BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
Part : 45 (Pertemuan Seno dan Sasha)


__ADS_3

....................................


"Kenapa, kamu menangis?" tanya Seno. Gadis itu adalah Sasha, anak dari Pak Ferry.


"Nggak apa-apa." jawab Sasha datar.


"Nggak mungkin, kalau nggak ada apa-apa, kenapa kamu menangis?" tanya Seno lagi.


Sasha membetulkan tempat duduknya, sekarang dia sudah sedikit tenang.


"Aku, kecewa sama, Papaku. Kenapa dia mesti berbohong." ucap Sasha.


"Emangnya, kenapa Papa kamu?


mungkin dia punya alasan kenapa dia berbohong sama kamu?" ucap Seno lagi.


"Papaku, jahat. Aku kecewa sama Papa.! Huaaaah..!" Sasha kembali menangis sesenggukan.


Seno jadi bingung, apa yang harus dia lakukan. Sedangkan gadis dihadapannya itu semakin histeris.


"Hsssttt..sudah.! tolong, jangan nangis. Banyak orang," ucap Seno.


Kemudian Seno mendekat, tanpa ragu dia langsung memeluk gadis yang baru saja dikenalnya itu. Sasha diam saja ketika Seno memeluknya.


Mungkin saat ini dia juga butuh orang yang bisa mengerti perasaannya. Sesaat kemudian Seno merenggangkan pelukannya. Sasha mengusap pipinya yang bekas kena airmata.


"Sekarang, aku antar kamu pulang?" tanya Seno.


"Nggak mau, aku nggak mau pulang." jawab Sasha.


"Kalau kamu nggak mau pulang, terus kamu mau kemana?" ucap Seno seraya membetulkan jaketnya.


"Bisa antar aku cari kontrakan?" ucap Sasha.


"Tapi, malam-malam gini mau cari kontrakan dimana?" ucap Seno lirih.


Kemudian dia buka ponselnya, dia menghubungi seseorang. Dia berdiri lalu menjauh dari tempat duduknya.


Sasha mengamati Seno dari kejauhan dengan penuh tanya. Menelpon siapa laki-laki itu. Bathin Sasha.


Beberapa lama kemudian, Seno kembali ke tempat duduknya.


"Sekarang, kamu ikut aku. Sementara kamu tak titipkan di kost teman aku. Besok, aku antar kamu cari kontrakan." ucap Seno.

__ADS_1


"Teman kamu, cewek kan?" tanya Sasha tiba-tiba.


"Ya iyalah, aku juga masih punya hati. Masa aku titipkan sama temanku cowok.! daripada aku titipkan kamu ditemanku cowok, mendingan tak bawa pulang." seru Seno sembari ngakak.


"Hemm..,istri kamu langsung marah?" ucap Sasha.


"Haah.. Istri? aku kagak punya istri non.?" ucap Seno.


"Apa! masa kamu belum punya istri.?" tanya Sasha sembari memperhatikan Seno.


Orang macam gini masa belum beristri. Udah kumisan kayak om-om. Bathin Sasha.


"Kenapa, aku sudah tua gini kok belum punya istri?" ucap Seno.


"Iya."


"Aku nggak akan nikah, karena mungkin sudah nggak ada yang mau nikah sama laki-laki bejat seperti ini." ucap Seno.


"Kenapa, kamu bilang seperti itu.?" tanya Sasha.


"Dulu aku pernah dijodohkan sama adik temen aku, memang perjodohan kita dulu lantaran urusan bisnis. Wanita itu tidak cinta sama aku, tapi aku masih memaksa untuk diteruskan perjodohan ini. Lalu wanita itu punya pilihan sendiri. Saat itu mungkin aku dirasuki setan atau memang aku terlalu terobsesi, jadi aku menculiknya dan--" Seno tidak meneruskan kalimatnya.


"Dan apa.?" desak Sasha.


"Apa.! tega sekali kamu? Kamu tak ubahnya seperti laki-laki ********!" ucap Sasha sambil mendelik.


