
Siska membuka matanya di lihat ruangan yaang terang oleh cahaya lampu kamar hotel,siska mengira dirinya tertidur di hotel tempat dirinya bertemu dengan Rudi.
Siska duduk bersandar di raihnya benda pipih yang ada di atas meja,ada pesan dari Rudi
Rudi
[jika kamu perlu sesuatu kamu hubungi herman,dia akan mengurus sebelum aku datang,dan jangan coba coba kamu kabur ]
Huh! Siska menghempaskan napasnya dari mulut entah apa yang rencanakan Rudi selanjutnya.
Apa dia sudah menjadi dewa penolong saat ini,begitulah yang di pikirkan oleh siska.
Siska merasa dirinya ingin berendam dengan air hangat kuku dia segera turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi hotel.
Lama siska merendam badannya merasa sudah cukup siska menyudahi aktivitas berendam.
Siska keluar hanya menggunakan kimono saja yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.
Karna tidak membawa pakaian ganti siska menelpon nomor herman yang sudah di berikan oleh Rudi.
Herman
[halo nona ada yang bisa saya bantu?]
Siska
[aku tidak punya pakaian ganti dan sekalian carikan aku makanan ]
Herman
__ADS_1
[baik nona]
Siska duduk di pinggir ranjang membelai perutnya yang sudah mulai menonjol, lagi lagi dirinya teringat dengan ucapan Rudi,jika anak yang di kandungnya adalah anak Rudi.
Mau anak Rudi atau pun anak herman Siska tidak mau tahu kini dirinya sudah bisa menjinakkan Rudi kembali.
Tidak perlu harus mengejar cintanya Adam untuk menutupi bayi yang siska sendiri tidak tahu menahu siapa ayah biologisnya.
Pintu kamar hotel terbuka Siska terkejut bagaimana herman bisa masuk tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu.
"heh! kalau masuk bisa ketuk pintu dulu tidak!"
Siska memaki herman yang keluar masuk seenaknya saja.
"jika saya mengetuk pintu nona juga tidak bisa membuka pintu ini,karna hanya saya dan tuan Rudi yang bisa mengakses sandi pintu ini"
Herman bicara santai saja bahkan nada bicaranya sengaja di buat untuk menggoda siska.
Herman menatap siska dengan menyeringai
"jika kamu macam macam aku akan melaporkanmu dengan Rudi"
Siska mencoba membuat ancaman dengan Herman.
"haha ... hei nona.... yang bisa menelpon tuan Rudi cuma saya nona.... jika nona tidak percaya silakan nona coba "
"Oh ya nona .. jangan bicara sok suci dengan saya.... coba nona lihat photo ini.... "
Herman menampakkan photo dirinya dan siska yang sedang tidur berpelukan tanpa menggunakan baju.
__ADS_1
Siska menutup mulutnya di telponnya nomor Rudi berkali kali ternyata memang benar dia tidak bisa menghubungi Rudi.
"Apa rencana busuk kalian kenapa kalian mengurungku di sini,aku akan menelpon kantor polisi dengan tuduhan penculikan"
Siska hendak menelpon kantor polisi
"Ha...ha... nona... jika nona menelpon kantor polisi bagaimana nasib nona nanti .. ingat nona nasib anda ada di tangan saya dan tuan Rudi"
Herman kembali menakuti siska di dekatinya siska yang sedang berdiri mematung,siska semakin takut melihat gelagat herman yang berjalan ke arahnya.
"jangan dekati aku?"
Siska mencoba mencegah herman tapi herman tidak peduli sama sekali,dia terus berjalan mendekati siska yang berjalan mundur,hingga badan siska menyentuh dinding hotel.
"apa yang ingin kamu lakukan?"
Siska bertanya dengan suara gemetar
"bukankah waktu itu nona menuntut ku untuk bertanggung jawab dengan kehamilan mu? apa salahnya jika aku menuntut pelayanan dari mu ?"
Herman terus mendekati siska hingga jarak mereka benar benar dekat,siska memejamkan matanya berontak pun percuma saat ini.
Dirinya sudah menjadi boneka mainan yang siap di oper ke sana ke sini oleh Rudi dan anak buahnya.
"Silakan nona ini pakaian ganti anda "
Herman memberikan paper bag pada siska
siska menghempas napas panjangnya ternyata herman hanya mengerjainya.
__ADS_1
Herman segera keluar dari kamar hotel,dan di luar dia segera memberi laporan tugasnya sudah selesai dengan sempurna.