
--------Satu minggu kemudian--------
Pagi-pagi sekali Bu Ratih pergi ke pasar tradisonal dengan mengajak Kasih tanpa ditemani suaminya. Karena hari ini adalah hari special suaminya. Dia berencana membuat syukuran kecil-kecilan hanya buat keluarga saja.
Karena ini hari special suaminya, secara khusus dia minta ijin untuk tidak mengajar. Hari ini memang sengaja untuk membuat kue dan nasinya pesan di tempat Kakaknya "Rengas Catering" Selama ini dia sering praktek bikin kue sama Kasih.
"Bu Ratih, ini sudah semua. Tinggal apa lagi yang belum.?" tanya Kasih.
"Hmm, kayaknya udah semua, Sih." jawab Bu Ratih.
Tiba-tiba ponsel Bu Ratih berdering. Dari Gavin, gumamnya.
['Hallo, sayang kamu dimana?'] terdengar suara Gavin diujung telpon.
['Aku lagi sama Kasih, dipasar. Belanja bahan buat praktek kue.']
['Emangnya kamu nggak ngajar, kok jam segini masih dipasar.']
['Libur, sayang. Udah ya, ini lagi antri mau beli daging.']
['Oke, kalau pulang hati-hati']
['Baik suamiku.!']
Bu Ratih menutup telponnya, kemudian kembali mengantri beli daging. Kasih yang menunggunya dari tadi, senyum-senyum melihat majikannya itu. Cantik-cantik mau masuk pasar tradisonal. Batinnya.
Setelah semua yang dibutuhkan dirasa cukup, kini Bu Ratih dan Kasih beranjak pulang dan mencari taksi. Tak lama kemudian taksi pun datang dan mereka kembali pulang kerumah.
.
.
.
★ KANTOR WIJAYA'S GROUP★
"Pagi, Pak Gavin.!" sapa salah satu karyawan yang kebetulan berpapasan dilobby kantor.
"Pagi juga.!" jawab Gavin seraya melemparkan senyum.
Dengan langkahnya dia memasuki kantor kemudian naik keatas menuju ruangannya. Pas keluar lift dia ketemu dengan Tiara.
"Hai, Vin.!" sapanya.
"Hai, juga.!" jawab Gavin singkat dengan tetap melangkah tanpa menoleh.
"Sombong,!" gumamnya.
Gavin yang mendengar Tiara menggumam seketika langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Tiara. Lalu dia menghampiri Tiara yang membelakanginya. Tiara tidak menyadari kehadiran Gavin dibelakangnya. Dia terus mgedumel terus.
"Kamu ngomong apa, barusan!" seru Gavin sembari menatap Tiara dengan tajam.
__ADS_1
"Ngomong apa, aku tidak ngomong apa-apa, kok!" jawabnya mengelak.
"Kamu jangan bohong! barusan saya mendengar kalau kamu bergumam, bahwa saya SOMBONG! kamu itu maunya apa sih?" teriak Gavin.
"Kamu aja yang salah dengar, aku nggak ngomong apa-apa juga." jawab Tiara sewot.
"Kalau kamu bilang saya sombong, terus kamu sendiri apa, hah!" tukas Gavin.
Tiara tidak berani menatap wajah Gavin. Dia menunduk ketakutan karena suara Gavin sudah meninggi. Melihat wanita dihadapannya ini sudah tidak berdaya, Gavin akhirnya meninggalkannya sendiri.
Gavin masuk ruangan dengan engap karena pagi-pagi sudah debat sama si songong Tiara. Dia menghempaskan tubuhnya dikursi kebanggaannya. Dimana tempat ini adalah saksi dia menjalankan tugas sebagai Direktur utama.
Dia nggak menyangka kalau karirnya disini bisa melambung tinggi. Berkat dukungan orang-orang tersayang dan keluarga lah dia bisa sesukses sekarang. Kalau mengingat dulu saat Gavin kuliah, dia termasuk Mahasiswa yang lumayan pintar, cuma kebiasan buruknya itu adalah kurang displin.
Tapi, setelah bertemu dengan Bu Ratih, Gavin jadi berubah lebih baik, kalau kekampus sudah tidak telat lagi. Dia tertawa sendiri ketika mengingat jaman kuliah.
"Tok...tok...tok!"
Terdengar suara pintu diketuk.
"Silahkan masuk,!" sahut Gavin dari dalam.
Kemudian pintu pun terbuka, ternyata Pak Firman. Gavin langsung menyuruhnya duduk.
"Maaf Pak Gavin, saya mengganggu waktu Bapak sebentar." ucap Pak Firman.
"Saya mendadak minta ijin pulang, ini tadi saya ditelpon istri saya disuruh pulang, karena anak saya yang kecil tiba-tiba badannya panas." ucap Pak Firman.
"Iya, Pak. Karena dari dulu saya selalu pamit Pak Indra, takutnya kalau sewaktu-waktu saya dipanggil, tapi, saya nggak ditempat. Makanya saya kesini pamit sama Pak Gavin." jawab Pak Firman.
"Baik, Pak. Silahkan pulang saja nggak apa-apa." ucap Gavin.
Tak lama kemudian Pak Firman pun meninggalkan Gavin sendiri diruangannya. Dia kembali menatap layar monitor guna melihat-lihat perkembangan bisnisnya.
