BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON DUA Part : 91 (Kok, nyaman.!)


__ADS_3

Bu Ratih masih terdiam, padahal Pak Keanu kini sudah duduk disebelahnya. Seketika dia langsung tersadar dari lamunannya keruka ada suara yang memanggilnya.


"Bu Ratih.!" seru Pak Keanu.


"Eh, iya Pak. Maaf!" jawab Bu Ratih sambil melempar senyum.


"Belum dijemput.?" tanya Pak Keanu.


"Oh, enggak. Saya kekampus sama Farrel, kebetulan suami saya ada meeting, kadi pagi-pagi sekali dia harus berangkat." jawab Bu Ratih.


"Kirain belum dijemput, kalau belum sekalian pulang sama-sama." ucap Pak Keanu.


Tiba-tiba Vanya datang menghampiri Papanya yang lagi bersama Bu Ratih.


"Pa, ayo pulang. Pak Reyhan sudah nungguin, tuh.!" seru Vanya.


"Iya, sayang. Bentar!" sahutnya.


"Bu Ratih nunggu dijemput kah?" tanya Vanya.


"Enggak, Van. Bu Ratih tadi bareng sama Farrel." jawabnya.


"Oh sama Farrel." jawabnya pelan.


"Iya, tadi pagi dia dititipi Mama rendang buat Bu Ratih, terus saya bareng sekalian." jawab Bu Ratih.


"Ya sudah, kalau gitu saya permisi dulu, ya Bu. Lain kali kita ketemu lagi." ucap Pak Keanu.


Tapi, belum sampai mereka melangkah pergi, tiba-tiba Farrel berlari dengan nafas terengah-engah.


"Kak Ratih.! maaf Kak, Farrel masih ada tugas dari Pak Anwar. Jadi, belum bisa pulang sekarang. Kak Ratih saya pesankan taksi aja, ya?" ucap Farrel sambil menata nafasnya.


Pak Keanu yang mendengar ucapan Farrel, lalu menoleh. Dia kembali menawarkan untuk pulang bareng.


"Biar Bu Ratih pulangnya sama kita aja. Dari pada nunggu taksi." ucap Pak Keanu.


"Iya, Bu. Enak rame-rame sama kita." sahut Vanya.


"Oh iya, Kak. Gitu juga boleh, biar Kak Ratih tidak sendirian." ucap Farrel.


Bu Ratih yang merasa sendirian diserang tiga orang, akhirnya menyetujuhi untuk pulang bareng mereka.


"Baiklah, saya mau." jawab Bu Ratih singkat.


Seketika Pak Keanu tersenyum. Wajahnya menampakan rona senang. Begitu pula dengan Vanya. Farrel sedikit lega karena dia merasa Bu Ratih ada temannya.


Bu Ratih melangkah mengikuti Pak Keanu. Dia berjalan beriringan sama Vanya menuju mobil.


Sesampainya dimobil, Bu Ratih duduk belakang sama Vanya. Sedangkan Pak Keanu didepan sama Pak Reyhan.


"Oh iya, Bu. Mungkin Bu Ratih sudah kenal sama Pak Reyhan.?" tanya Vanya.


"Sudah tahu. Tapi, belum kenalan." jawab Bu Ratih lirih.


"Oh, kirain sudah kenal." jawab Vanya.

__ADS_1


"Kok, dia pulang bisa sama kamu.?" tanya Bu Ratih.


"Iya, Vanya minta bantuin soal materi yang tertinggal. Dulu yang mau minta tolong sama Bu Ratih, tapi keburu Bu Ratihnya sakit."ucap Vanya.


Pak Keanu yang melihat keakraban antara Bu Ratih dan putrinya jadi senang. Dia melirik Bu Ratih dari spion mobil. Sayangnya, yang dilirik justru tidak melihat.


"Bu Ratih ini pulang kemana?" tanya Pak Keanu Tiba-tiba.


"Oh, saya pulang kerumah suami saya, Pak." jawab Bu Ratih.


"Oh, jadi pulang kerumahnya Pak Indra, ya Bu?" tanyanya lagi.


"Betul, Pak." jawab Bu Ratih.


"Oh kirain pulang ke rumah yang dulu itu,!" ucap Pak Keanu.


"Oh tidak, Pak. Saya ikut suami." jawab Bu Ratih.


Akhirnya sampailah dirumah Bu Ratih. Pak Keanu membelokan mobilnya sesuai instruksi Bu Ratih. Karena sebelumnya Pak Keanu belum pernah ke rumah ini.


Sesampainya dirumah, Bu Ratih turun diikuti oleh Pak Keanu dan yang lainnya.


"Ayo, masuk dulu, Pak. Mampir mumpung masih sore." ucap Bu Ratih.


"Ayo dong, Pa. Mampir bentar ke rumah Bu Ratih." rengek Vanya.


"Iya, Pak. Mumpung disini, kan enak rame-rame. Silahkan Pak Reyhan. Mampir dulu.!" titah Bu Ratih.


Akhirnya mereka sepakat mampir sebentar ke rumah Bu Ratih. Mereka melangkah menuju dalam rumah.


Bu Ratih mempersilahkan masuk tamu-tamunya.


Bu Ratih kembali keruang tamu untuk menemani tamunya.


Tak lama kemudian keluarlah Kasih sambil membawakan minuman. Bu Ratih mempersilahkan untuk meminumnya.


"Ayo silahkan diminum.!" titah Bu Ratih.


"Iya, Bu. Makasih." jawab Pak Keanu.


"Oh iya, Bu. Maaf, kalau pas Bu Ratih sakit kemarin, Vanya belum sempat jenguk." ucap Vanya.


