
★JEPANG★
Setibanya di Jepang, Gavin dan Pak Galih di Bandara dijemput oleh orang suruhannya Mr. Ko, dan tak lain orng itu ternyata orang Indonesia juga.
"Kenalkan, saya Frengky, orang yang disuruh mendampingi Anda selama disini." ucap Pak Frengky.
"Oh iya, Saya Gavindra dan ini rekan saya Pak Galih." jawab Gavin seraya mengulurkan tangan kearah Pak Frengky, kemudian diikuti Pak Galih.
"Jangan sungkan-sungkan, saya juga asli Indonesia, bekerja disini ikut Mr. Ko sudah hampir lima tahunan." ucap Pak Frengky.
"Syukurlah bisa bertemu dengan Anda, jadi kita nggak begitu sulit berkomunikasi. Secara kami berdua nggak bisa berbahasa Jepang." ucap Gavin.
"Iya, Pak. Makanya itu saya ditunjuk oleh Mr. Ko buat mendampingi Anda berdua karena Mr. Ko tidak bisa berbahasa Inggris." jawab Pak Frengky.
Gavin senang karena Mr.Ko telah menyuruh asistennya untuk mendampingi dirinya dan Pak Galih selama di Jepang ini, jadi nggak bingung komunikasinya. Bahasa Inggrisnya meskipun lumayan bisa. Tapi, kan belum pernah langsung bertatap muka dengan orang asing.
Setelah ketemu sama orang yang menjemputnya, mereka dibawah menuju Hotel untuk menginap. Setelah menempuh perjalanan dari Bandara, akhirnya sampailah mereka dikota yang dituju, yaitu Shibuya. Kemudian mereka langsung ke sebuah Hotel bintang empat yang disewa oleh perusahaan tersebut.
SHIBUYA EXCEL HOTEL TOKYU, Gavin dan Pak Galih mengikuti Pak Frengky masuk ke Hotel tersebut. Dan ternyata sudah diboking dari kemarin. Tak lama kemudian mereka sampai di kamar yang sudah disewanya.
"Ini kamar Pak Gavin dan Pak Galih, silahkan beristirahat dulu, nanti kalau ada apa-apa tinggal hubungi saya. Dan ini kartu nama saya. Sesuai jadwal, besok kita akan mulai membicarakan urusan kerjaan." jelas Pak Frengky.
"Iya, Pak. Terima kasih atas penyambutannya. Kami merasa terhormat sekali dengan semua ini. Maaf, jika ada yang kurang berkenan dari sikap kami." jawab Gavin.
"Oh tidak, Anda semua orang baik. Saya senang bertemu dengan Pak Gavin dan Pak Galih." jawab Pak Frengky.
Akhirnya Frengky meninggalkan Gavin dan Pak Galih. Mereka kemudian masuk ke kamarnya masing-masing. Gavin lalu membuka kamar tersebut. Dihempaskannya tubuhnya ke atas kasur guna melepas lelah karena habis melalukan perjalanan jauh.
Kemudian dia mengeluarkan ponselnya guna memberi kabar sama Bu Ratih kalau sudah sampai. Lalu dia mulai mengirim pesan.
'Sayang, lagi apa?'
Lama nggak dibalas-balas. Akhirnya Gavin mandi karena badannya sudah lengket semua. Sekitar lima belas menit kemudian Gavin keluar kamar mandi dan melihat ponselnya lagi.
'Aku tadi habis mandi, baru pulang.'
'Ini aku juga baru sampai, habis mandi juga.'
'Disana jam berapa, sayang?'
'Disini jam tujuh malam, tadi aku sampai Tokyo jam lima sore.'
'Oh, disini masih jam lima sore. Tadi, aku dari jenguk Papanya Vanya habis kecelakaan. Farrel minta tolong sama aku untuk menemani dia jenguk, katanya malu kalau jenguk sendirian. Nggak apa-apa, kan?'
'Nggak apa-apa,'
'Sayang, aku mau ke dapur dulu, ya. Sudah janjian sama Kasih mau bikin bolu kukus.'
'Oke, sayang. Muaaach.!'
__ADS_1
Gavin menutup kembali ponselnya. Dan kini dia ganti baju santai. Mau ke restoran buat cari makan sama Pak Galih.
Akhirnya Gavin dan Pak Galih mencoba menikmati suasana dimalam hari di kota Shibuya. Setelah mereka makan malam,
Kini mereka mencoba melihat suasana Shibuya crossing dimalam hari.
Gavin dan Pak Galih sangat terkagum-kagum dengan keindahan Shibuya crossing dimalam hari.
"Pak Gavin, andai di Jakarta bisa seperti ini, ya Pak?" ucap Pak Galih.
"Hebat jika Jakarta bisa seperti ini. Salut dengan warga sini. Begitu rapi meskipun dengan jalan kaki" jawab Gavin.
"Kalau hidup disini nggak boleh santai, Pak. Harus on time setiap saat dan setiap waktu." seru Pak Galih.
Tak terasa mereka sudah hampir tiga jam keluar Hotel. Gavin dan Pak Galih kembali ke kamar masing-masing.
