
"lebih baik menikah dengan Hendra saja kamu lia,dia mau menerima keadaan kamu dan juga janin kamu" ucap Yulina ibunya Dahlia.
"lebih baik aku tidak menikah bu,dari pada harus hidup bersama orang yang tidak pernah aku cinta" ucap Dahlia kepada ibunya.
"Dasar anak tidak mau di untung! Hendra itu lulusan sarjana,dia juga sudah mengajar di sekolah kampung kita lia!..." Bu lina bersuara dengan keras.
Dahlia pergi ke kamarnya dan menangis sejadi jadinya.
"seandainya ayah dan ibu tidak memaksaku menikah dengan Hendra yang gila judi,aku tidak melakukan ini dengan Adam Bu...'' Dahlia berkata sendiri di kamar sambil menangis sesenggukan.
Di tempat kediaman Adam
"apakah tidak ada wanita lain lagi selain Dahlia di kampung kita ini?!...dan belum tentu anak yang di kandungnya itu anak kamu Dam..!" Bu nani berkata penuh emosi kepada Adam.
Adam diam sejenak sambil menyulut rokoknya
"apapun yang terjadi,aku akan tetap menikah dengan Dahlia" Adam berkata pada ibunya sambil menatap lurus ke depan.
"jika kamu menikahi Dahlia,jangan pernah bawa Dahlia ke rumah ini,! karna ibu tak sudi punya menantu yang tidak bisa mengurus rumah tangga!... apa kamu sanggup pulang kerja langsung mengurus semuanya....!!"
oceh bu nani panjang lebar.
"semua bisa di atur bu,... Lia akan bisa memasak jika sudah terbiasa..." jawab Adam kembali
Bu nani mendengus kesal dengan jawaban anaknya,dia pun berlalu pergi sambil terus mengoceh.
Adam pun pergi ke rumah temannya untuk sekedar menenangkan pikirannya yang sedang kacau.
__ADS_1
"Hei Dam..! koq kaya orang yang habis kalah judi,... ada masalah kah boy..!?" tanya salah seorang teman Adam.
Adam menoleh ke sumber suara
"biasalah boy... anak kuli capek habis kerja " jawab Adam berdusta.
Adam bekerja sebagai buruh sawit di Sebuah PT terdekat kampungnya.
Jika hari libur Adam merawat kebun sawit milik pribadinya.
Di tempat Dahlia
Dahlia terus memandang handponenya,berharap Adam mengiriminya sebuah pesan.Dia terus scrol beranda handponenya.Di sebuah aplikasi whatsaap Dahlia melihat story Adam sedang memposting sepuntung rokok yang sedang menyala dan captionnya
" nikmati saja semasa masih bisa"
"Dam...." pesan terkirim
"hm..." balasan dari Adam
Dahlia kembali membalas pesan
"koq cuma hmm..." pesan kembali terkirim
" lalu aku harus bicara apa " balas Adam di serta emoji bingung.
"Bagaimana pernikahan kita Dam,"
__ADS_1
"Lia... aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah ku lakukan" balas Adam
"bagaimana dengan orang tua kita " pesan dari Lia
" aku akan membujuk ibuku, apakah kamu juga bisa membujuk ibumu" balasan pesan Adam.
"jika ibuku tidak mengijinkan,aku bersedia di bawa kamu pergi kemana saja Dam,asalkan kita menikah,aku tak mau anak ini lahir tanpa ayah" balas pesan Lia
"sekarang kamu tidur saja Lia,jaga bayi kita " balasan pesan Adam
"baiklah.... aku tidur... selamat malam my love" balasan dari Lia di serta emoji kiss.
Dan Adam pun hanya membalas dengan emoji love dan kiss.
trit trit trit trit....
hand pone Dahlia terus saja berderit,dia mengucek matanya lalu melihat benda pipih yang terus berderit.
Ada panggilan masuk dari Adam.
"hallo..." Dahlia dengan suara lesu
"Lia... kamu baru bangun...kamu gak kuliah hari ini " tanya Adam dari seberang telepon
"lagi gak enak badan Dam,sekarang aku gampang banget lelah" jawab Dahlia
"kita periksa saja ya ke puskesmas,"
__ADS_1
"baiklah aku akan bersiap" kata Dahlia.