"Iya, sayang. Nggak apa-apa. Yang penting Bu Ratih didoakan saja sudah cukup." jawab Bu Ratih.


"Oh iya, Bu. Saya ikut prihatin waktu Bu Ratih mendapat musibah kemarin. Vanya sempat cerita sama saya."sahut Pak Keanu.


"Iya, Pak. Makasih...," jawab Bu Ratih.


Pak Reyhan dari tadi diam saja. Orangnya memang begitu. Nggak banyak omong.


Tak lama kemudian mereka pamit pulang. Vanya dan Pak Reyhan duluan kemobil. Kini tinggalah berdua Pak Keanu dan Bu Ratih diteras.


"Bu, saya pulang dulu, ya. Biar Bu Ratih cepat istirahat. Maaf, kalau kami mengganggu." ucap Pak Keanu.


"Nggak apa-apa, Pak. Kan saya yang meminta Anda mampir. Saya senang karena kalian semua sudi mampir kerumah saya." jawabnya.

__ADS_1


"Iya, Bu. Lain kali kita ketemu lagi, ya. Biar bisa ngobrol-ngobrol lebih lama." ucap Pak Keanu sambil melirik kearah Bu Ratih.


"Iya, Pak." jawab Bu Ratih lirih.


Akhirnya mereka semua pamit pulang, kini Bu Ratih kembali masuk kedalam rumahnya. Kasih langsung membereskan bekas minuman tadi. Kemudian Bu Ratih masuk kedalam kamarnya untuk mandi biar suaminya datang nanti dia sudah cantik dan wangi.


(****)


Hari ini Bu Ratih pulang ngajar lebih awal. Jam dua siang dia sudah free. Tadi pagi dia minta ijin sama suaminya untuk naik taksi saja karena dia mau ke Gramedia karena ada yang dia beli.


Awalnya nggak boleh, malah sempat debat karena Gavin tidak ingin istrinya keluar sendiri. Tapi, karena Bu Ratih memberi pengertian sama suaminya, akhirnya diperbolehkan sama Gavin.


Setibanya di Mall, dia mencari stand Gramedia. Dia masuk dan melihat-lihat buku yang dia cari. Sekitar kurang lebih sejam dia muter-muter, dan akhirnya dapat juga. Kemudian dia bayar ke kasir.


Bu Ratih melangkah sendiri menyusuri Mall itu. Pinginnya cari minuman karena haus. Dicarinya kedai es teler kesukaannya. Tibalah dikedai es lalu dia memesan es.


Saat duduk menunggu pesanan es datang, dia tiba-tiba dikagetkan dengan kehadiran seseorang. Bu Ratih sontak terpana.


"Kok sendirian?" tanya laki-laki itu.


"Eh, Pak Keanu. Iya Pak, ini tadi saya ngajarnya sampai jam dua saja. Kemudian saya ada buku yang mau dibeli, jadi sekalian saja langsung kesini." jawab Bu Ratih pada Keanu.


Ternyata laki-laki itu pak Keanu. Bu Ratih sendiri juga kaget kenapa bisa ketemu Pak Keanu disini.


"Boleh saya gabung?" tanya Pak Keanu.


"Oh iya, silahkan Pak.!" jawabnya.


"Ini tadi saya habis dari meeting sama klien direstoran sini. Terus pas di Gramedia saya lihat Bu Ratih. Kirain sama suaminya jadi saya nggak berani negur. Tapi, pas saya lihat ternyata Bu Ratih kesini sendirian, baru saya mau nyamperin Bu Ratih." jelas Pak Keanu.


"Kenapa kalau ada suami Pak Keanu nggak berani nyapa. Kan justru enak ada temannya." ucap Bu Ratih.


"Ya, nggak enak saja, Bu. Kan saya kenalnya sama Bu Ratih saja." jawab Pak Keanu.


Bu Ratih hanya melontarkan senyum. Kemudian dia memesankan satu lagi es buat Pak Keanu.


Mereka lanjut ngobrol-ngobrol. Bu Ratih kelihatan senang sekali dengan obrolan kali ini. Sesekali Pak Keanu melirik Bu Ratih.


Sampai akhirnya mereka menyudahi nya. Pak Keanu menawarkan untuk mengantarkan pulang. Awalnya dia menolak, tapu setelah Pak Keanu terus mengajak pulang bareng, akhirnya Bu Ratih mau.


Dalam mobil kini dia hanya berdua dengan Pak Keanu. Dia sedikit gugup dengan keadaan ini. Terbayang tentang "Keanu" nya yang sudah tiada. Nama memang sama, tapi Keanu yang ini tampak lebih dewasa.


Bu Ratih melirik kearah Pak Keanu, dan ternyata kebetulan Pak Keanu pas melirik juga. Akhirnya mata mereka berdua bersirobok. Buru-buru Bu Ratih mengalihkan pandangannya ke arah depan.


Pak Keanu hanya tersungging senyuman yang manis. Bu Ratih sedikit malu-malu saat bertatapan.


"Bu Ratih, kenapa Bu Ratih kalau ketemu saya, kok kelihatan gugup. Apa saya menakutkan dimata Bu Ratih?" Pak Keanu tiba-tiba bertanya begitu.


"Nggak juga, Pak. Mungkin karena saya baru ketemu aja." jawab Bu Ratih asal.


"Tapi, sekarang kan kita sudah beberapa kali ketemu, kok masih gugup?" tanya Pak Keanu sambil melirik Bu Ratih dengan tersenyum.


"Emm, masa sih, Pak. Mungkin itu perasaan Pak Keanu saja." jawabnya.


"Apakah saya mengingatkan Bu Ratih sama mantan Ibu dulu.!" ucap Pak Keanu tiba-tiba.

__ADS_1


-----------------------------------


Bersambung......


__ADS_2