.


.


.


Sore harinya Gavin dan keluarga kecilnya ngumpul diruang tengah. Gavin dan Bu Ratih mendampingi anaknya saat menonton televisi.


"Pa, aku belum sempat cerita. Yang kerja ikut kita itu adalah teman aku saat masih sekolah. Dia Fatma yang pernah aku ceritakan sama kamu" jelas Bu Ratih.


"Oh, iya. Aku ingat. Katanya teman sebangku kamu itu. Oh jadi dia teman kamu. Tadi siang dia sempat bilang kalau namanya Fatma. Cuma aku kan lupa siapa nama teman kamu, Ma." jawab Gavin.


"Tapi nggak apa-apa, kan Pa kalau teman aku yang kerja disini?" tanya Bu Ratih.


"Oh iya, gimana soal Hotel dan restorannya. Ada berita apa, nih?" tanya Bu Ratih.


"Aku jadi nyaman terjun dibidang ini, Ma. Mungkin aku kuliah dulu memang nggak ambil pariwisata ataupun perhotelan. Tapi, aku lebih ke menejemennya. Ternyata asyik juga, ya Ma?" ucap Gavin antusias.


"Emangnya kamu pernah kuliah.?" tanya Bu Ratih sambil senyum-senyum menatap suaminya.


Gavin yang merasa diledek istrinya sontak dia membulatkan matanya lalu menggelitik pinggang Bu Ratih. Seketika ruang tengah menjadi ajang guyonan Gavin dan istrinya. Raka yang melihat orang tuanya bercanda, dia ikut tertawa kegirangan.


"Sudah-sudah, Pa. Ampun, Pa. Mama nyerah." ucap Bu Ratih sambil tertawa dengan memegang perutnya.


"Jelas aku kuliah lah, kalau nggak kuliah kan aku nggak akan dapat nilai yang masuk sepuluh besar sekaligus istri cantik." jawab Gavin.


"Iya-iya, Pa. Percaya deh." ucap Bu Ratih menggoda.


"Oh iya besok aku ada meeting dengan jajaran staf, tolong ingatkan aku, ya Ma?" ucap Gavin.

__ADS_1


"Siap Bos.,!"


Tak terasa malampun semakin larut. Bu Ratih menyuruh Raka cepat tidur. Lalu dia dan Gavin masuk kamar untuk beristirahat. Untuk menutup pintu pagar dan rumah nanti tugasnya Santo.


(***)


Pagi harinya Gavin siap-siap ke Hotel karena ada meeting penting dengan karyawannya. Dia berangkat pagi-pagi sekali karena dia hendak menyiapkan bahan meeting dulu dengan Pak Fajar. Karena kemarin dia dari Semarang belum sempat ke Hotel.


Sesampainya di Hotel, ternyata Pak Fajar sudah sampai duluan. Kemudian Gavin menuju ruangannya diikuti Pak Fajar.


"Pak Fajar, saya kecewa sekali dengan Pak Alex. Saya akan mengevaluasi dia, gimana menurut Pak Fajar?" tanya Gavin.


"Saya setuju saja, Pak. Bukannya saya ikut-ikutan, kelakuan Pak Alex memang dari dulu begitu. Kita disini semua nggak berani negur karena dia keponakannya Pak Robby. Sejak kedatangan Pak Gavin, saya pribadi sangat senang sekali. Karena kita disini seolah punya power. Sedangkan selama ini kita nggak bisa apa-apa." jelas Pak Fajar.


"Mulai sekarang Pak Fajar nggak usah takut, Pak Fajar sebagi penanggung jawab Hotel N' Resto harus punya power. Saya ada dibelakang Bapak. Jadi jalankan tugas dan tanggung jawab Pak Fajar sesuai SOP yang ada." jelas Gavin.


"Iya Pak, Laksanakan."


"Kembali ke Pak Alex, menurut Pak Fajar mendingan dia dimutasi tapi dengan jabatan yang sama, apa tetap disitu tapi kita demosi saja." tanya Gavin.


"Gimana, ya Pak. Saya ini orangnya nggak tegaan. Misal kalau di demosi, saya kok kasihan. Mendingan dimutasi saja, Pak. Tapi jabatannya tetap. Tapi, semuanya kembali ke Pak Gavin. Saya hanya memberikan masukan saja.?" jawab Pak Fajar.


"Masukan Pak Fajar saya terima, dan akan saya pertimbangkan kedepanya." jawab Gavin.


Sekitar jam sembilan pagi, Gavin dan Pak Fajar keluar ruangan menuju Aula Hotel untuk diadakan meeting. Gavin berjalan melewati beberapa staf yang sudah berkumpul di Aula. Setelah Gavin dan Pak Fajar masuk dan semua yang hadir langsung ikut masuk dan menempati tempat yang disediakan.


Gavin duduk ditengah sendiri lalu disamping kanannya ada Pak Fajar selaku penanggung jawab Hotel N' Resto dan Asisten Gavin. Kemudian disamping kirinya ada Pak Dody selaku menejer Hotel yang di Jogja. Disebelah Pak Dody ada Pak Arman selaku menejer Restoran yang di Jogja.


Lalu disebelah Pak Fajar ada Pak Alex selaku menejer Restoran yang di Semarang. Sedangkan yang didepannya jajaran direksi ada beberapa kursi yang ditempati beberapa staf setiap divisi di masing-masing Hotel dan Restoran. Setelah itu Gavin memulai untuk membuka meetingnya


"Selamat pagi semuanya." sapa Gavin.


"Selamat Pagi, Pak." jawab serempak.


"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih banyak atas kesediaan rekan-rekan untuk berkumpul disini. Disamping itu, saya selaku pemilik Hotel N' Resto akan sedikit melakukan refresh dan penyegaran. Selama satu bulan lebih saya disini dan mengamati setiap kinerja masing-masing divisi. Maka saya akan putuskan beberapa kebijakan yang akan merotasi siapa-siapa yang menurut saya sudah nggak produktif." ucap Gavin dengan tegas.


--------------------------------

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2