Tak terasa jarum jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas siang. Gavin menguap dan menenggelamkan mukanya diatas meja kerjanya.
.
.
.
★ RUMAH GAVIN ★
Bu Ratih yang dibantu Kasih menyiapkan kejutan buat suaminya dikantor. Dia sengaja memanggil Pak Firman untuk membantu angkat semua nasi kotak makan buat dibagikan ke seluruh karyawan Gavin.
Bu Ratih memesan di Catering Kakaknya untuk nasi kotaknya. Cuma untuk kuenya dia membuat sendiri dibantu Kasih.
"Sudah siap semua, Sih." tanya Bu Ratih.
"Sudah beres, Bu. Tinggal berangkat saja." jawab Kasih.
__ADS_1
"Oke, kita berangkat." sahut Bu Ratih.
Akhirnya mereka berangkat, Pak Firman membawa mobil operasional kantor untuk mengangkut semua nasi kotak. Sedangkan Pak Narto sopir keluarga Gavin membawa mobil Bu Hesty untuk membawa Bu Ratih dan Kasih beserta kue tart nya.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka sampai juga dikantor Gavin. Pak Firman menginstruksikan kepada para Ob untuk membantu membawa semua kotak nasi itu ke ruangan pantry. Dengan dibantu beberapa Ob, akhirnya selesai juga kotak nasi itu dibawa masuk.
Mobil yang ditumpangi Bu Ratih dan kasih tiba juga. Mereka membawa sebuah kotak besar yang isinya kue Tart. Bu Ratih dan Kasih naik ke lantai tiga menuju ruangan Direktur utama.
"Bu Yolanda, Bapak ada?" tanya Bu Ratih pada sekretaris suaminya.
"Iya, Bu. Pak Gavin didalam." jawab Bu Yolanda.
Bu Yolanda membantu Bu Ratih menyalakan lilin buat memberi kejutan sama Gavin yang lagi berulang tahun yang dua puluh enam tahun. Beda empat tahun sama istrinya yang kini berumur tiga puluh tahun.
"Bu Yolanda, tolong panggilkan seluruh kepala Divisi keruangan Bapak, ya?" titah Bu Ratih.
"Baik, Bu!" jawab Bu Yolanda.
Tak lama kemudian semua kepala Divisi berkumpul memberi kejutan buat atasannya.
Akhirnya Bu Ratih memberi aba-aba pada semuanya untuk bersiap-siap. Kemudian terbukalah pintu ruangan Gavin.
"SELAMAT ULANG TAHUN PAK DIREKTUR..!" teriak semua yang hadir diruangan itu.
Gavin sontak kaget dan mengangkat kepalanya yang ditenggelamkan diatas meja. Ternyata dia tertidur. Setelah mendengar suara-suara itu dia bangun.
Gavin menatap ke semua yang hadir diruangannya kali ini. Satu persatu dia lihatin siapa-siapa yang hadir. Ada istrinya dan Kasih, ada Pak Firman. (lho tadi bilangnya ijin pulang, *batin)
semua para kepala Divisi lengkap dengan para perwakilan Ob.
Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan maju kedepan untuk mendekati mereka. Bu Ratih membawa kue tart yang ukurannya lumayan besar dibantu dengan Kasih. Lalu Pak Firman disurih menggantikan membawa kue itu, sedangkan Bu Ratih maju kedepan memberikan ucapan selamat ulang tahun buat suaminya.
"Selamat ulang tahun, ya sayang. Semoaga panjang umur, murah rejeki, murah kesehatan, kerjaan lancar dan tetap sayang sama aku." ucap Bu Ratih.
"Terima kasih, sayang atas kejutannya ini. Aku begitu terharu karena baru kali ini ulang tahunku dirayakan seperti ini. Sebelum-sebelumnya hanya sama keluarga saja." jawab Gavin.
Akhirnya satu persatu memberi ucapan selamat kepada Gavin. Mereka pun sangat senang dengan acara ini. Baru kali ini bos dikantor lagi ulang tahun dirayakan bersama karyawannya. Dulu Pak Indra belum pernah.
Pas giliran Pak Firman menyalami dan mengucapkan salam, dia sedikit malu-malu dan tersenyum.
"Pak Firman ini juga, sekongkol dengan istri saya. Bilangnya minta ijin anaknya badanya tiba-tiba panas." ucap Gavin.
"Iya, Pak. Saya minta maaf karena semua ini atas perintah Bu Ratih. Dia memberi tahu saya pagi-pagi tadi. Malahan yang telpon si Kasih." jawab Pak Firman.
"Baiklah semuanya. Saya mewakili diri saya sendiri mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian semuanya yang telah meluangkan waktunya buat saya. Tanpa kalian, saya tidak ada apa-apanya. Terima kasih semuanya." terang Gavin.
"Pak Firman, tolong untuk kotak makan tadi, Pak Firman yang bagi, ya. Minta bantuan sama anak Ob yang lain. Kasih, kalau kamu mau membantu Pak Firman silahkan, sekalian kamu bisa temu kangen sama teman-teman kamu." ucap Bu Ratih.
"Gak usah, Kasih nggak boleh membantu.!" suara Gavin terdengar jelas.
----------------------------------
__ADS_1
Bersambung.....