Seketika itu Sasha langsung berdiri dan membawa tasnya lalu melangkah keluar. Seno memanggil gadis itu tapi tidak digubrisnya.


"Sasha., Sa.,! Tolong, aku sudah menyesali perbuatanku," teriak Seno.


Sasha terus meninggalkan Seno sendirian. Kemudian Seno membayar ke kasir lalu menyambar kunci mobilnya dan mengejar gadis itu.


Dipelataran parkir cafe itu, Seno tidak menemukan sosok Sasha. Dinyalakannya mobil dan melaju meninggalkan halaman cafe. Seno semgaja mengendarai mobilnya pelan-pelan karena dia sambil mencari gadis itu.


Malam-malam gini bahaya banget, jika gadis itu sendirian.


Setelah tak jauh dari cafe itu, di depan ada seorang gadis sedang bersama dua orang laki-laki. Seno mendekati orang tersebut. Sasha..! teriak Seno dalam hati.


Seno segera menghentikan mobilnya lalu bergegas keluar.


"Lepaskan, gadis itu.!" teriak Seno.


Seketika Sasha berlari bersembunyi dibelakang tubuh Seno.

__ADS_1


"Kamu siapa? ini Nona kami, Tuan besar menyuruh kami membawa pulang Non Sasha." teriak dari salah satu laki-laki itu.


"Aku, nggak mau pulang!" jawab Sasha.


"Sa, sebaiknya kamu pulang dengan mereka, ini sudah malam?" ucap Seno.


"Aku, nggak mau pulang. Kalau kamu nggak mau bantu, biarkan aku pergi dari sini!" ucap Sasha seraya melangkah pergi.


Dengan cepat Seno menarik tangan gadis itu, dan mau nggak mau Sasha jadi berhenti.


"Non, tolong pulang dengan kami. Nanti Tuan besar marah." ucap laki-laki itu.


"Maaf, Pak. Kalau Sasha nggak mau pulang, biar nanti saya yang mengantarkan dia pulang." ucap Seno.


"Tapi, Pak. Saya harus bilang apa sama tuan?" jawab laki-laki itu.


"Bilang, kalau Seno yang antar dia pulang." jawab Seno.


Akhirnya kedua laki-laki suruham Pak Ferry meninggalkan Seno dan Sasha.


Kini Sasha masih berdiri disamping Seno.


"Masih takut sama, aku?" tanya Seno sembari melihat kearah Sasha.


"Kamu ternyata baik, maafin aku, ya?" ucap Sasha sambil tertunduk.


"Ya sudah, sekarang aku antar kamu pulang.!"ucap Seno.


Sasha mengangguk pelan. Kemudian mereka berjalan menuju mobil. Seno membukakan pintu mobil untuk Sasha. Lalu melajulah mobil itu menyusurui jalanan dimalam hari.


Dalam mobil Sasha hanya terdiam seribu bahasa. Sedangkan Seno sesekali melirik kearah Sasha. Gadis itu tidak bergeming sama sekali. Sampai akhirnya sampailah di komplek rumah Sasha.


"Ini sudah masuk komplek, dimana rumah kamu.?" tanya Seno.


"Lurus saja, nanti depan ada perempatan belok kanan. Rumah nomor satu itu, rumahku." jawab Sasha.


Seno melajukan mobilnya pelan-pelan. Sampai akhirnya berhentilah mobil itu di depan rumah Sasha. Rumah besar dengan dua lantai itu masih terbuka, apa ya mungkin Sasha belum pulang, jadinya Pak Ferry masih belum tidur.


Dilihatnya dihalaman ada mobil yang tadi dikendarai orang suruhan Papanya Sasha. Seno melihat sekeliling rumah. Belum sampai masuk, diteras sudah berdiri laki-laki paruh baya dengan berkacak pinggang menyambut kehadiran Seno dan Sasha.


Ketika dekat, Seno langsung kaget dan membelalakan matanya hampir tak percaya.


"Pak Ferry Maulana..!" teriak seno.

__ADS_1


Next................(46).


__ADS_2