BU DOSEN CANTIK

BU DOSEN CANTIK
SEASON DUA Part : 56 (Bulan madu 2)


__ADS_3

Hari ini jadwalnya ke toko oleh-oleh. Karena besok sudah balik Jakarta. Gavin dan Bu Ratih tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka terlalu lama. Maka, cuti yang mereka ambil juga mepet.


"Sayang," seru Gavin ketika siap-siap mau berangkat ke toko oleh-oleh.


"Iya, sayang. Ada apa?" jawab Bu Ratih sembari menyisir rambutnya.


"Sudah siap?" ucap Gavin sambil memeluk istrinya dari belakang. Lalu mencium rambutnya.


"Sudah, sayang. Aku sudah siap, kok" sahut Bu Ratih.


Kemudian Bu Ratih berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan meninggalkan kamar hotel. Kali ini keduanya kompak pakai celana pendek dipadu t-shirt couple yang sengaja mereka siapkan.


Ketika tiba di toko oleh-oleh, Gavin dan Bu Ratih menyerbu barang-barang. Dari baju-baju, aksesoris, sampai cendera mata. Bu Ratih milih-milih buat Mamanya, Adeknya dan Kakaknya.


"Sayang, ini bagus buat kamu." seru Gavin sambil menunjukkan dress pendek tanpa lengan, sedikit seksi.


"Hemmm.., itu sih maunya kamu, sayang." jawab Bu Ratih sambil mencubit hidung suaminya.


"Kamu pasti kelihatan seksi, sayang" bisik Gavin ke telinga istrinya.


Bu Ratih tak menghiraukan ucapan suaminya. Dia sibuk untuk mencari buat mertua dan Kakaknya. Gavin masih sibuk dengan pilihannya. Keduanya sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk oleh-oleh yang dirumah.


"Sayang, apa sudah cukup." tanya Gavin.


"Sudah, sayang. Ini semua akan kubawa ke kasir." jawab Bu Ratih.


Gavin mengeluarkan dompetnya, lalu diberikan salah satu kartu kepada istrinya untuk membayar belanjaannya itu. Setelah itu Bu Ratih membayar semuanya ke kasir.


Tak terasa sudah pukul dua belas siang, mereka menuju rumah makan untuk mengisi perut yang sudah mulai berdemo. Kali ini Gavin mengajak istrinya ke rumah makan yang menyediakan masakan jawa. Bu Ratih memesan ke pelayan.


Sambil menunggu pesanan datang, keduanya ngobrol-ngobrol sambil menikmati udara yang sedikit membuat gerah.


"Sayang, aku minta maaf, ya?" ucap Gavin tiba-tiba.


"Kenapa, kamu tiba-tiba minta maaf?" jawab Bu Ratih.

__ADS_1


"Iya, karena aku hanya bisa mengajakmu bulan madu ke Bali. Padahal aku pingin mengajakmu ke luar negeri." ucap Gavin sambil menggenggam tangan istrinya.


"Ya ampun, sayang. Aku kira apa. Nggak apa-apa, kok. Lagian memang kamu sibuk, jadi belum bisa ambil cuti panjang." jawab Bu Ratih.


"Makasih sayang, kamu bisa mengerti." ucapnya sambil mengelus pipi istrinya.


Bu Ratih hanya tersenyum melihat suaminya yang dari tadi mengelus-elus pipinya. Rasanya baru kemarin dia bertemu mahasiswa yang bernama Gavindra, yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Tak lama kemudian pesanan datang. Mereka menikmati makan siang dengan lahapnya. Sesekali Gavin nyuapin makanan ke mulut istrinya. Kemesraan yang tercipta bukan karena apa, memang karena keduanya saling mencintai.


Udara siang itu memang panas. Tapi, semua itu tidak mengurangi kemesraan diantara mereka. Gavin tak henti-hentinya memandangi wajah istrinya yang kian hari kian memancarkan kecantikannya.


Hampir satu jam mereka berada di rumah makan itu, kini tinggal menikmati kesegaran dari es kelapa muda. Bu Ratih menyuapin suaminya kelapa muda dengan penuh kasih sayang.


Waktu sudah mendekati petang, matahari mulai malu-malu dan akan bersemayam diperaduannya. Setelah seharian mereka menghabiskan waktu untuk memborong semua oleh-oleh, kini mereka nampak kelelahan dan menuju hotel untuk istirahat.


Setibanya di kamar hotel, keduanya langsung menghempaskan tubuhnya di kasur. Semua barang belanjaan masih ditempat semula hanya diletakan di lantai kamar. Dan akhirnya tak menyadari sampai keduanya tertidur.


Ketika membuka mata, Bu Ratih tak mendapati suaminya dikamar. Dia sedikit bingung, sedangkan ponselnya Gavin ada di meja. Mungkin Gavin keluar membeli makanan. Gumamnya.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dia bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Kamu, dari mana saja sayang?" ucap Bu Ratih sambil memegangi handuknya yang menutupi tubuhnya.