Setelah sampai dikamar, Gavin merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Jepang memang masyarakatnya cenderung disiplin dan rajin. Semua itu karena sudah terbiasa.
Tak terasa akhirnya Gavin tertidur.
(*****)
Keesokan harinya Gavin terbangun di jam enam pagi. Dia langsung mandi dan bersiap-siap ketemu dengan Mr. Ko. Belum tahu jam berapa ketemuannya, bunggu kabar dari Pak Frengky. Yang penting sekarang dia harus bersiap-siap dulu.
Saat dalam perjalanan Pak Frengky sembari bercerita tentang gedung perkantoran dikota Shibuya ini. Memang rata-rata tinggi -tinggi. Sedangkan gedung perkantoran yang akan dikunjunginya nanti juga letaknya di lantai tiga puluh, padahal diatasnya masih ada lagi.
Sesampainya di kantornya Mr. Ko, Gavin dan Pak Galih disambut hangat dengan pemilik perusahaan ini. Mereka diajak keliling-keliling dari ruangan ke ruangan lainnya. Kemudian mereka masuk ke ruangan kerja Mr. Ko sendiri. Disitu dia menejelaskan bagaimana proyek-proyek selama ini yang berhasil dia jalankan dengan Negara lain.
Semua gambar sudah dijelaskan lengkap oleh Mr. Ko sendiri dibantu oleh Pak Frengky sebagai asistenya.
Kini Gavin juga menceritakan dan menjelaskan bagaimana Wijaya's Group menjalankan bisnis yang bergerak dibidang property ini dari awal sampai sesukses ini. Telah banyak perumahan elite serta Real estite yang telah dihasilkannya.
Pak Galih juga membantu menjelaskan konsep dan strategi marketing dalam perusahaan Wijaya's Group. Pak Frengky membantu menjelaskan kepada Mr. Ko apa yang dijelaskan Gavin dan Pak Galih. Mr. Ko manggut-manggut dan tersenyum.
Kini Pak Frengky ganti menjelaskan bagaimana respon Mr. Ko tentang apa yang baru saja Gavin dan Pak Galih utarakan. Dia terkesan sekali kepada konsep dan cara kerja di Wijaya's Group. Dia senang sekali karena tidak salah pilih untuk bekerja sama dengan perusahaan Wijaya's Group.
Gavin dan Pak Galih senang mendengar penjelasan Pak Frengky. Mereka sangat antusias menyambut kerjasama ini. Mereka berjanji akan menjalankan sesuai dengan SOP dan menargetkan sesuatu yang lebih bagus dari sebelum-sebelumnya.
Tak terasa akhirnya sudah waktunya makan siang. Mereka menuju Restoran Halal GYUMON (Japanese BBQ)
Mr. Ko sangat menyambut baik kedatangan mereka.
Setelah break makan siang, mereka melanjutkan keliling keseluruhan perkantoran itu. Gavin sangat takjub dengan konsep desaign seluruh ruangan di kantor itu. Semuanya sangat megah serta elegan.
Setelah seharian bertemu sama Mr. Ko dan staff-staff nya, kini Gavin dan Pak Galih balik lagi ke Hotel. Pak Frengky mengantarkan Gavin dan Pak Galih balik ke Hotel.
Sesampainya di Hotel, Gavin langsung menelpon Bu Ratih, sudah kangen sama istri tercintanya. Lalu Gavin mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
['Hallo, sayang. Lagi apa?']
['Ini lagi sama si kecil Reindra. Aku nginep dirumah Mama']
['Oh.., asyik nih digendong ama Aunty Ratih. Om Gavin juga pingun digendong, Te.! hahaha']
['Apa'an sih, mulai deh becandanya']
['Sayang, aku kangen, nih!']
['Hemm, baru juga sehari. Gimana kalau seminggu?']
['Kayaknya nggak jadi seminggu, karena ini tadi sehari saja sudah bisa keliling kantor Mr. Ko']
['Syukurlah kalau memang nggak sampai seminggu']
['Mungkin empat hari saja.']
['Ya sudah, ini Reindra nangis mau minum.']
['Oke, bye..']
Gavin akhirnya menutup telponnya kembali. Dia kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Gavin membayangkan seandainya dia kesini bersama istrinya alangkah senangnya dia.
Suatu saat dia pingin tinggal disini sama istrinya. Suasana kota Shibuya sangat indah dan menyenangkan.
(****)
★JAKARTA★
"Apa,! Ayah kerumah Kak Irene,?" jawa Farrel ditelpon.
"Iya, Rel. Dia datang mau minta maaf sama Kakak dan Kamu." ucap Irene.
"Terus gimana, Kakak mau memaafkannya?" tanya Farrel.
"Iya Rel. Kasihan Ayah, dia sudah tua. Lagian juga dia kan sudah minta maaf." jawab Irene.
"Ya sudah, kalau gitu. Aku nurut saja." jawab Farrel.
"Oke, biar Kakak buat janji untuk kita semua ketemuan. Soalnya ini tadi Kakak bilang kalau kamu lagi sama Pacar kamu, nungguin Ayahnya." ucap Irene.
"Apa.!"
-----------------------------------
Bersambung......
__ADS_1