"Aku baru saja keluar cari camilan buat makan malam. Aku sengaja beli makanan sendiri untuk kita makan di dalam kamar saja." terang Gavin.


"Oh gitu, kirain kemana, kok pas aku bangun, kamu tidak ada disampingku." jawab Bu Ratih.


"Aku ingin malam ini kita habiskan di kamar saja, sudah capek jalan-jalan di luar. Kamu pake baju tidur yang aku belikan tadi, ya?" ucap Gavin lirih sambil mengedipkan matanya.


Wajah Bu Ratih sontak memerah nahan malu. Dia langsung mencubit pinggang suaminya itu. Dengan satu gerakan Gavin memegang salah satu pergelangan tangannya. Dengan sekuat tenaga Bu Ratih menarik dirinya supaya Gavin tidak sampai mendapatkan dirinya yang hanya berbalut handuk saja.


Akhirnya Bu Ratih berhasil dan berdiri menjauhi suaminya itu. Gavin berdiri kemudian membuka tas yang isinya barang belanjaan tadi. Dikeluarkannya baju tidur yang tadi dipilih Gavin buat istrinya.


"Kamu pakai ini, ya sayang?" ucap Gavin seraya menyerahkan baju tidur tipis dari bahan saten yang lembut.

__ADS_1


Bu Ratih memperhatikan baju yang diberikan suaminya barusan. Baju tidur semacam dress pendek tanpa lengan, dibagian pundaknya hanya sebatas tali kecil buat penyambung. Warnanya peach muda jadi nggak jauh beda dengan warna kulitnya. Yang bikin Bu Ratih sedikit malu adalah, baju itu sangat-sangat tipis sekali.


Gavin hanya tersenyum melihat reaksi istrinya setelah mendapati baju yang diberikan untuknya. Mungkin dia berfikir kenapa modelnya kayak gini.


"Kenapa, sayang? kamu nggak suka?" tanya Gavin.


"Aku suka, kok. Kamu pinter pilih model bajunya." jawab Bu Ratih sambil mencubit hidung suaminya.


Kemudian dia melangkah menuju kamar mandi untuk memakai baju yang baru saja diberikan suaminya. Tak selang beberapa lama Bu Ratih keluar dari kamar mandi. Dia melangkah menghampiri suaminya yang duduk ditepi tempat tidur.


Gavin tersenyum melihat istrinya yang semakin cantik dengan baju tidur yang seksi. Dia perhatikan istrinya dari atas sampai bawah. Matanya tak berkedip disaat menatap tubuh indah dihadapannya kali ini.


Bu Ratih masih berdiri dihadapan suaminya dengan memutar-mutar badannya untuk menunjukkan betapa seksinya dia saat memakai baju itu.


Gavin mendekati istrinya, dia sentuh bagian tubuh istrinya mulai dari mukanya, kemudian hidungnya, lalu turun ke dadanya dan sekarang tangannya berhenti dipinggang istrinya.


Dirangkulnya pinggang istrinya itu, kemudian didekatkan tubuh itu ke tubuhnya, kini Gavin sudah memeluk istrinya dengan hangat. Diciuminya kepala sang istri penuh kasih sayang, Bu Ratih semakin tenggelam dalam pelukan suaminya itu. Perlahan Bu Ratih mendongakkan wajahnya menatap suaminya, Gavin menciumi kening istrinya lalu turun hidung dan bibirnya.


Bu Ratih memejamkan matanya saat Gavin sudah menggendongnya menuju ke tempat tidur. Kini keduanya kembali merasakan indahnya surga dunia. Malam ini sengaja dihabiskan untuk kembali menikmati roman-roman pengantin baru. Tak terasa malam semakin larut dan keduanya masih tenggelam dalam balutan kemesraan yang tiada tara.


Sampai akhirnya keduanya tertidur pulas.


Saat membuka mata, Gavin melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul dua pagi. Dia pikir sudah pagi dan ternyata masih gelap. Dilihatnya istrinya masih tergolek dengan wajah yang begitu polos. Dipandanginya wajah ayu yang kini telah menjadi bagian dari hidupnya. Padahal pertama bertemu betapa galaknya Dosen satu ini. Bathin Gavin.


Tak lama kemudian Bu Ratih membuka matanya, dia tersenyum mendapati suaminya yang lagi memperhatikannya.


"Kamu, sudah bangun sayang?" tanya Gavin sambil membelai rambut istrinya.


"Hemm.., aku capek banget, sayang. Malam ini sungguh malam yang luar biasa." bisik Bu Ratih.


"Makasih sayang, malam ini kamu sudah membuatku menjadi laki-laki sejati. Meskipun ini adalah malam yang ke empat kalinya kita menjalankan kewajiban sebagai sepasang suami istri. Tapi, malam ini serasa ada yang beda." tukas Gavin.


"Makasih sayang.., " ucap Gavin sambil mengecup kening istrinya.


Bersambung....

__ADS_1


Masih bermesraan nih pengantin baru. Tunggu kalau sudah sampai Jakarta, banyak kejutan ya...


jangan lupa vote, like and komennya..


__ADS_2